INDOZONE.ID - Catur merupakan olahraga yang menitikberatkan pada strategi dan taktik ketimbang fisik. Oleh sebab itu, olahraga ini memiliki istilah-istilah yang pemula harus tahu.
Catur merupakan salah satu olahraga yang paling mudah dijumpai di Indonesia. Ambil contoh, dua orang ojol bermain catur di pinggir jalan untuk mengisi waktu istirahat.
Meski banyak orang memainkan olahraga ini, belum tentu mereka tahu istilah-istilah dalam catur. Karena istilah catur begitu banyak, mempelajarinya akan jadi pekerjaan rumah tersendiri bagi pemula.
Supaya pemula gak bingung, yuk simak nama-nama pion dan bidak catur hingga istilah dasar dalam olahraga ini!
Baca juga: Strategi Remis: Cara Cerdas Menyelamatkan Permainan Saat Terdesak di Papan Catur!
Nama-nama Pion dan Bidak Catur
1. Pion
Dalam sebuah permainan catur, pion merupakan bidak yang paling banyak jumlahnya, yaitu delapan, baik putih maupun hitam.
Pion bergerak maju, tapi dapat melangkah diagonal untuk menangkap lawan. Langkah pion cuma sepetak saja.
2. Benteng
Benteng ada dua di kedua belah tim. Benteng bergerak ke sejumlah petak dengan bentuk horizontal atau vertikal.
Gerakan unik ini membuat benteng jadi salah satu bidak yang memberikan ancaman nyata kepada lawan.
3. Ksatria
Seperti benteng, ksatria juga berjumlah dua, baik putih maupun hitam. Akan tetapi, pergerakan ksatria berbeda dari benteng.
Ksatria bergerak dua petak ke satu arah, lalu satu petah tegak lurus, seperti membentuk huruf “L”. Di Indonesia, ksatria dikenal dengan sebutan kuda.
4. Uskup
Lalu, ada uskup yang berjumlah dua juga untuk setiap tim, seperti benteng dan ksatria. Uskup bergerak secara diagonal dengan mengikuti satu petak warna sepanjang permainan.
Kamu harus tahu, Di Indonesia, uskup umum disebut sebagai gajah. Uskup punya nama lain di Tanah Air, seperti ksatria.
5. Ratu
Bidak khusus paling fungsional dan berbahaya dalam permainan catur adalah ratu. Bagaimana tidak, pergerakan ratu menggabungkan kekuatan benteng dan uskup. Setiap tim cuma punya satu ratu.
Dalam berbagai strategi dan taktik catur, ratu jadi bidak khusus paling serbaguna. Meski begitu, penggunaannya harus tepat jika tidak mau ratu ditangkap lawan pada awal permainan.
Apakah di Indonesia ada sebutan lain untuk bidak ini? Tentu saja, ratu juga disebut menteri oleh masyarakat Indonesia.
6. Raja
Terakhir ada raja yang hanya ada satu di setiap tim. Raja merupakan bidak khusus yang tidak boleh ditangkap lawan karena itu menandakan akhir dari permainan. Tim yang rajanya tidak lari dari penangkapan lawan, dinyatakan kalah.
Meski punya nilai amat penting, raja cuma bergerak satu petak saja ke segala arah. Keterbatasan itu membuat penempatan raja sepanjang permainan amat penting, supaya tidak terjebak dalam situasi membahayakan.
Istilah Catur yang Pemula Harus Tahu
Setelah tahu nama-nama pion dan bidak catur, selanjutnya kamu akan disajikan informasi tentang istilah umum dalam permainan catur.
Istilah-istilah ini harus dipahami oleh pemula yang ingin mempelajari olahraga ini dari nol. Berikut istilah dalam catur yang pemula harus tahu:
Baca juga: Apa Itu Skakmat dalam Permainan Catur? Ini Penjelasannya
1. Check
Raja diserang sehingga harus melakukan respons supaya tidak kalah.
2. Checkmate
Raja diserang tanpa jalan untuk melarikan diri sehingga kalah dalam permainan.
3. Capture
Menangkap bidak lawan.
4. Develope
Libatkan bidak-bidak lain dalam permainan demi memperkaya serangan atau sebagai upaya pertahanan.
5. Castle
Raja dan benteng bergerak untuk mengamankan diri dari serangan lawan.
6. Stalemate
Tidak ada gerakan legal untuk melakukan check, yang menandakan permainan berakhir imbang.
7. Promotion
Pion mencapai baris terakhir papan permainan sehingga berubah menjadi bidak khusus.
8. En Passant
Penangkapan bidak khusus setelah melakukan langkah ganda.
Nah, itulah istilah catur yang pemula harus tahu. Setelah ini, kamu bisa mulai belajar catur kepada ahlinya. Apakah kamu tertarik jadi atlet catur profesional?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Indian Chess Company, World Chess