Selasa, 21 OKTOBER 2025 • 13:14 WIB

Keputusan Berani: McLaren Setop Upgrade Mobil, Optimistis Lawan Max Verstappen yang Lagi Overpower?

Author

Alex Dunne, Pembalap Didikan Akademi McLaren, di Sesi Latihan Bebas 1 GP Austria 2025 (PlanetF1).

INDOZONE.ID - Pertarungan gelar juara dunia F1 musim 2025 kian panas, nih! 

Max Verstappen, pembalap Belanda andalan Red Bull, baru aja nunjukkin taringnya dengan menang gokil di Grand Prix Amerika Serikat di Sirkuit The Americas (COTA) pada Senin (20/10/2025) dini hari kemarin. 

Hal ini jadi kemenangan ketiganya dalam empat balapan terakhir, bikin dia jadi ancaman super serius buat duo McLaren, Oscar Piastri dan Lando Norris.

Dengan sisa lima balapan dan dua Sprint, Verstappen sekarang cuma terpaut 40 poin dari Piastri yang masih memimpin klasemen. 

Sementara itu, Lando Norris yang finis kedua di COTA berhasil memangkas jaraknya jadi cuma 14 poin di belakang rekan setimnya.

Baca juga: Buka Suara Usai Dipecat PSSI, Alex Pastoor Sebut Target Timnas Indonesia Lolos ke Piala Dunia Tak Logis

Di tengah situasi genting ini, di mana Verstappen lagi overpower, McLaren justru membuat keputusan yang bikin kaget. 

Mereka mengkonfirmasi nggak akan membawa upgrade atau komponen baru lagi di sisa musim ini. Apakah ini strategi brilian atau malah blunder fatal?

Keputusan Berani McLaren

Saat semua tim biasanya bakal jor-joran di fase akhir musim, tim prinsipal McLaren, Andrea Stella, dengan tegas menyatakan perang development mereka untuk musim ini sudah selesai.

"Kalau bicara soal upgrade baru, komponen baru, maka itu tidak akan terjadi di sisa musim ini," kata Stella dikutip dari Crash.net.

Keputusan ini jelas berisiko tinggi. Verstappen dan Red Bull terkenal sangat kuat di paruh kedua musim. 

Menghentikan update mobil saat sang rival lagi ngegas kencang bisa dibilang langkah yang sangat berani. Tapi ternyata, McLaren punya alasan kuat di balik keputusan ini.

Baca juga: John Heitinga Tak Mau Terima Kritikan dari Suporter Ajax, Ibrahim Affelay: Mending Main Pingpong Aja!

Alasan McLaren: "Mobil Kami Sebenarnya Sudah Kencang"

McLaren nggak berhenti upgrade karena mereka menyerah. Sebaliknya, mereka super pede dengan paket mobil yang mereka punya sekarang. 

Andrea Stella percaya bahwa mobil MCL39 mereka sebenarnya punya kecepatan yang cukup untuk menang, bahkan di Austin sekalipun.

Stella menjelaskan bahwa akhir pekan di GP Amerika itu "sub-optimal" bagi timnya. 

Ia bahkan yakin Lando Norris punya kecepatan untuk memenangkan balapan jika saja tidak terjebak dalam pertarungan sengit dengan Charles Leclerc (Scuderia Ferrari) di awal balapan.

Baca juga: Pemain La Liga Lakukan Aksi Diam, Protes Laga Barcelona vs Villarreal di Amerika Serikat

"Hari ini adalah balapan yang relatif meyakinkan," jelas Stella. 

"Saya pikir Lando (Norris) punya kecepatan untuk memenangkan balapan hari ini. Tentu saja, dia harus merebut posisi di trek, yang tidak pernah mudah melawan Max (Verstappen)," lanjutnya.

Menurut Stella, performa mobil sudah ada di level yang cukup untuk bertarung demi kemenangan. Masalahnya bukan di hardware, tapi di eksekusi akhir pekan.

Tragedi Sprint Race di Austin Bikin Setup Ambyar

Lalu, kenapa McLaren gagal menang di Austin jika mobilnya sekencang itu? Jawabannya terletak pada bencana yang terjadi di Sprint Race hari Sabtu.

Kedua mobil McLaren terlibat dalam insiden di Sprint Race. 

Baca juga: Di Balik Pembangkangan Franco Colapinto yang Bikin Petinggi Alpine Murka, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Insiden ini membuat mereka berdua gagal finis (DNF) dan kehilangan data balap yang sangat krusial.

Tanpa data dari Sprint, tim jadi sedikit tertinggal dalam menentukan setup mobil untuk balapan utama hari Minggu. 

Pakar Sky Sports, Ted Kravitz, bahkan menyebut McLaren kemungkinan bermain terlalu konservatif dengan pengaturan ride height (ketinggian mobil) karena minimnya data tersebut.

Stella sendiri mengakui hal ini. "Tidak menjalani Sprint Race membuat kami sedikit tertinggal dari sudut pandang set-up," akunya.

Baca juga: Raih Podium di GP Amerika, Charles Leclerc Sukses Tepis Omongan Haters!

"Dan kalau dipikir-pikir lagi, kami bisa melihat sekarang bahwa sebenarnya ada lebih banyak performa yang bisa kami keluarkan dari mobil," tutup Stella.

Keputusan McLaren ini ibarat pertaruhan besar. Mereka bertaruh bahwa setup yang sempurna di Masing-masing sirkuit berikutnya sudah cukup untuk mengalahkan Verstappen yang lagi buas. 

Dengan GP Meksiko di depan mata akhir pekan ini, kita akan segera melihat apakah kepercayaan diri McLaren ini terbayar lunas atau justru jadi bumerang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Crash.net

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU