INDOZONE.ID - Reece James mengingatkan kepada rekan-rekannya di Timnas Inggris jelang gelaran Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Menurutnya, para pemain harus benar-benar siap menghadapi cuaca panas ekstrem yang bisa menjadi penghambat mereka selama turnamen berlangsung.
James berbicara berdasarkan pengalamannya ketika bermain bersama Chelsea di Piala Dunia Antarklub awal tahun ini.
Saat itu, ia merasakan langsung betapa beratnya bermain di bawah suhu tinggi yang melanda beberapa kota di Amerika Serikat.
Baca juga: Cuaca Panas Ekstrem Jadi Ancaman untuk Piala Dunia 2026, 10 Stadion Masuk Zona Risiko
Cuaca Panas Ekstrem di Amerika Utara Bisa Jadi Masalah
Turnamen Piala Dunia Antarklub 2025 yang diikuti Chelsea digelar di Amerika Serikat dari 14 Juni hingga 13 Juli.
Chelsea harus bermain di tengah cuaca panas di Philadelphia serta badai petir di Charlotte. Dari pengalaman itu, James menilai kondisi serupa sangat mungkin terjadi di Piala Dunia 2026.
Piala Dunia 2026 sendiri akan diikuti oleh 48 tim nasional dengan total 104 pertandingan yang tersebar di 16 kota tuan rumah di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat.
Beberapa kota seperti Dallas, Houston, Miami, Atlanta, Monterrey, dan Guadalajara dikenal memiliki suhu yang kerap melebihi 33°C selama bulan Juni dan Juli.
Kondisi tersebut bisa menjadi ujian bagi para pemain yang terbiasa dengan iklim lebih sejuk seperti di Inggris.
“Semua orang sudah sadar akan hal itu. Kami berusaha mempersiapkan diri sebaik mungkin. Bermain dalam panas seperti itu sangat berat, apalagi bagi kami yang terbiasa dengan cuaca di Inggris,” ujar James kepada wartawan, Selasa (11/11/2025).
Adaptasi Jadi Kunci Hadapi Kondisi Ekstrem
Lebih lanjut, James menjelaskan bahwa adaptasi akan menjadi faktor penting bagi Timnas Inggris untuk tampil maksimal di Piala Dunia 2026.
Ia menuturkan, panasnya cuaca langsung terasa begitu pemain keluar dari hotel menuju lapangan. Namun, tubuh bisa mulai menyesuaikan diri seiring waktu, terutama jika tim memiliki persiapan dan rutinitas yang tepat.
Selain itu, James mengungkapkan bahwa para pemain juga berusaha membatasi aktivitas di luar lapangan agar tidak kehilangan banyak energi sebelum pertandingan.
Baca juga: Atletico Madrid Dibantai PSG, Marcos Llorente Keluhkan Cuaca Panas di Amerika Serikat
Ia menilai, jadwal kick-off malam hari akan sangat membantu karena suhu udara lebih rendah dan kelembapan tidak terlalu tinggi, sehingga kondisi fisik pemain bisa lebih terjaga.
“Begitu keluar dari hotel, panasnya langsung terasa. Tapi semakin lama Anda berada di sana, tubuh mulai menyesuaikan," kata James.
"Kami juga mencoba membatasi aktivitas agar tidak kelelahan. Jadwal kick-off yang lebih malam tentu akan membantu karena suhu tidak terlalu tinggi dan udara lebih lembap,” tambahnya.
Kualitas Lapangan dan Jadwal Jadi Perhatian
Meski cuaca menjadi masalah utama, James juga menyoroti kualitas lapangan yang ia rasakan selama tampil di Amerika Serikat.
Ia menilai beberapa stadion masih belum memiliki kondisi rumput yang baik, dan hal itu bisa memengaruhi performa tim di turnamen seperti Piala Dunia.
Menurut James, meski kota-kota seperti Vancouver, Seattle, San Francisco, dan Toronto diperkirakan memiliki suhu yang lebih bersahabat, para pemain tetap perlu waspada.
Baca juga: Suhu 38°C di AS Bikin Enzo Fernandez Pusing saat Main di Piala Dunia Antarklub
Ia berharap, saat turnamen resmi dimulai tahun depan, semua stadion sudah siap menyajikan lapangan terbaik agar pertandingan bisa berjalan lancar dan aman bagi para pemain.
Sambil mempersiapkan diri menghadapi panasnya Amerika Utara, Timnas Inggris kini tengah fokus menyelesaikan dua laga terakhir di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Pasukan Thomas Tuchel akan lebih dulu menjamu Serbia pada Kamis (13/11/2025) sebelum bertandang ke Albania pada Minggu (16/11/2025).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters