Lance Stroll "Senggol" Gabriel Bortoleto di GP Sao Paulo, Kenapa Justru Franco Colapinto yang Ngamuk?
INDOZONE.ID - Grand Prix Sao Paulo akhir pekan lalu masih menyajikan drama-drama panas meski gelaran tersebut telah berakhir beberapa hari lalu. Musim ini, sirkuit Interlagos kembali jadi saksi chaos di lap pertama. Korbannya? Gabriel Bortoleto, pembalap Kick Sauber yang juga pahlawan tuan rumah. Pelakunya? Lance Stroll dari Aston Martin.
Tapi, bagian paling plot twist dari insiden ini bukanlah tabrakannya, melainkan reaksinya.
Saat Bortoleto yang balapannya hancur di depan penggemarnya sendiri, justru merespons dengan santai dan menyebutnya sebagai insiden balap, pembalap lain yang nggak terlibat langsung, Franco Colapinto dari tim Alpine, malah “nge-gas” dan melontarkan serangan verbal super pedas ke Stroll.
Lho, kok bisa yang nonton lebih emosi daripada yang jadi korban?
Baca juga: Red Bull Gagal Total di Sao Paulo: Max Verstappen Start P16 Karena Salah Set-up?
Insiden “Senggolan Maut” di Lap Pertama
Lap pertama di Interlagos itu ibarat zona perang. Semua pembalap berjuang mencari posisi aman agar bisa selamat dari insiden. Gabriel Bortoleto, yang start di papan tengah, tampil on fire. Didukung ribuan fans Brasil, pembalap Kick Sauber ini melakukan start brilian.
“Itu start yang bagus. Saya menyalip dua mobil, Lewis (Hamilton) dan (Franco) Colapinto di sisi luar tikungan enam,” jelas Bortoleto, yang pergerakannya tampak mulus.
Masalah dimulai saat ia mencoba peruntungan melawan Lance Stroll. Keluar dari tikungan sembilan, Bortoleto berada persis di samping kiri Stroll. Tiba-tiba, Stroll yang berada di sisi dalam terlihat sedikit melebar, lebih dari ruang yang tersedia.
Mobil AMR25 milik Stroll menyenggol ban depan Bortoleto. Dalam sekejap, Bortoleto kehilangan kendali dan mobil C45-nya meluncur deras menghantam dinding pembatas. Balapan pahlawan tuan rumah berakhir bahkan sebelum benar-benar dimulai.
Reaksi Santai Bortoleto: “Gapapa, Itu Cuma Race Incident, Kok!”
Nah, ini yang bikin semua orang kaget. Alih-alih menyalahkan Stroll, pembalap muda Brasil ini menunjukkan kedewasaan luar biasa. Ia menolak “main tunjuk-tunjukan” siapa yang benar dan siapa yang salah.
“Nggak ada yang perlu disalahkan di sini,” kata Bortoleto dengan tenang.
“Beginilah, ini lap pertama dan saya ada di sisi luar. Dia (Stroll) membuka jalur sedikit lebih lebar dari ruang yang ada. Dia menyenggol ban depan saya dan saya berakhir di dinding.”
Bortoleto bahkan membela Stroll, “Saya pikir ini murni insiden balap. Tentu, kalau dia memberi sedikit lebih banyak ruang, saya akan bisa melewati tikungan dan mungkin menyalipnya karena ban saya lebih baik (Soft). Tapi sekali lagi, ini insiden balap. Saya yakin dia tidak melakukannya dengan sengaja.”
Ia juga menambahkan, “Setiap kali saya bertarung dengannya (Stroll), dia selalu adil dengan saya. Jadi, ini murni balapan.”
Sikap super chill dan diplomatis Bortoleto ini bikin banyak orang angkat topi. Ia lebih memilih fokus ke hal positif daripada cari musuh.
Reaksi “Geram” Franco Colapinto
Jika Bortoleto adalah air yang tenang, maka Franco Colapinto adalah api yang membara. Pembalap Alpine ini kebetulan berada persis di belakang insiden tersebut. Ia melihat semuanya dengan mata kepalanya sendiri.
Selesai balapan, Colapinto meluncurkan serangan verbal pedas yang nggak main-main ke arah Lance Stroll. Ia nggak pakai filter sama sekali.
“(Lance) Stroll itu memang selalu ngeluarin orang dari balapan!” sembur Colapinto.
“Dia nggak pernah lihat spion, nggak pernah ngasih ruang di trek, dan dia mendorong Gabi (Bortoleto) ke dinding. Itu yang dia lakukan setiap saat,” lanjutnya dengan emosi.
Colapinto nggak cuma bilang Stroll bikin kesalahan, tapi juga menuduh Stroll punya pola perilaku buruk di lintasan dan menyebutnya sebagai pembalap yang berbahaya.
Baca juga: Momen Tegang Lando Norris: Sempat "Kena Mental" Sebelum Raih Pole Position di GP Sao Paulo!
Kenapa Colapinto Lebih Marah daripada Bortoleto?
Nah, ini dia pertanyaannya. Kenapa Colapinto yang cuma mengamati dari belakang bisa semarah itu, sementara Bortoleto yang jadi korban malah santai?
Melansir Crash.net, berikut empat teori kuat yang menjelaskan mengapa Colapinto bisa semarah itu.
Pertama, Colapinto melihat langsung dari kokpitnya. Kadang, melihat sesuatu dari jarak dekat (apalagi dari kokpit mobil F1 yang melaju 200 km/jam) jauh lebih memicu adrenalin dan emosi daripada menonton ulangannya di TV. Colapinto mungkin melihat manuver Stroll sebagai sesuatu yang sangat berbahaya dan ceroboh, yang juga bisa membahayakan dirinya yang ada di belakang.
Kedua, Colapinto dan Bortoleto merupakan bagian dari generasi baru pembalap F1. Mereka sama-sama berjuang membuktikan diri melawan pembalap yang lebih senior. Mungkin saja Colapinto merasa “baper” dan nggak terima melihat sesama pembalap muda apalagi di balapan kandangnya, jadi korban dari pembalap yang lebih senior seperti Stroll.
Ketiga, komentar Colapinto yang paling menohok adalah, “Itu yang dia lakukan setiap saat.” Hal ini menunjukkan bahwa kemarahan Colapinto bukan cuma soal insiden di Brasil, melainkan akumulasi frustrasi terhadap reputasi Stroll yang sering terlibat dalam insiden lap pertama. Colapinto mungkin merasa muak dan menganggap Stroll nggak pernah belajar dari kesalahan.
Terakhir, Bortoleto bermain aman dan nggak mau cari drama. Perlu diingat, Bortoleto adalah seorang rookie. Berbeda dengan Colapinto yang musim lalu pernah membela Williams sebagai pembalap “paruh waktu” menggantikan Logan Sargeant. Dalam dunia F1 yang penuh politik, mencari musuh apalagi dengan Lance Stroll yang ayahnya adalah pemilik tim Aston Martin, bukanlah langkah karier yang bijak. Bortoleto memilih jalur damai dan berusaha move on dari insiden tersebut. Ia menunjukkan kedewasaan dan sikap team player yang akan disukai para bos tim.
Insiden Grand Prix Sao Paulo menjadi contoh sempurna bahwa F1 bukan cuma soal kecepatan, tapi juga soal emosi, politik, dan persepsi.
Kita punya Gabriel Bortoleto yang menunjukkan sikap ksatria level tinggi, meski hatinya pasti hancur. Di sisi lain, kita punya Franco Colapinto yang berperan sebagai “suara kejujuran” yang blak-blakan menyuarakan frustrasi yang mungkin juga dirasakan oleh pembalap lain, tapi nggak berani mereka ucapkan.
Jadi, siapa yang benar? Bortoleto yang diplomatis atau Colapinto yang emosional?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Crash.net