Ravianto dan Raviandi Ramadhan. (ANTARA/Zuhdiar Laeis)
INDOZONE.ID - Perkembangan olahraga panjat tebing di Indonesia kini semakin berkembang, terutama di kalangan muda.
Kehadiran climbing gym di berbagai kota hingga pusat perbelanjaan membuat olahraga yang dulu identik dengan alam bebas ini, kini semakin mudah diakses oleh masyarakat awam.
Atlet panjat tebing andalan Indonesia, yang sekaligus saudara kembar, Ravianto dan Raviandi Ramadhan, menilai perkembangan fasilitas tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong meningkatnya minat anak muda terhadap olahraga tersebut.
Baca juga: Timnas Indonesia Menang 1-0 atas Mozambik, John Herdman Bongkar PR Skuad Garuda
Saat bertemu di Kantor Indozone pada 13 Mei 2026 silam, keduanya mengaku sempat merasakan masa ketika fasilitas latihan panjat tebing di Indonesia masih sangat terbatas.
"Climbing gym itu sebenarnya baru populer sekitar tujuh tahun belakangan. Sebelumnya kami latihan seadanya. Karena tempat latihannya outdoor, kalau hujan ya tidak bisa latihan," ujar mereka.
Meski menghadapi berbagai keterbatasan, kondisi tersebut tidak membuat mereka kehilangan semangat. Justru kekurangan fasilitas saat itu menjadi motivasi untuk terus berkembang menjadi lebih baik.
Menurut mereka, situasi saat ini jauh berbeda. Kehadiran climbing gym di berbagai lokasi, termasuk pusat perbelanjaan, membuat masyarakat lebih mudah mengenal dan mencoba olahraga panjat tebing tersebut.
"Ketika mulai ada climbing gym, termasuk yang ada di mal, kami juga mulai latihan di sana. Sekarang aksesnya jauh lebih mudah dibanding dulu," tambahnya.
Baca juga: Raih Dua Kemenangan di Laga Uji Coba, Inggris Siap Tunjukkan Penampilan Terbaik di Piala Dunia 2026
Perkembangan fasilitas tersebut dinilai turut berdampak pada peningkatan kualitas atlet panjat tebing Indonesia.
Di tingkat Asia, Ravianto dan Raviandi mengaku negara seperti Jepang, China, dan Korea Selatan masih menjadi negara-negara terkuat dalam cabang olahraga ini.
Meski demikian, mereka percaya diri dan optimis bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk bersaing di level internasional.
"Jepang, China, dan Korea memang kuat. Tapi karena kami sering bertemu mereka di berbagai kejuaraan, kami jadi bisa belajar dan pernah berada di atas mereka. Indonesia selalu punya peluang untuk meraih medali," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan