Senin, 25 MEI 2026 • 13:10 WIB

Pep Guardiola Minta Pemain Manchester City untuk Jaga Standar Permainan usai Kepergiannya

Author

Momen perpisahan Pep Guardiola dengan Manchester City. (Reuters/Jason Cairnduff)

INDOZONE.ID - Laga pekan terakhir Premier League antara Manchester City vs Aston Villa pada Minggu (24/5/2026) malam WIB terasa emosional bagi seluruh Cityzens di seluruh dunia, khususnya Indonesia. Sebab, pertandingan tersebut merupakan laga perpisahan Pep Guardiola serta dua pemain mereka Bernardo Silva dan John Stones.

Dalam laga yang digelar di Etihad Stadium, Manchester City harus kalah 1-2 atas Aston Villa. Hasil ini tentu jadi perpisahan yang pahit bagi Pep Guardiola, Bernardo Silva dan juga John Stones.

Meski begitu, sorotan penggemar The Citizens justru hadir selepas pertandingan, saat Manchester City mengadakan acara perpisahan kecil-kecilan untuk Pep Guardiola, Bernardo Silva dan juga John Stones.

Dalam acara perpisahan tersebut, Pep Guardiola memberikan pidato perpisahannya di hadapan ribuan fans Manchester City yang memadati Etihad Stadium dan juga dihadapan para staff dan juga pemain.

Baca juga: Tottenham Selamat, Tiga Klub Resmi Degradasi dari Liga Inggris

Perpisahan Pep Guardiola dengan Manchester City (Instagram @mancity)

Dalam pidatonya itu, pelatih berusia 55 tahun itu meminta para pemain untuk tetap jaga standar permainan di bawah pelatih baru, dan ia juga memberikan candaan untuk menonton pertandingan City di tribun baru Etihad Stadium yang diberi nama "Pep Guardiola Stand".

"Para pemain tidak mengetahuinya, tetapi saya akan berada di sana [di tribun yang baru berganti nama] untuk mengendalikan mereka," ujar Pep Guardiola dalam pidatonya yang dikutip dari kanal YouTube Manchester City pada Senin (25/5/2026).

"Para pemain memiliki tanggung jawab besar untuk mempertahankan standar ini. Semoga mereka terus berjuang dan berjuang. Ini adalah rumah saya," tutur mantan pelatih Barcelona dan Bayern Munich itu melanjutkan.

Guardiola meninggalkan Manchester City dengan legacy yang begitu besar. Selama 10 tahun melatih City, pelatih asal Spanyol itu telah mempersembahkan 20 trofi, termasuk 6 gelar Premier League dan 1 gelar Liga Champions.

Baca juga: Bawa Bayern Munich Juara DFB-Pokal, Harry Kane Gembira: Ini Malam Terbaik Dalam Karier Saya!

Di bawah asuhan Guardiola, Manchester City mampu mencetak sejarah yang belum pernah dilakukan tim Inggris lainnya, mulai dari mengakhiri musim dengan torehan 100 poin di Premier League 2017/18, menjadi tim Inggris pertama yang memenangkan 4 trofi domestik pada musim 2018/19, hingga meraih treble winners pada musim 2022/23 lalu.

Pep Guardiola juga merasa terhormat diberi kepercayaan untuk melatih Manchester City selama 10 tahun. Ia juga mengatakan bahwa keputusan yang ia ambil merupakan keputusan yang terbaik untuk City.

"Ini adalah kehormatan besar yang akan dirasakan keluarga saya seumur hidup. Dalam beberapa tahun ke depan, di mana pun di dunia, jika Anda melihat saya di jalanan atau di sini di Stadion Etihad, jika Anda adalah penggemar City, datanglah kepada saya," ujar Pep Guardiola.

"Merupakan suatu kehormatan besar untuk mewakili klub ini. Setiap keputusan yang saya ambil, saya pikir adalah yang terbaik untuk klub ini. Saya sangat mencintai kalian. Ini sangat menyenangkan," ujar pelatih asal Spanyol itu menutup wawancara.

Kepergian Pep Guardiola tentunya menjadi perombakan besar bagi Manchester City, yang mana mereka mulai musim depan akan dilatih oleh Enzo Maresca yang merupakan mantan asisten Pep. Maresca sendiri telah setuju untuk melatih The Citizens musim depan.

Meski begitu, banyak penggemar yang berharap agar Maresca bisa mempertahankan legacy Pep Guardiola di Manchester City.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: YouTube Man City

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU