Senin, 05 JANUARI 2026 • 13:43 WIB

Julian Johan Tancap Gas di Awal Rally Dakar 2026, Finis 6 Besar Kelas H.2

Author

Julian Johan finis keenam kelas H.2 dan ke-11 overall di SS pertama Rally Dakar 2026. Fokus aman dan konsisten hingga garis akhir. (Dok. Pribadi.)

INDOZONE.ID - Pereli Indonesia, Julian Johan, mengawali Rally Dakar 2026 dengan performa apik. Pada Special Stage (SS) pertama yang digelar Minggu (4/1/2026) di Yanbu, Arab Saudi, ia finis di posisi keenam kelas H.2 dan peringkat ke-11 overall Grup Dakar Classic.

Jeje, sapaan akrab Julian Johan, didampingi co-driver asal Prancis, Mathieu Monplaisi dan langsung diuji medan panjang serta ritme khas Dakar.

SS pertama Rally Dakar 2026 menempuh jarak 219 kilometer. Jauh lebih menantang dibandingkan Prologue sehari sebelumnya yang hanya 24 kilometer.

“Stage satu ini luar biasa! Dari alamnya, dari tantangan treknya, dan dari jaraknya,” ujar Julian Johan dalam pernyataannya yang diterima Indozone, Senin (5/1/2026).

Baca juga: IRRA 2025 Sukses Digelar, Rifat Sungkar Sebut Awal Era Rally Raid Indonesia

Ia menyebut etape ini memiliki medan berat dan durasi panjang yang mengharuskan fokus penuh.

“Di SS pertama ini saya telah berhasil melewati rute mencapai 219 kilometer. Jadi hari ini benar-benar baru terasa sekali tantangan beratnya sebuah Dakar,” lanjutnya.

Finis Aman, Bukan Sekadar Ngebut

Meski hasilnya memuaskan, Julian Johan menegaskan dirinya tak ingin terbawa euforia.

Bagi Jeje, konsistensi jauh lebih penting dibanding ambisi hasil instan.

“Kalau melihat dari SS satu sangat memungkinkan, tapi balik lagi, saya enggak mau gegabah,” katanya.

Ia memilih fokus pada ritme pribadi dan menjaga kondisi mobil agar tetap prima di setiap etape.

“Saya akan mencoba untuk fokus ke diri sendiri saja, bagaimana setiap harinya kita bisa finish dengan aman dan lancar,” tegasnya.

Insiden Kecil Sebelum Start

Sebelum memulai SS pertama, Julian Johan sempat mengalami insiden kecil. Saat menuju lokasi start, ban depan kanan Toyota Land Cruiser 100 miliknya robek akibat menghantam batu tajam.

Jeje menjelaskan dirinya belum cukup beradaptasi dengan setir kiri.

“Karena memang saya yang kurang terbiasa membawa setir kiri itu jadinya terlalu ke kanan dan menghantam batu tersebut,” jelasnya.

Beruntung, penggantian ban berlangsung cepat dan tidak mengganggu jalannya Special Stage.

Strategi Hadapi SS Kedua yang Lebih Panjang

Tantangan belum selesai. SS kedua Rally Dakar 2026 akan membawa Julian Johan dari Yanbu menuju Alula dengan jarak mencapai 316 kilometer.

Jeje mengungkapkan pada SS kedua strateginya tetap sama. Tidak memaksakan kecepatan.

“Ritmenya tidak benar-benar di-push, bahkan jauh lebih santai ketimbang saat saya sedang rally raid di IRRA atau AXCR,” bebernya.

Menurut pemilik kanal YouTube Jejelogy ini, Dakar menuntut kesabaran ekstra karena durasi, jarak, dan tingkat kesulitan yang jauh lebih ekstrem.

Fokus Jangka Panjang

Kerja sama Julian Johan dan Mathieu Monplaisi sejauh ini berjalan solid. Namun, Jeje memilih menahan ekspektasi tinggi.

Baginya, perjalanan Rally Dakar 2026 masih sangat panjang. Total ada 12 hari balapan tersisa hingga etape terakhir pada 17 Januari 2026.

“Yang utama adalah bisa mencapai finish, bisa menyelesaikan semua SS,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Narasumber

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU