INDOZONE.ID - Kabar mengejutkan datang dari Persib Bandung yang dapat sanksi FIFA usai pekan lalu memastikan diri sebagai kampiun Super League 2025/2026.
Sanksi FIFA yang berlaku sejak 29 Mei 2026 itu, membuat Persib tidak dapat mendaftarkan pemain baru. Batas waktu sanksi terhadap Persib ini belum ditentukan.
Masalah Kontrak Daisuke Sato, Bukan Penunggakan Gaji
Manajemen Persib merespons sanksi FIFA ini melalui Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan.
Ia menjelaskan, bahwa akar masalah dari sanksi FIFA ini adalah terminasi lebih cepat kontrak Daisuke Sato, mantan pemain asing Persib asal Filipina, pada 2023 lalu.
Baca juga: Michael Essien Turut Ucapkan Selamat untuk Persib Bandung usai Juara Super League 2025/26
Perkara ini berlanjut ke Court of Arbitration for Sport (CAS) yang putusan akhirnya mengurangi nilai kompensasi ketimbang tuntutan awal kepada klub.
Adhitia menegaskan, bahwa sanksi ini bukan soal penunggakan gaji atau pengabaian hak-hak pemain, melainkan sengketa kontraktual.
“Karena itu, penting untuk ditegaskan bahwa perkara ini bukan terkait penunggakan gaji pemain maupun pengabaian hak-hak pemain, melainkan merupakan sengketa kontraktual yang telah melalui proses hukum sesuai mekanisme yang berlaku dalam sepak bola internasional,” ungkap Adhitia, dikutip dari laman resmi Persib, Sabtu (30/5/2026).
Persib Sedang Selesaikan Kewajiban
Persib kini sedang menyelesaikan kewajiban dari putusan tersebut. Setelah kewajiban terpenuhi, Persib dapat melakukan registrasi pemain kembali.
Adhitia menegaskan, situasi ini tidak mempengaruhi stabilitas operasional maupun rencana strategi klub.
Persib tetap melakukan persiapan tim, aktivitas rekrutmen, pengelolaan organisasi, dan berbagai program pengembangan yang telah dirancang sesuai target.
Baca juga: Klasemen Akhir Super League Musim Ini: Persib Juara, Borneo FC Runner-Up!
“Dalam industri sepak bola profesional, sengketa kontraktual, dan sanksi administratif, merupakan dinamika yang dapat terjadi dan pernah dialami oleh sejumlah klub besar dunia, seperti Chelsea FC, FC Barcelona, Real Madrid CF, dan Atletico Madrid,” beber Adhitia.
“Situasi tersebut tidak menghalangi klub-klub tersebut untuk tetap beroperasi secara profesional dan menyelesaikan setiap proses melalui jalur regulasi yang tersedia,” jelasnya.
Adhitia menegaskan, Persib berkomitmen menyelesaikan seluruh proses dengan baik serta memastikan kepentingan klub tetap terjaga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Persib Bandung