Jumat, 20 MARET 2026 • 17:09 WIB

Ketua Federasi Sepak Bola Iran Tegaskan akan Boikot Amerika Serikat, tapi Tetap Ikut Piala Dunia 2026

Author

Ilustrasi bendera Iran (freepik).

INDOZONE.ID - Ketua federasi sepak bola Iran, Mehdi Taj tegaskan Iran akan boikot Iran tapi bukan berarti mereka tidak akan tampil di Piala Dunia 2026.

Partisipasi Iran untuk tampil di Piala Dunia 2026 memang sempat diragukan menyusul dengan konflik geopolitik yang mana Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer ke negara tersebut pada akhir Februari lalu.

Diketahui, Iran sendiri dijadwalkan akan melakoni 3 pertandingan di Amerika Serikat. Tetapi, ketua federasi mereka Mehdi Taj baru-baru ini mengatakan bahwa negaranya siap untuk bertanding di Piala Dunia. Ia menegaskan akan melakukan boikot kepada Amerika Serikat.

"Kami akan mempersiapkan diri untuk Piala Dunia. Kami akan memboikot Amerika Serikat, tetapi kami tidak akan memboikot Piala Dunia," ujar Mehdi Taj dalam pernyataan resminya yang dikutip dari ESPN pada Jumat (20/3/2026).

Baca juga: Presiden FIFA: Sepak Bola dan Piala Dunia Jadi Alat Perdamaian

Skuad Timnas Iran di Piala Dunia 2022 (REUTERS)

Hal tersebut menyusul dengan pernyataan yang dikaitkan dengan Mehdi Taj yang diposting melalui akun X kedutaan Iran di Meksiko pada Selasa lalu, yang mana ia mengatakan bahwa mereka sedang bernegosiasi dengan FIFA untuk memindahkan seluruh pertandingan Iran ke Meksiko.

"Ketika [Presiden Donald] Trump secara eksplisit menyatakan bahwa dia tidak dapat menjamin keamanan tim nasional Iran, kami tentu tidak akan melakukan perjalanan ke Amerika. Saat ini kami sedang bernegosiasi dengan FIFA untuk menyelenggarakan pertandingan Iran di Piala Dunia di Meksiko," lanjutnya.

Kemudian, dalam sebuah pernyataan pada Selasa lalu, FIFA berharap agar semua tim yang berpartisipasi di turnamen tersebut dapat berkompetisi sesuai dengan jadwal yang telah diumumkan pada 6 Desember 2025 lalu.

"Secara teratur berhubungan dengan semua asosiasi anggota yang berpartisipasi, termasuk [Republik Islam] Iran, untuk membahas perencanaan Piala Dunia FIFA 2026. FIFA berharap semua tim yang berpartisipasi dapat berkompetisi sesuai dengan jadwal pertandingan yang diumumkan pada 6 Desember 2025," bunyi pernyataan resmi FIFA pada Selasa lalu.

Baca juga: Dominik Szoboszlai Senang disandingkan dengan Steven Gerrard

Sementara itu, presiden FIFA Gianni Infantino secara terbuka membahas konflik timur tengah untuk pertama kalinya setelah berakhirnya pertemuan dewan FIFA pada Kamis (19/3/2026) lalu.

"FIFA berharap semua tim yang berpartisipasi di Piala Dunia FIFA dapat berkompetisi dengan semangat fair play dan saling menghormati," ujar Infantino.

"Kami punya jadwal. Kami akan segera mengkonfirmasi 48 tim yang akan bertanding dan kami ingin Piala Dunia FIFA berjalan sesuai jadwal," imbuhnya.

Meskipun pertandingan grup Iran diundur sekalipun, tentunya masih akan ada masalah di pertandingan fase gugur. Apabila, Iran dan Amerika Serikat finish di posisi kedua grup mereka. Maka, kedua tim kemungkinan akan bertemu di AT&T Stadium, Arlington, Texas pada 3 Juli 2026 mendatang.

Baca juga: FIFA Denda Federasi Israel 150 Ribu Franc Swiss terkait Diskriminasi dan Rasisme

Menggeser jadwal pertandingan akan menjadi hal yang belum pernah terjadi sebelumnya kurang dari 3 bulan sebelum dimulainya Piala Dunia.

Sebelumnya, Donald Trump mengatakan bahwa tidak akan pantas bagi Iran untuk bermain di Piala Dunia demi keselamatan mereka.

Tak hanya itu, kantor berita Fars juga mengutip pernyataan Taj bahwa Iran ingin melanjutkan pertandingan persahabatan melawan Nigeria dan Kosta Rika pada akhir bulan ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ESPN

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU