INDOZONE.ID - Pelatih Bayern Munchen, Vincent Kompany, legawa kiprah timnya di Liga Champions 2025/2026 berakhir di semifinal. Bayern disingkirkan Paris Saint-Germain (PSG) karena kalah agregat 5-6.
Pada leg II di Allianz Arena, Kamis (7/5/2026), Bayern meraih hasil imbang 1-1 lawan PSG. Padahal, Die Roten butuh kemenangan dengan selisih dua gol setelah kalah 4-5 pada leg I.
PSG bahkan unggul lebih dulu melalui gol cepat Ousmane Dembele saat pertandingan baru berjalan tiga menit. Bayern baru bisa menyamakan kedudukan jelang pertandingan berakhir melalui gol Harry Kane di menit 90+4.
Bayern pun gagal menambah pundi-pundi trofinya pada musim ini. Meski begitu, Kompany mencoba melihat dari sisi lain, dengan mengatakan bahwa timnya telah mengalami kemajuan pada musim ini.
Baca juga: Terkuak! Begini Alur Pemindahan Lokasi Persija Vs Persib dari GBK Digeser ke Samarinda
"Kami telah membuat kemajuan musim ini. Kami harus melakukannya lagi," ujar Kompany, dikutip dari ESPN, Kamis (7/5/2026).
Lebih lanjut, Kompany tidak ingin terlalu larut dalam kekecewaan. Apalagi, dalam pertandingan melawan PSG, Bayern telah tampil luar biasa meski tetap gagal melaju ke partai puncak.
"Saya tidak sanggup merasa kecewa terlalu lama. Pada akhirnya kami kalah dalam dua pertandingan yang sangat ketat melawan lawan yang sangat bagus. Kami perlu lebih tegas," lanjutnya.
Kompany juga memberikan selamat kepada PSG yang sukses melaju ke final Liga Champions. Akan tetapi, ia percaya akan ada kesempatan lain bagi timnya untuk mengukir prestasi di Liga Champions.
Baca juga: Jelang El Clasico Persija vs Persib, Shayne Pattynama Pede Amankan 3 Poin
"Selamat kepada Paris. Liga Champions musim ini telah berakhir bagi kami, tetapi akan ada kesempatan lain, dan itu menjadi motivasi bagi saya," tutur Kompany.
Kontroversi Wasit
Pertandingan tersebut juga menyajikan drama kala para pemain Bayern protes agar Nunes Mendes dapat kartu kuning kedua. Penyebabnya adalah bola mengenai lengan Mendes di babak pertama, tapi wasit Joao Pilhenro meniup peluit karena handball Konrad Laimer.
Protes kembali diserukan oleh para pemain Bayern ketika tendangan Vitinha mengenai tangan Joao Neves di kotak penalti. Wasti tidak menganggapnya handball karena pemain PSG yang lain melakukan sapuan tersebut.
Baca juga: Tiki Taka Adalah? Ini Asal-Usul Taktik yang Sempat Bikin Geger Dunia Sepak Bola
Kompany tidak terlalu memikirkan keputusan wasit meski merasa seharusnya waktu tambahan yang diberikan lebih banyak.
Dalam pertandingan tersebut, Bayern sejatinya mendominasi permainan, tapi PSG lebih efisien dalam melancarkan serangan.
Dalam wawancara terpisah, Manuel Neuer menyebut PSG sangat mematikan. Itu berkaca dari banyaknya gol yang dicetak PSG kala bersua Bayern di semfiinal.
"PSG sangat mematikan dengan lima gol mereka dan cara mereka mencetak gol [pekan lalu]. Itulah yang kami butuhkan hari ini. Saya pikir kami hampir mencapai final tetapi tidak bisa menyelesaikan pekerjaan," tegas Neuer.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ESPN