INDOZONE.ID - Pembalap KTM Redbull, Pedro Acosta, mengkritik keputusan untuk mengulang balapan pada MotoGP Catalunya setelah dua kali red flag. Ia mengatakan, seharusnya pihak penyelenggara tidak perlu untuk mengulang balapan setelah red flag kedua.
Diketahui, MotoGP Catalunya yang digelar di Sirkuit Barcelona-Catalunya diwarnai dua insiden fatal yang membuat balapan sempat dihentikan dua kali.
Insiden pertama terjadi pada lap ke-12, yang mana Alex Marquez menabrak bagian belakang motor Pedro Acosta yang tiba-tiba melambat.
Hal itu membuat adik Marc Marquez ini terpental ke sisi kanan aspal, dan mengalami cedera patah tulang selangka dan retak pada tulang leher.
Sementara itu, red flag kedua dikibarkan setelah Johann Zarco terlibat tabrakan beruntun dengan Luca Marini dan Peco Bagnaia di tikungan 1 pada awal restart pertama.
Baca juga: Aturan Tie-Breaker Piala Dunia 2026: Begini Cara FIFA Tentukan Tim Lolos Fase Grup
Balapan akhirnya berlangsung 12 lap dengan Fabio Di Giannantonio keluar sebagai juara MotoGP Catalunya. Sementara itu, Pedro Acosta alami kecelakaan di putaran terakhir setelah bersentuhan dengan Ai Ogura.
Setelah balapan berakhir, Pedro Acosta menolak untuk berkomentar soal tabrakannya dengan Oi Ogura. Akan tetapi, ia justru mengkritik keputusan MotoGP untuk mengulang balapan setelah red flag kedua.
"Yah, saya sebenarnya tidak ingin membicarakan balapan karena saya pikir hal terpenting hari ini adalah Alex dan Johann; tampaknya, [setelah] mereka melewati bagian terburuk dari segalanya, mereka baik-baik saja," ujar Pedro Acosta, dikutip dari TNT Sports, pada Senin (18/5/2026).
"Untuk itu, kita menunggu kabar tentang keduanya. Balapan ini, semua hal yang bisa salah, tampaknya memang salah hari ini," lanjutnya.
Acosta menjelaskan, motornya alami masalah kelistrikan pada MotoGP Catalunya dan membuatnya kehilangan kendali gas. Ia mengatakan, semuanya berjalan cukup buruk.
"Saya mengalami masalah kelistrikan. Di lintasan lurus, saya tiba-tiba kehilangan kendali gas sama sekali. Semuanya berjalan sangat buruk. Karena itu, saya rasa tidak perlu membicarakan tentang perlombaan tersebut," tutur Acosta.
"Maksudku, aku pergi dengan motor yang lain, motornya baik-baik saja. Tapi tidak pernah mudah untuk kembali lagi setelah situasi yang tidak menyenangkan, seperti yang kita alami hari ini, setelah kecelakaan besar yang menimpa Alex," lanjutnya.
Di akhir wawancara, Pedro Acosta menegaskan, untuk mengulang balapan sampai 3 kali tidak perlu. Menurutnya, tidak baik untuk melakukan balapan sebanyak tiga kali.
Baca juga: Resmi Tinggalkan Manchester United, Rasmus Hojlund Permanen ke Napoli
"Lagipula, menurut saya tidak perlu lagi melakukan percobaan ketiga setelah dua kali bendera merah dikibarkan. Menurutku, hal-hal ini sebenarnya tidak perlu. Pada akhirnya, acaranya penting, tetapi kitalah yang membuat acara itu. Oleh karena itu, tidak begitu baik untuk mengadakan tiga balapan hari ini," ujar pembalap berusia 21 tahun itu menjelaskan.
"Seperti yang saya katakan, tidak perlu mencoba untuk ketiga kalinya sesuatu yang bisa berjalan sangat buruk. Acaranya penting, tetapi pada akhirnya kitalah yang membuat acara tersebut," sambungnya.
Sementara itu, pembalap Aprillia Jorge Martin menegaskan, perlu adanya sisi kemanusiaan setelah insiden yang terjadi di Catalunya. Sehingga, ia hampir sependapat dengan Acosta bahwa pihak MotoGP tidak perlu melanjutkan balapan dan mengulang balapan sampai tiga kali.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: TNT Sports