Hidup Shin Tae-yong Belum Tenang Setelah Dipecat Ulsan HD dan Gagal Membawa Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026
INDOZONE.ID - Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (STY), mengungkapkan kehidupannya belum berjalan dengan tenang. Kenapa demikian?
Ia mengaku sedang berjuang menata kembali kehidupannya setelah melalui masa-masa sulit, terutama setelah tak bisa menyelesaikan tugasnya membawa Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026.
Ya, STY lebih dulu dipecat PSSI pada Januari 2025. Ia digantikan Patrick Kluivert yang juga gagal membawa Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026.
Setelah berpisah dengan Timnas Indonesia, nasib Shin Tae-yong tidak banyak berubah di level klub.
Baca juga: Baru 2 Bulan Melatih, Shin Tae-yong Dipecat Ulsan HD karena Masalah Komunikasi dengan Pemain
Ia sempat dipercaya menangani Ulsan HD di Liga Korea Selatan, tetapi tak bertahan lama.
Hanya dalam waktu dua bulan, ia dipecat setelah timnya hanya mampu meraih dua kemenangan dari sepuluh pertandingan.
Konflik Shin Tae-yong di Ulsan HD
Shin Tae-yong sejatinya dikontrak oleh Ulsan HD untuk periode Agustus 2025 hingga Desember 2027.
Namun, berbagai masalah internal dan performa yang tidak sesuai harapan, membuat manajemen klub mengambil keputusan cepat untuk mengakhiri kerja sama.
Situasi semakin rumit ketika sejumlah pemain Ulsan dikabarkan tidak puas dengan gaya kepelatihan Shin Tae-yong.
Konflik internal ini membuat atmosfer ruang ganti tidak kondusif. Tak ayal, manajemen klub memilih jalan pemutusan kontrak lebih awal.
“Jujur saja, saya belum bisa hidup dengan tenang sekarang. Saya lebih banyak berada di rumah, melakukan hal-hal kecil dan beristirahat,” ujar Shin Tae-yong seperti dikutip dari Goalpost, Rabu (221/10/2025).
Kekecewaan Shin Tae-yong atas Gagalnya Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026
Dalam kesempatan yang sama, Shin Tae-yong juga menyinggung kegagalan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Ia mengaku sangat kecewa mengetahui Timnas Indonesia gagal mencapai target, terutama setelah dirinya ikut membangun fondasi tim sejak Oktober 2023.
Sayangnya, masa kepelatihannya berakhir pada 6 Januari 2025, saat Timnas Indonesia masih berjuang di Grup C, Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Perjalanan Timnas Indonesia berakhir di Grup B, Putaran Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Skuad Garuda takluk 2-3 Arab Saudi dan 0-1 oleh Irak.
Kegagalan itu berujung pemecatan terhadap Kluivert dan tim kepelatihannya oleh PSSI. Kini, PSSI pun tengah mencari juru taktik anyar untuk menukangi Timnas Indonesia.
Penyesalan Shin Tae-yong
“Tentu saya sangat menyesal. Walaupun sudah tidak menjadi pelatih, saya tetap merasa bahwa jika saat itu kami bisa mempersiapkan diri sedikit lebih baik, mungkin Indonesia bisa lolos langsung dari babak ketiga,” ujar Shin.
Ia menjelaskan, ketika dirinya diberhentikan, Timnas Indonesia berada di posisi keempat Grup C Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Baca juga: Gagal ke Piala Dunia 2026, Alex Pastoor Akui Tidak Terkejut Didepak dari Timnas Indonesia
Menurutnya, peluang untuk lolos sebenarnya masih terbuka jika tim bisa tampil lebih konsisten dan memanfaatkan momentum dengan baik.
“Ekspektasi saat itu memang tinggi. Tapi menembus babak keempat saja sudah pencapaian yang cukup bagus," jelas Shin Tae-yong.
"Sayang sekali kami gagal melangkah lebih jauh. Dengan persiapan yang lebih matang, hasilnya mungkin bisa lain,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Goalpost