Rabu, 19 NOVEMBER 2025 • 14:16 WIB

Italia Terjebak Deja Vu: Swedia dan Makedonia Utara Siap Ganggu Lagi di Playoff

Author

Skuad Timnas Italia (REUTERS/Bernadett Szabo)

INDOZONE.ID - Satu kata yang paling pas menggambarkan perasaan para tifosi alias pendukung Timnas Italia saat ini adalah “deja vu”. Bayangkan, setelah gagal lolos ke dua edisi Piala Dunia terakhir di Rusia 2018 dan Qatar 2022, Gli Azzurri kini harus kembali menghadapi mimpi buruk mereka bernama playoff.

Kekalahan 1-4 atas Norwegia di depan pendukung sendiri pada fase grup beberapa waktu lalu bukan cuma soal kebobolan empat angka, tetapi soal mental skuad asuhan Gennaro Gattuso yang mulai “amblas”. Selain gagal lolos otomatis ke Piala Dunia 2026, kekalahan tersebut membuat Gli Azzurri harus kembali mendekam di playoff.

Menariknya, di playoff ini Italia akan bertemu dan berpeluang saling berhadapan dengan “biang keladi” dari kegagalan di dua edisi sebelumnya. Mereka adalah Swedia dan Makedonia Utara, keduanya lolos melalui jalur lain bernama UEFA Nations League (UNL).

Baca juga: Takluk dari Norwegia 1-4, Italia Alami "Mental Issue" di San Siro Jelang Playoff?

Siapa Saja yang Lolos Playoff?

Mungkin sebagian dari kalian bertanya-tanya, “Siapa saja yang berjuang di playoff kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Eropa?”

Melansir data dari Wikipedia, berikut 16 tim yang akan bertanding demi memperebutkan tiket Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko yang terbagi jadi dua jalur: runner-up grup dan UEFA Nations League (UNL).

  • Jalur Runner-up Grup: Italia, Denmark, Turki, Ukraina, Polandia, Wales, Republik Ceko, Slovakia, Republik Irlandia, Albania, Bosnia-Herzegovina, dan Kosovo.
  • Jalur UNL: Rumania, Swedia, Makedonia Utara, dan Irlandia Utara.

Bertemu Trauma Masa Lalu

Buat kalian yang mungkin baru ngikutin bola atau lupa-lupa ingat, mari kita rewind sedikit kenapa dua negara ini dianggap villain utama dalam cerita sedih sepak bola Italia modern.

Tahun 2017, saat fase playoff kualifikasi Piala Dunia 2018 Zona Eropa digelar, Italia menghadapi Swedia di laga hidup-mati demi satu tiket ke gelaran akbar empat tahunan di Rusia. Di leg pertama, Gli Azzurri bertandang ke Solna, Swedia, dengan semangat membara. Swedia, yang tampil di depan ribuan pendukungnya, tampil ganas dan beberapa kali menciptakan peluang. Hingga menit 61, Jakob Johansson mencetak gol semata wayang untuk Swedia ke gawang Gianluigi Buffon. Skor 1-0 bertahan hingga laga usai.

Masih di tahun yang sama, leg kedua digelar di San Siro. Semua tifosi memadati stadion dengan penuh harapan Italia berhasil melakukan “remontada” dan lolos ke Piala Dunia. Laga berlangsung ketat, jual beli serangan tak terelakkan. Namun sayang, Italia tak mampu berbuat banyak. Swedia berhasil menahan imbang dan lolos ke Rusia dengan agregat 1-0. Jakob Johansson dielu-elukan bak pahlawan di tengah tangis para tifosi. Kiper Italia kala itu, Gianluigi Buffon, ikut menangis dan merasa bersalah atas kekalahan tersebut.

Pelatih timnas Italia dan pemainnya. (photo/REUTERS/ALBERTO LINGRIA)

Beberapa tahun berlalu, Italia kembali dengan “boostingan” baru usai keluar sebagai jawara Piala Eropa 2020 (digelar 2021 karena Covid-19). Setahun setelah mengangkat trofi Eropa, Italia kembali berjibaku di kualifikasi Piala Dunia 2022 Zona Eropa, lagi-lagi masuk playoff untuk kedua kalinya setelah kualifikasi edisi 2018.

Di playoff 2022, Italia kembali satu jalur dengan Swedia, seakan membuka luka lama bagi tifosi. Namun format turnamen berbeda dari sebelumnya, dengan tiga “sub-grup” bernama Path A, Path B, dan Path C yang bertanding satu kali (single leg). Italia berada di Path C bersama Portugal, Turki, dan Makedonia Utara.

Italia menghadapi Makedonia Utara di Palermo, kandang mereka sendiri. Lebih dari 34 ribu tifosi hadir memadati Stadion Renzo Barbera, mendukung Gli Azzurri dengan harapan bisa lolos ke Piala Dunia 2022. Di depan pendukungnya, Italia tampil cukup impresif hingga laga tetap imbang sampai injury time.

Berharap laga berlanjut ke extra time, hal sebaliknya justru terjadi. Winger andalan Makedonia Utara, Aleksandar Trajkovski, menjebol gawang Gli Azzurri di menit 90+2. Tifosi yang memasang ekspektasi tinggi kini harus kembali gigit jari.

Kembali ke Masa Kini

Di kualifikasi Piala Dunia 2026, mereka (Swedia dan Makedonia Utara) kembali menyapa Italia di playoff. Rasanya seperti kamu ketemu mantan toxic yang tiba-tiba nge-chat “Hai” pas lagi sayang-sayangnya sama pacar baru. Trust issue-mu langsung kambuh.

Pesan Tersirat dari Skandinavia dan Balkan: “Aku Kembali!”

Kalau kedua negara ini bisa ngomong, mungkin Swedia dan Makedonia Utara akan bilang, “Halo, Italia! Aku balik lagi, nih.”

Kekalahan Italia 1-4 dari Norwegia kemarin (yang notabene tetangganya Swedia) seperti bocoran bahwa tim-tim Skandinavia memang obat pahit buat gaya main Italia. Erling Haaland dkk sukses mengacak-acak pertahanan Italia, dan kini Swedia siap meneruskan estafet teror tersebut.

Baca juga: Italia Hajar Israel 3 Gol Tanpa Balas, Selangkah Lagi Menuju Piala Dunia 2026!

Di sisi lain, Makedonia Utara juga tidak bisa diremehkan. Masuk lewat jalur UNL membuktikan mereka punya konsistensi di level mereka sendiri. Mereka bukan lagi tim hore yang hanya numpang lewat. Mentalitas underdog mereka terbukti ampuh mematikan tim besar yang sedang under pressure seperti Italia.

Buat kalian fans Italia, siapkan mental mulai sekarang. Babak playoff ini tidak akan mudah. Hadirnya Swedia dan Makedonia Utara di pot undian bukan hanya soal teknis sepak bola, tetapi juga soal perang psikologis.

Apakah Italia bakal sukses balas dendam dan berteriak “Kami Kembali!” di Piala Dunia 2026? Atau justru salah satu dari mereka bakal tertawa paling akhir sambil bilang, “Ups! Kamu kalah lagi.”?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wikipedia

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU