Rabu, 10 JUNI 2026 • 20:15 WIB

Beckham Putra Diduga Dapat Hujatan dari Oknum Suporter Timnas Indonesia, PSSI Siap Tindak Tegas!

Author

Pemain Timnas Indonesia, Beckham Putra, vs Oman di SUGBK, Jumat 5 Juni 2026. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

INDOZONE.ID - Pemain Timnas Indonesia, Beckham Putra, diduga dapat hujatan dari oknum suporter Skuad Garuda. Kejadian ini pun dapat perhatian serius dari PSSI.

PSSI melalui Sekretaris Jenderal (Sekjen) Yunus Nusi, menyesalkan kejadian yang menimpa Beckham Putra usai Timnas Indonesia menang 1-0 atas Mozambik di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Selasa 9 Juni 2026, malam WIB.

Pemain Timnas Indonesia, Beckham Putra, vs Oman di SUGBK, Jumat 5 Juni 2026. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

“PSSI sangat menyesalkan kejadian ini yang terjadi setelah pertandingan usai. Perlakuan yang diterima pemain Timnas Indonesia, Beckham Putra, sangat tidak elok dan tidak etis,” kata Sekjen PSSI, Yunus Nusi, via rilis yang diterima Indozone, Rabu (10/6/2026).

Yunus Nusi menyatakan PSSI tidak mengharapkan kejadian terhadap pemain Persib Bandung itu, yang merupakan salah satu aset Timnas Indonesia. Dengan umur yang baru 23 tahun, Beckham bisa jadi tulang punggung Timnas Indonesia di masa depan.

Baca juga: Kim Sang-sik Hadir di Laga Indonesia vs Mozambik, Ini Respons John Herdman

Ia mengingatkan suporter untuk tetap menjaga perasaan dan kondisi psikologis para pemain Timnas Indonesia saat memberikan kritik.

Jika ada rivalitas klub, Yunus Nusi menilai itu wajar untuk membangun level kompetitif di liga yang berujung pada peningkatan kualitas Timnas Indonesia. Tapi, Yunus Nusi minta rivalitas itu tidak dibawa ke level Timnas Indonesia.

“Kami selalu mengingatkan kepada para suporter agar menjaga perasaan dan kondisi psikologis para pemain Timnas Indonesia. Kalau memang ada rivalitas klub, biarlah rivalitas itu menjadi bagian dari upaya memperkuat kompetisi sepak bola Indonesia,” ungkap Yunus Nusi.

“Jangan sampai rivalitas tersebut membuat kita melakukan hal-hal yang tidak baik kepada pihak lain. Apa pun klub yang berkompetisi di Liga 1 maupun Championship, jangan sampai sentimen itu terbawa ke Timnas Indonesia,” bebernya.

PSSI Siap Tindak Tegas

PSSI tidak tinggal diam menghadapi kejadian seperti ini. Supaya tidak terulang yang merugikan pemain, terutama dari sisi psikologis, PSSI akan minta panitia menelusuri kejadian tersebut via CCTV.

“Ke depan, jangan sampai kondisi psikologis mereka mendapat tekanan seperti ini. Saya akan meminta panitia untuk menelusuri kejadian tersebut melalui rekaman CCTV maupun kamera yang ada, guna mengidentifikasi orang atau suporter yang melakukan makian maupun hujatan kepada pemain,” ungkap Sekjen PSSI itu.

Selain itu, Yunus Nusi menyebut PSSI akan menindak tegas oknum suporter tersebut. Bahkan, PSSI membuka peluang untuk melarang oknum suporter tersebut untuk masuk ke stadion saat Timnas Indonesia tanding pada masa mendatang.

“Kami akan berupaya menindak suporter seperti itu. Bahkan, bukan tidak mungkin mereka akan kami larang masuk stadion saat Timnas Indonesia bertanding,” jelasnya.

“Saya akan melaporkan hal ini dan mendiskusikannya dengan Ketua Umum PSSI serta anggota Exco. Kami akan mencari pihak yang bersangkutan,” ungkap Yunus Nusi.

Ia menegaskan, bahwa suporter mengatai, menghujat, dan melontarkan makian kepada pemain Timnas Indonesia, sudah keterlaluan.

Selebrasi Pemain Timnas Indonesia, Beckham Putra, usai cetak gol ke gawang Sain Kitts and Nevis. (Antara Foto/Asprilla Dwi Adha)

“Masa ada suporter yang mengatai, menghujat, dan melontarkan makian kepada pemain Timnas Indonesia? Ini sudah keterlaluan,” tegasnya.

Persatuan saat Dukung Timnas Indonesia

Senada dengan Sekjen PSSI, Ketua Badan Timnas (BTN), Sumardji, menilai persatuan harus dikedepankan saat mendukung Skuad Garuda.

Baca juga: Melesat, Ranking FIFA Timnas Indonesia Usai FIFA Matchday Juni 2026 Naik 4 Posisi!

“Ketika pemain sudah berada di Timnas Indonesia, yang harus dikedepankan adalah persatuan dan dukungan penuh kepada tim. Rivalitas klub seharusnya ditinggalkan terlebih dahulu karena yang sedang diperjuangkan adalah kepentingan bangsa dan negara,” jelas Sumardji.

Sumardji menegaskan, bahwa tidak ada klub saat pemain sudah bergabung ke Timnas Indonesia. Sebab, tujuannya adalah mengharumkan nama Indonesia di mata dunia.

“Kalau sudah berbicara Timnas Indonesia, tidak ada lagi klub-klub lainnya. Yang ada adalah Indonesia. Semua harus bersatu memberikan dukungan agar para pemain bisa fokus dan berjuang maksimal untuk mengharumkan nama bangsa,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pers Rilis

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU