Selasa, 03 FEBRUARI 2026 • 17:05 WIB

Presiden FIFA Gianni Infantino Angkat Bicara Soal Larangan Sepak Bola Rusia dan Israel

Author

Presiden FIFA, Gianni Infantino saat Festival Global Citizen 2025 di Kota New York, Amerika Serikat, pada 27 September 2025. (REUTERS/Kylie Cooper)

INDOZONE.ID - Presiden FIFA, Gianni Infantino baru-baru ini angkat bicara soal larangan terhadap sepak bola Rusia. Ia mengatakan bahwa ia tak menutup kemungkinan akan mencabut larangan tersebut.

Diketahui, sepak bola Rusia sudah di banned oleh FIFA sejak Februari 2022 lalu setelah adanya invasi ke Ukraina, yang mana banned dari FIFA tersebut membuat sepak bola Rusia dilarang untuk mengikuti event Internasional, seperti Piala Dunia 2022 dan 2026, serta Euro 2024.

Namun, dalam wawancaranya bersama Sky News baru-baru ini, Gianni Infantino mengatakan bahwa ia tak menutup kemungkinan untuk mencabut larangan terhadap sepak bola Rusia.

"Tentu saja, kita akan mencabutnya [larangan terhadap sepak bola Rusia]. Setidaknya di level sepakbola muda (youth), untuk anak-anak setidaknya," ujar Gianni Infantino dalam wawancaranya bersama Sky News yang dikutip pada Selasa (3/2/2026).

Baca juga: Direktur Olahraga Ajax Ungkap Alasan Klubnya Rekrut Maarten Paes dari FC Dallas

Timnas Rusia saat menggelar laga persahabatan (IGOR RUSSAK/Reuters)

Lebih lanjut, Gianni Infantino juga mengatakan bahwa larangan tersebut tidak menghasilkan tujuan apapun. Ia mengatakan bahwa larangan tersebut akan menimbulkan rasa frustrasi dan kebencian, sehingga mencabut larangan terhadap sepak bola Rusia menjadi solusi terbaik.

"Karena larangan tersebut tidak mencapai tujuan apapun. Larangan itu hanya menimbulkan frustrasi & kebencian. Saya rasa mengizinkan pemuda & pemudi dari Rusia untuk main di bagian Eropa lainnya, itu akan membantu," lanjutnya.

Sementara itu, saat disinggung soal larangan terhadap sepak bola Israel, Gianni Infantino mengatakan bahwa situasinya saat ini sudah berbeda. Ia menyinggung bahwa saat ini situasi Israel dan Gaza sudah terselesaikan.

Baca juga: Manchester City Diimbangi Tottenham Hotspur, Rodri Kritik Kinerja Wasit: Mereka Tidak Ingin Kami Menang!

Lebih lanjut, Infantino juga menegaskan bahwa tidak perlu untuk negara manapun untuk bermain sepak bola hanya karena perilaku politik di negara tersebut. Baginya harus ada pihak yang bisa menjaga hubungan agar tetap terbuka.

"Ya! Saya rasa itu situasi nya tentu berbeda. Tapi pada akhirnya, kamu tahu kan situasi Israel & Gaza sudah terselesaikan. Dan lagi saya katakan, larangan itu justru tidak berdampak baik. Saya bahkan berpikir kita seharusnya memeriksa statuta FIFA di masa depan, dan melihat apakah kita seharusnya tidak mengabadikannya dalam statuta kita," ujar pria berusia 55 tahun itu memaparkan.

"Kita seharusnya tidak perlu melarang negara manapun untuk bermain bola, hanya karena perilaku petinggi politiknya. Harus ada pihak yang perlu menjaga hubungan tetap terbuka," tuturnya lagi.

Sementara itu, berbicara soal larangan penggemar hadir di Piala Dunia 2026 karena kebijakan imigrasi Donald Trump, Gianni Infantino menegaskan bahwa  hal tersebut tidak memberikan dampak apapun.

Sehingga, dari hal itu membuat Infantino enggan untuk memberikan larangan kepada para suporter negara peserta Piala Dunia 2026.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Sky News

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU