INDOZONE.ID - Balapan Formula 1 di gelaran Grand Prix Sao Paulo akhir pekan lalu emang nggak pernah gagal bikin drama. Tapi apa yang dipertontonkan oleh Max Verstappen di Sirkuit Interlagos benar-benar di luar nalar. Bukan cuma soal balapan, melainkan sebuah statement dari sang juara dunia empat kali.
Gimana nggak? Memulai balapan dari pit lane, kena musibah ban bocor di awal, tapi bisa finis di podium posisi 3. Sebuah "remontada" gila yang bikin para bos Red Bull Racing angkat topi setinggi-tingginya. Mereka bahkan bilang, pencapaian ini sama epiknya dengan kemenangan legendaris Verstappen di musim lalu.
Kronologi "Remontada" Max Verstappen di Interlagos
Bagi Verstappen, balapan seharusnya sudah berakhir bahkan sebelum dimulai. Start dari pit lane menjadi sebuah kerugian besar. Sialnya lagi, nasib buruk belum berhenti setelah mengalami ban bocor (puncture) di awal balapan, memaksanya masuk pit lagi dan terjebak di barisan paling belakang.
Di titik ini, banyak yang mungkin berpikir finis di zona poin saja sudah bagus. Tapi, ini Max Verstappen yang kita bicarakan.
Satu per satu, ia melibas lawan di depannya. Dengan mobil RB21 yang terkenal kencang dan skill balap yang presisi, Verstappen mengubah lintasan Interlagos jadi arena bermainnya. Ia menunjukkan kecepatan yang brutal, manajemen ban yang cerdas, dan agresi yang terukur. Puncaknya, ia berhasil mengamankan podium ketiga, sebuah hasil yang terasa seperti kemenangan.
Baca juga: Red Bull Gagal Total di Sao Paulo: Max Verstappen Start P16 Karena Salah Set-up?
Tim Prinsipal Red Bull: "Istimewa Seperti Kemenangan di Musim 2024!"
Performa gila Verstappen ini langsung menuai pujian setinggi langit dari timnya. Laurent Mekies, tim prinsipal Red Bull, nggak ragu-ragu menyebut ini sebagai salah satu yang terbaik.
Mekies langsung membandingkannya dengan balapan legendaris Verstappen di Interlagos tahun 2024 lalu. Saat itu, Verstappen start dari P17 dalam kondisi hujan lebat yang kacau balau, namun secara ajaib berhasil memenangkan balapan.
"Apresiasi tertinggi untuk Max (Verstappen) atas performa yang sensasional," kata Mekies mengutip Crash.net.
"Dia menang tahun lalu dari P17 di lintasan basah. Saya rasa kita semua setuju bahwa (P3) ini sama sensasionalnya dengan tahun lalu, membawanya ke P3 dari pit lane di balapan yang kering dan relatif normal."
Menang di balapan basah yang kacau seringkali dibantu oleh faktor keberuntungan dan safety car. Tapi, comeback dari pitlane ke P3 di balapan kering? Itu murni soal kecepatan dan skill pembalap.
Pujian Datang dari Rival
Bukan cuma Red Bull yang terkesan. Rival terberat mereka musim ini, McLaren, juga ikut angkat bicara. Tim prinsipal McLaren, Andrea Stella, dan sang pemenang balapan, Lando Norris, kompak merasa bahwa Verstappen sebenarnya bisa bersaing untuk kemenangan jika ia tidak mengalami nasib sial ban bocor di awal.
Mereka melihat data dan kecepatan Verstappen yang sebenarnya, dan sadar bahwa posisi 3 itu diraih bahkan dalam kondisi yang sangat terkompromi.
Apa Respons Max Verstappen?
Meski dapat pujian dari rival dan timnya sendiri, Verstappen tetap rendah hati dan realistis. Saat ditanya apakah ban bocor itu telah merampas kemenangannya, ia menjawab dengan hati-hati.
"Mustahil untuk tahu," jawab pembalap asal Belanda itu.
"Saya tidak tahu apakah ban Hard akan menjadi ban yang bagus. Saya merasa baik-baik saja di Medium, dan baik-baik saja di Soft."
Verstappen mengakui bahwa insiden di awal sangat merugikan.
"Yang pasti, itu tidak ideal. Harus pit lagi, kembali ke barisan belakang dengan ban Medium, dan kemudian harus melewati semua mobil yang saya rasa itu sedikit mengorbankan stint pertama saya di Medium."
Baca juga: Oscar Piastri "Slump" Parah? Legenda F1 Ragukan Kecepatannya
Ia menjelaskan tantangan teknisnya, "Saya harus melewati beberapa mobil, ban Anda terus-menerus overheating (kepanasan). Jadi, itu adalah stint yang sedikit lebih sulit menjelang akhir. Tapi tetap saja, ini balapan yang sangat kuat bagi kami."
Pada akhirnya, hasil posisi ketiga dari pit lane menjadi sebuah masterclass dari Max Verstappen. Meskipun ia kehilangan poin penting dari Lando Norris dalam perebutan gelar, comeback epik ini membuktikan mengapa ia termasuk salah satu pembalap terbaik di grid saat ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Crash.net