Minggu, 17 MEI 2026 • 14:40 WIB

Mohamed Salah Sebut Liverpool Harus Kembali ke Gaya Permainan Heavy Metal

Author

Pemain Liverpool, Mohamed Salah, beri tepuk tangan untuk para fans. (REUTERS/David Klein)

INDOZONE.ID - Bintang Liverpool, Mohamed Salah baru-baru ini mengkritik permainan timnya usai kalah telak atas Aston Villa pada Sabtu (16/5/2026) dini hari WIB.

Diketahui, Liverpool harus kalah telak dengan skor 4-2 atas Aston Villa pada pertandingan yang digelar di Villa Park.

Pada pertandingan tersebut, Mohamed Salah masuk sebagai pemain pengganti setelah gol peny equalizer yang dicetak oleh Virgil van Dijk, yang kemudian dengan cepat di balas oleh tim tuan rumah yang sukses mengekspos kelemahan tim besutan Arne Slot itu.

Dalam cuitan Mohamed Salah di akun X miliknya, ia mengaku telah melihat timnya dari peragu menjadi percaya.

Baca juga: Sudah Teken Kontrak, Xabi Alonso Selangkah Lagi Resmi Jadi Pelatih Chelsea!

Pemain Liverpool, Mohamed Salah, merayakan golnya ke gawang Wolverhampton Wanderers. (Reuters/Andrew Boyers)

Ia menyebut kekalahan atas Aston Villa sangatlah menyakitkan, tidak hanya dari sisi pemain saja tapi juga para penggemar.

"Saya telah menyaksikan klub ini berubah dari peragu menjadi percaya, dan dari percaya menjadi juara. Itu membutuhkan kerja keras dan saya selalu melakukan semua yang saya bisa untuk membantu klub mencapai titik itu. Tidak ada yang membuat saya lebih bangga dari itu," cuit Mohamed Salah melalui akun X miliknya yang dikutip dari ESPN pada Minggu (17/5/2026).

"Kekalahan kami yang kena lagi musim ini sangat menyakitkan dan bukan yang pantas diterima oleh para penggemar kami," lanjutnya.

Lebih lanjut, Mohamed Salah juga mengakui bahwa ia ingin melihat gaya permainan Liverpool yang dulu, yang mana di bawah asuhan Jurgen Klopp, timnya menerapkan gaya permainan Heavy Metal.

Baca juga: Menerawang Calon Kiper Terbaik: Mengapa 5 Nama Ini Berpotensi Sabet Golden Glove Piala Dunia 2026

"Saya ingin melihat Liverpool kembali menjadi tim penyerang 'heavy metal' yang ditakuti lawan dan kembali menjadi tim yang memenangkan trofi. Itulah gaya sepak bola yang saya tahu cara memainkannya dan itulah identitas yang perlu dipulihkan dan dipertahankan untuk selamanya," ujar pemain berusia 34 tahun itu menambahkan.

Kendati begitu, gaya permainan Liverpool saat ini tidak bisa dinegosiasikan. Sebab, Arne Slot memiliki gaya permainannya sendiri. 

Bintang Timnas Mesir itu juga menegaskan bahwa tujuan Liverpool adalah meraih kemenangan demi kemenangan.

"Hal ini tidak bisa dinegosiasikan dan setiap orang yang bergabung dengan klub ini harus beradaptasi dengannya,"  ujar mantan pemain AS Roma itu memaparkan.

"Memenangkan beberapa pertandingan di sana-sini bukanlah tujuan utama Liverpool. Semua tim pasti memenangkan pertandingan," cuitnya lagi.

Baca juga: Persib Penuh Motivasi Hadapi 2 Laga Pamungkas Super League Musim Ini

Dominik Szoboszlai dan Alexis Mac Allister sebelum pertandingan melawan Tottenham Hotspur di Anfield pada Minggu (16/3/2026) (Instagram @liverpoolfc)

Salah juga mengatakan bahwa Liverpool merupakan klub yang spesial bagi dirinya dan juga keluarganya. Tak hanya itu, mantan pemain FC Basel itu juga ingin melihat The Reds sukses saat ia pensiun nanti.

Oleh karena itu, membawa Liverpool lolos ke Liga Champions musim depan menjadi target minimum yang harus diraih.

"Liverpool akan selalu menjadi klub yang sangat berarti bagi saya dan keluarga saya. Saya ingin melihatnya sukses untuk waktu yang lama setelah saya pensiun," tutur Mohamed Salah memaparkan.

"Seperti yang selalu saya katakan, lolos ke Liga Champions musim depan adalah target minimum dan saya akan melakukan segala yang saya bisa untuk mewujudkannya," tulis Salah menutup cuitannya.

Baca juga: Matthijs de Ligt Dipastikan Absen Bela Belanda di Piala Dunia 2026

Sementara itu, Gerrard angkat angkat bicara soal unggahan terbaru Salah. Ia mengatakan bahwa Mohamed Salah jarang bicara dan menyebut bahwa hal itu sangat memberatkan pelatih.

"Saya pikir dia sedang mengirim pesan ke luar bahwa ada sesuatu yang tidak beres di ruang ganti Liverpool, identitasnya telah hilang dan itu benar-benar menyakitinya melihatnya di depan matanya sendiri," ujar Gerrard dalam pembicaraannya yang dikutip dari TNT Sports.

"Saya terkejut -- waktunya, tinggal satu pertandingan lagi, pertandingan terakhirnya untuk Liverpool. Dia sangat jarang berbicara. Tapi itu cukup memberatkan bagi manajer Liverpool dan stafnya dalam hal kondisi tim ini," imbuh mantan kapten Liverpool dan Timnas Inggris itu.

Baca juga: Carlo Ancelotti Resmi Perpanjang Masa Baktinya Bersama Brazil Hingga Piala Dunia 2030

Mohamed Salah sendiri dipastikan akan hengkang dari Liverpool pada akhir musim ini, sekaligus mengakhiri kariernya bersama klub Merseyside selama 9 tahun.

Bersama Liverpool, Mohamed Salah telah memenangkan dua gelar Liga Inggris, dua gelar FA Cup dan satu gelar Liga Champions.

Liverpool akan mengukuhkan tempatnya di kompetisi Eropa bergantung dengan pertandingan terakhirnya di Premier League pada 24 Mei 2026 mendatang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ESPN

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU