Jumat, 31 OKTOBER 2025 • 15:33 WIB

Lionel Messi: MLS Harus Longgarkan Batasan Pengeluaran agar Klub Bebas Datangkan Pemain

Author

Lionel Messi saat bermain di Inter Miami. (IMAGN IMAGES via Reuters/Sam Navarro)

INDOZONE.ID - Lionel Messi kembali menarik perhatian dengan komentarnya soal perkembangan Major League Soccer (MLS). Kapten Timnas Argentina itu menilai MLS perlu memberikan kebebasan lebih besar kepada klub, dalam hal pengeluaran untuk mendatangkan pemain.

“Setiap tim seharusnya bisa merekrut pemain, yang mereka inginkan tanpa batasan atau aturan ketat,” ujar Messi dalam wawancara dengan NBC Nightly News, Senin (27/11/2025).

Dalam kesempatan itu, Messi diminta pendapatnya mengenai apa yang akan dilakukan jika menjadi komisaris liga untuk satu hari.

Baca juga: Messi Beri Sinyal Tampil di Piala Dunia 2026, Siap Pertahankan Gelar Bersama Argentina!

Potensi Besar Sepak Bola Amerika Serikat

Messi menegaskan bahwa sepak bola di Amerika Serikat (AS) memiliki potensi untuk berkembang, terutama dengan meningkatnya minat publik terhadap MLS dalam beberapa tahun terakhir.

Namun, menurutnya, aturan finansial yang terlalu ketat justru menghambat langkah klub untuk tumbuh lebih cepat.

“Saya tidak berpikir semua klub di Amerika Serikat punya kemampuan untuk bersaing dalam hal mendatangkan pemain besar,” kata pemain berusia 38 tahun itu.

Baca juga: Messi Perpanjang Kontrak di Inter Miami hingga 2028, Siap Tutup Karier di MLS?

“Tapi jika diberi kebebasan, saya yakin banyak bintang sepak bola dunia akan tertarik datang dan membantu perkembangan liga,” tambahnya.

Pandangan Messi ini menjadi pernyataan pertamanya tentang struktur keuangan dan sistem pengaturan gaji MLS, yang selama ini sering dipertanyakan oleh pemain dan pengamat sepak bola.

Lionel Messi Singgung Struktur Keuangan dan Sistem Gaji MLS

Di MLS, setiap tim dibatasi oleh berbagai aturan seperti draft pemain, batas gaji (salary cap), General Allocation Money (GAM), Targeted Allocation Money (TAM), serta urutan alokasi dan klaim penemuan.

Semua mekanisme tersebut bertujuan menjaga keseimbangan kompetisi, namun di sisi lain membatasi fleksibilitas klub dalam membangun skuad.

Baca juga: MLS Hukum Luis Suarez Dilarang Bermain Tiga Pertandingan Setelah Ludahi Staf Pelatih Seattle Sounders

Messi menilai kebijakan ini perlu dikaji ulang agar liga bisa bersaing dengan kompetisi besar dunia seperti Premier League atau La Liga.

“Jika klub-klub diberi ruang untuk berinvestasi lebih, liga akan tumbuh lebih cepat dan menarik lebih banyak pemain top,” ujarnya.

Dampak Lionel Messi di Inter Miami & MLS

Lionel Messi dari Inter Miami bertanding melawan Al-Ahly. (REUTERS/Hannah Mckay)

Sejak bergabung dengan Inter Miami, Messi sangat berpengaruh dalam menaikkan popularitas MLS.

Ia juga diketahui memiliki saham minoritas di klub dan mendapat keuntungan dari kerja sama liga dengan Apple (pemegang hak siar resmi MLS) dan Adidas. Akan tetapi, perbedaan gaji antar pemain masih menjadi perhatian.

Baca juga: Terungkap Segini Gaji yang Diterima Lionel Messi Bersama Inter Miami

Berdasarkan data dari Asosiasi Pemain MLS, gaji Messi mencapai 20,44 juta dolar AS, lebih dari dua kali lipat dibanding rekan setimnya Sergio Busquets yang menerima sekitar 8,8 juta dolar AS.

Sementara itu, Son Heung-Min dari LAFC berada di posisi kedua dengan gaji terjamin sekitar 11,2 juta dolar AS. Messi menutup wawancara dengan keyakinan bahwa masa depan sepak bola Amerika Serikat sangat cerah.

“Saya percaya sepak bola di Amerika bisa terus berkembang. Fondasinya sudah kuat, klub-klub punya ambisi besar, dan sekarang saatnya melakukan perubahan besar agar liga ini benar-benar bisa bersaing di level dunia,” ujar Messi menegaskan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: NBC Sports

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU