INDOZONE.ID - Mikel Arteta akan genap enam tahun menjabat sebagai manajer Arsenal, saat timnya bertandang ke markas Everton pada Minggu 21 Desember 2025, pukul 03.00 WIB.
Pertandingan ini sangat bermakna bagi Arteta, baik secara personal maupun kompetitif, mengingat Arsenal saat ini berada di puncak klasemen Premier League.
The Gunners tengah berjuang mempertahankan keunggulan dua poin dalam perburuan gelar juara Liga Inggris pertama sejak terakhir kali menjuarainya pada 2004.
Kemenangan di Goodison Park menjadi krusial untuk menjaga momentum di tengah ketatnya persaingan papan atas.
Baca juga: Jadi Bagian Sejarah Kota Liverpool, Friedkin Group Tak Akan Robohkan Goodison Park
6 Tahun Mikel Arteta Bersama Arsenal
Sejak ditunjuk sebagai manajer pada 2019, Arteta membawa Arsenal meraih satu trofi Piala FA dan dua gelar Community Shield.
Namun, gelar Premier League masih menjadi target utama yang belum tercapai. Dalam tiga musim terakhir, Arsenal harus puas finis di posisi kedua.
Arteta menyadari membangun kembali Arsenal sebagai penantang gelar tidak bisa dilakukan seorang diri. Ia menekankan pentingnya kerja sama dan keselarasan visi di dalam klub.
“Satu orang tidak bisa benar-benar mengubah apa pun, terutama dalam klub sepak bola sebesar ini. Anda membutuhkan banyak orang yang berkomitmen dan memiliki visi serta passion yang sama,” ujar Arteta.
Baca juga: Declan Rice Bawa Arsenal Menang di Laga ke-300 Mikel Arteta Sebagai Pelatih
Peran Pemain Arsenal
Menurut Arteta, peran pemain menjadi faktor kunci dalam menerapkan filosofi permainan yang diinginkannya.
Kepercayaan dan komitmen para pemain dinilai sebagai fondasi utama perkembangan Arsenal dalam beberapa musim terakhir.
“Para pemain harus percaya pada apa yang Anda katakan dan lakukan. Saya merasa sangat beruntung karena mereka selalu memberikan 100 persen setiap hari,” tambahnya.
Arsenal datang ke laga ini dengan modal kemenangan 2-1 atas Wolverhampton Wanderers, yang ditentukan oleh dua gol bunuh diri lawan.
Baca juga: Arteta Kritik Pertahanan Arsenal Meski Menang Dramatis atas Wolves
Meski demikian, performa tandang masih menjadi pekerjaan rumah bagi The Gunners.
Mereka belum meraih kemenangan dalam tiga laga liga terakhir di kandang lawan, termasuk kekalahan dari Aston Villa yang dilatih Unai Emery.
Dalam lima pertemuan terakhir melawan Aston Villa di bawah asuhan Emery, Arsenal hanya mampu meraih satu kemenangan, sebuah catatan yang menyoroti inkonsistensi Arsenal saat bermain di luar kandang.
Nostalgia Mikel Arteta dan David Moyes di Everton
Everton yang kini ditangani David Moyes juga bukan lawan yang mudah.
Moyes tercatat hanya sekali kalah dalam lima pertemuan terakhir melawan Arsenal asuhan Arteta, yang menunjukkan kekuatan The Toffees saat menghadapi tim papan atas.
Bagi Arteta, laga ini juga sarat nuansa emosional. Ia pernah memperkuat Everton selama enam tahun di bawah asuhan Moyes sebelum bergabung dengan Arsenal pada 2011.
Baca juga: David Moyes: Liverpool Memang Tangguh tapi Mereka Punya Kelemahan yang Mudah Ditembus
Hubungan tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi Arteta.
“Saya belajar banyak darinya, terutama tentang kecintaan terhadap sepak bola dan integritas yang dibutuhkan dalam permainan ini," kata Arteta mengenai Moyes.
"Dia adalah sosok yang luar biasa. Saya sangat berterima kasih atas semua yang telah dia lakukan untuk saya dan untuk Everton,” tambahnya.
Pertandingan melawan Everton pun menjadi ujian bagi Arsenal, sekaligus kesempatan bagi Arteta untuk merayakan enam tahun kepelatihannya dengan kemenangan di Premier League.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Football London