INDOZONE.ID - Wasit tidak seterkenal pemain atau pelatih di antara pencinta sepak bola. Akan tetapi, jika menyebut nama Pierluigi Collina, hampir semua pencinta sepak bola mengenal wasit ini.
Collina bahkan disebut sebagai wasit terbaik di eranya, jika tidak mau disebut paling oke sepanjang masa.
Kombinasi keputusan tepat sasaran, ketegasan mutlak, dan kepemimpinan, membuat banyak pemain, termasuk yang berlabel bintang, segan kepada Collina.
Tak jarang, Collina bisa meredam keributan antara pemain dengan ketegasannya. Ia tidak akan segan menunjukkan bahwa dirinya merupakan pengadil di lapangan yang mengatur jalannya pertandingan.
Baca juga: Raphinha Kecam Kinerja Wasit Usai Barcelona Gagal Melaju ke Semifinal Liga Champions
Collina aktif sebagai wasit pada 1977 hingga 2005. Dalam kurun waktu itu, Collina jadi sosok yang disegani di atas lapangan hijau. Yuk, mengenal sosok ini lebih jauh!
Profil Pierluigi Collina
Collina lahir di Bologna, Italia, pada 13 Februari 1960. Sejak remaja, ia sudah akrab dengan sepak bola.
Ia bahkan pernah bermain sebagai bek tengah sebelum berpaling ke dunia wasit. Pada 1977, Collina mengikuti ajakan teman sekelasnya untuk mengikuti kursus wasit.
Collina yang dapat gelar sarjana ekonomi dari Universitas Bologna pada 1984 itu, ternyata menemukan bakat sejatinya dalam memimpin pertandingan.
Pada 1988, ia memimpin pertandingan Serie C1 dan Series C2. Selang tiga tahun, ia naik kelas dengan memimpin pertandingan Serie B dan Series A.
Karier Collina naik ke level berbeda pada 1995. Usai memimpin 45 pertandingan Serie A, ia masuk ke dalam Daftar Wasit FIFA.
Baca juga: Michael Carrick Akui Geram dengan Keputusan Wasit yang Beri Kartu Merah ke Lisandro Martinez
Dengan lisensi tertinggi itu, Collina pun memimpin berbagai partai puncak, baik domestik, eropa, maupun dunia.
Final pertama yang dipimpin Collina, adalah mempertemukan AC Parma dengan Juventus dalam perebutan gelar juara Coppa Italia 1994/1995. Juventus memenangkan pertandingan itu dengan skor 2-0.
Lalu, di sepak bola Eropa, Collina memimpin pertandingan final Liga Champions 1998/1999. Final itu menelurkan Manchester United (MU) sebagai juara usai menang dramatis 2-1 atas Bayern Munchen.
Final terbesar yang pernah dipimpin Collina, adalah partai puncak Piala Dunia 2002. Kala itu, ia jadi pengadil dalam pertandingan yang dimenangkan Brasil dengan skor 2-0 atas Jerman.
Lebih lengkap, simak daftar final yang dipimpin Collina di bawah ini:
Baca juga: Berapa Jumlah Wasit dalam Pertandingan Sepak Bola? Ini Penjelasannya Menurut FIFA dan IFAB
- Coppa Italia 1994/1995: AC Parma 0-2 Juventus.
- Olimpiade 1996: Nigeria 3-2 Argentina.
- Liga Champions 1998/1999: Manchester United 2-1 Bayern Munchen.
- Piala Tunisia 1998/1999: Esperance 2-1 Club Africain.
- Coppa Italia 2001/2002: Juventus 2-1 AC Parma.
- Piala Dunia 2002: Jerman 0-2 Brasil.
- Supercoppa Italia 2003/2004: Juventus 1-1 (6-4 adu penalti) AC Milan.
- Coppa Italia 2003/2004: Lazio 2-0 Juventus.
- Piala UEFA 2003/2004: Valencia 2-0 Olympieque Marseille.
- Supercoppa Italia 2004/2005: AC Milan 3-0 Lazio.
- Coppa Italia 2004/2005: AS Roma 0-2 Inter Milan.
Collina pensiun pada 2005. Sebelum pensiun, sepak terjang Collina sebagai wasit diganjar dengan berbagai penghargaan bergengsi, seperti Wasit Terbaik Dunia oleh Federasi Internasional Sejarah & Statistik Sepak Bola selama enam kali beruntun pada 1998 hingga 2003, dan Wasit Terbaik dalam Sejarah oleh France Football.
Setelah pensiun, Collina menjadi Ketua Wasit Serie A dan Kepala Petugas Perwasitan di UEFA. Sekarang, ia menjadi Ketua Komite Wasit FIFA yang menekankan standar perwasitan di seluruh dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: London Speaker Bureau Asia, Transfermarkt