INDOZONE.ID - Gennaro Gattuso menegaskan, bahwa masa depannya bersama Italia tidaklah penting usai gagal membawa Gli Azzurri lolos ke Piala Dunia 2026. Italia kalah dari Bosnia-Herzegovina di final playoff pada Rabu (1/4/2026), dini hari WIB.
Tanding di Stadion Bilino Polje, Italia takluk dari Bosnia-Herzegovina dengan skor 1-4 dalam adu penalti. Sebelumnya, kedua tim imbang 1-1 hingga babak perpanjangan waktu.
Kekalahan tersebut membuat Italia tidak lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kali secara beruntun.Italia terakhir kali tampil di Piala Dunia 2014 yang digelar di Brasil.
Kegagalan Italia lolos ke Piala Dunia 2026 membuat masa depan Gattuso di kursi kepelatihan jadi tanda tanya.
Pelatih berusia 48 tahun itu pun memutuskan akan bertahan atau tidak. Akan tetapi, Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) memberikan sinyal, bahwa ingin legenda AC Milan itu bertahan.
Baca juga: Top 10 Pemain Sayap Paling Eksplosif di Dunia Musim Ini: Dari Olise hingga Yamal
"Saya sama sekali tidak tertarik membicarakan masa depan saya hari ini," kata Gattuso, dilansir dari ESPN, Rabu (1/4/2026).
"Ini menyakitkan, sungguh menyakitkan. Lebih dari sekadar menyakitkan saya, menyakitkan melihat tim ini yang telah memberikan segalanya dalam beberapa bulan terakhir dan saya pikir kami pantas mendapatkan kembali apa yang telah kami berikan dan jujur saja saya pikir terlalu menyederhanakan dan terlalu kekanak-kanakan untuk membicarakan masa depan saya hari ini," lanjutnya.
Lebih lanjut, Gattuso juga menegaskan bahwa seharusnya yang dibicarakan saat ini adalah Italia. Menurutnya, kegagalan Azzurri lolos ke Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun merupakan pukulan telak.
Baca juga: Daftar Lengkap 46 Tim Lolos ke Piala Dunia 2026: Jangan Cari Italia!
"Di sini kita seharusnya membicarakan Italia, tentang seragam tim nasional, bahwa ini adalah pukulan lain meskipun kali ini kita tidak pantas mendapatkannya. Kita pantas mendapatkan lebih dan itulah mengapa masa depan saya tidak penting," tutur Gattuso.
Diketahui, Italia sebelumnya dikalahkan oleh Swedia dan Makedonia pada babak playoff kualifikasi untuk dua edisi Piala Dunia terakhir, yakni 2018 dan 2022. Catatan kelam ini ternyata kembali diulang pada tahun ini.
Padahal, Italia diharapkan bisa berbicara banyak sejak penunjukan Gattuso pada Juni 2025 lalu. Ia menggantikan Luciano Spalletti yang dipecat setelah rentetan hasil buruk.
Baca juga: Marc Cucurella Bicara Kekalahan dari PSG: Tim Kurang Pengalaman, Maresca Tak Seharusnya Dipecat
Gattuso diberi kontrak untuk menangani Italia hingga Piala Dunia 2026 berakhir, dengan perpanjangan kontrak otomatis hingga 2028 jika lolos ke Piala Dunia 2026.
Presiden FIGC, Gabriel Gravina, mengindikasikan Gattuso tetap bertahan sebagai pelatih meski Italia gagal ke Piala Dunia 2026.
"Saya harus memuji Gattuso. Saya pikir dia adalah pelatih hebat, dia memang pelatih hebat, saya telah memintanya untuk tetap bertanggung jawab atas para pemain ini," ujar Gravina dalam pernyataan resminya.
Kegagalan Italia ini makin menyakitkan mengingat Azzurri mengoleksi empat gelar juara Piala Dunia. Italia terakhir kali menjadi juara Piala Dunia pada 2006 silam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ESPN