Kamis, 12 FEBRUARI 2026 • 21:09 WIB

Pernyataan Menohok Ange Postecoglou soal Tottenham Hotspur: Mereka Bukan Klub Besar

Author

Selebrasi Xavi Simons setelah mencetak gol di Tottenham Hotspur. (REUTERS/Hannah Mckay)

INDOZONE.ID -  Ange Postecoglou baru-baru ini melontarkan pernyataan mengejutkan soal mantan klubnya, Tottenham Hotspur, yang mana pelatih asal Australia itu menyebut bahwa The Lilywhites bukanlah klub besar.

Diketahui, Ange Postecoglou dipecat oleh Tottenham Hotspur pada Juni lalu, setelah 16 hari membawa klub menjuarai Liga Europa 2025/26, yang menjadi trofi pertama klub London Utara itu dalam kurun 17 tahun terakhir.

Hal tersebut menyusul keberhasilannya finish di posisi kelima di musim pertamanya melatih Tottenham Hotspur di musim 2023/24. Namun, performa buruknya pada musim lalu membuat Ange harus kehilangan pekerjaannya sebagai pelatih Tottenham usai finish di posisi ke-17 Premier League musim lalu.

8 bulan kemudian setelah Ange tak menjabat sebagai pelatih spurs, suksesornya Thomas Frank juga baru saja dipecat sebagai pelatih Tottenham Hotspur menyusul rentetan hasil buruknya dalam beberapa pertandingan terakhir. Kini, Cristian Romero dan kolega tercecer di posisi ke-16 Premier League musim ini dan hanya berselisih 5 poin di atas zona degradasi.

Baca juga: PSSI Konfirmasi FIFA Series 2026 Digelar di SUGBK

Ange Postecoglou saat menjuarai Liga Europa bersama Tottenham Hotspur (X/@SpursOfficial)

Baru-baru ini Ange Postecoglou menjadi bintang tamu dalam podcast The Overlap milik Gary Neville, di podcast tersebut ia memberikan uneg-unegnya selama melatih Tottenham Hotspur.

Ia menilai bahwa seandainya dia diberikan lampu hijau oleh petinggi Tottenham Hotspur untuk merekrut pemain yang diinginkannya, mungkin kondisi Spurs pada musim lalu akan memiliki hasil yang cukup berbeda.

Alih-alih untuk mendatangkan pemain berpengalaman dan siap di Premier League, Ange Postecoglou justru diberi kebebasan untuk mendatangkan pemain-pemain muda seperti Archie Gray dan juga Lucas Bergvall.

Hingga akhirnya Ange Postecoglou dengan tegas menyebut bahwa mantan klubnya itu bukanlah klub besar kalau dilihat dari pengeluaran, khususnya dalam struktur gaji.

Baca juga: Thomas Tuchel Resmi Perpanjang Kontrak Bersama Timnas Inggris Hingga 2028

"Apa yang sebenarnya ingin mereka bangun? Mereka telah membangun stadion yang luar biasa, fasilitas pelatihan yang luar biasa. Namun jika Anda melihat pengeluaran, khususnya dalam struktur gaji mereka, mereka bukanlah klub besar,” ujar Ange Postecoglou dalam wawancaranya yang dikutip dari YouTube The Overlap pada Kamis (12/2/2026).

Lebih lanjut, Ange Postecoglou akui bahwa ia menyadari hal itu. Saat timnya mencoba untuk merekrut pemain, justru Ange terpaksa untuk tidak mendatangkan pemain incarannya.

"Saya menyadari hal itu karena ketika kami mencoba merekrut pemain, kami tidak sedang mencari pemain-pemain tersebut. Di akhir tahun pertama saya, kami finis di posisi kelima, dan bagi saya, bagaimana Anda bisa beralih dari posisi kelima ke posisi yang benar-benar menantang?" kata pelatih berusia 60 tahun itu memaparkan.

Ange juga mengatakan bahwa untuk mencapai posisi tertinggi di klasemen liga, ia membutuhkan beberapa pemain yang sudah berpengalaman di Premier League. Namun, timnya saat itu tidak memiliki cukup uang sehingga akhirnya Tottenham hanya mendatangkan Dominic Solanke saja.

Baca juga: 5 Petarung UFC Muslim Paling Terkenal di Dunia: Ada Musuh Bebuyutan Conor McGregor!

Dominik Solanke saat mencetak gol pertama bagi Tottenham Hotspur ke gawang Manchester City (Peter Cziborra/REUTERS)

"Kami harus merekrut pemain yang siap bermain di Premier League, tetapi finis di posisi kelima tahun itu tidak membawa kami ke Liga Champions. Kami tidak punya cukup uang," ujarnya lagi.

"Jadi akhirnya kami merekrut Dom Solanke, saya sangat tertarik padanya dan saya sangat menyukainya, dan tiga pemain remaja," lanjutnya.

Ange Postecoglou juga mengungkapkan 4 pemain bidikannya yang ingin ia datangkan saat itu, keempat pemain tersebut adalah Antoine Semenyo, Marc Guehi, Pedro Neto dan Bryan Mbeumo, ia menilai bahwa keempat pemain tersebut akan menjadi amunisinya untuk membawa Tottenham Hotspur finish di posisi yang lebih baik.

"Saya sedang mempertimbangkan Pedro Neto, [Bryan] Mbeumo, [Antoine] Semenyo dan Marc Guehi karena saya mengatakan kita membutuhkan mereka jika kita ingin naik dari posisi kelima ke posisi ketiga. Itulah yang akan dilakukan klub-klub besar lainnya pada saat itu," kata mantan pelatih Nottingham Forest itu.

Baca juga: Berapa Menit Waktu Istirahat dalam Sepak Bola? Ini Aturan Resmi FIFA

Ange Postecoglou juga menyebut pemain-pemain muda yang ia datangkan saat melatih Tottenham Hotspur seperti Archie Gray hingga Lucas Bergvall merupakan pemain muda yang bagus, tetapi hal tersebut tidaklah cukup untuk membawa mantan klubnya itu untuk mencapai posisi yang lebih baik saat itu.

Andaikan Postecoglou mendatangkan pemain incarannya, Tottenham akan diperkirakan akan menghabiskan dana sekitar 207,5 juta Pounds (Rp4,7 triliun) jika digabungkan dengan biaya transfer mereka baru-baru ini.

Semenyo bergabung dengan Manchester City pada Januari ini dengan biaya 62,5 juta Pounds, disusul dengan bergabungnya Guehi ke Etihad Stadium dengan biaya 20 juta Pounds.

Sementara itu, Mbeumo bergabung dengan Manchester United dengan biaya 71 juta Pounds pada musim panas 2025 lalu, dan Pedro Neto hengkang dari Wolverhampton Wanderers ke Chelsea pada 2024 lalu dengan biaya 54 juta Pounds.

Ange Postecoglou juga mengkritik posisi Tottenham Hotspur sebagai salah satu klub big six di Premier League, yang mana ia menyebut bahwa mantan klubnya tidak beroperasi sebagaimana layaknya klub besar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: YouTube The Overlap

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU