INDOZONE.ID - Pelatih Timnas Kanada, Jesse Marsch memuji antusias dukungan penggemar saat timnya bermain imbang melawan Bosnia pada pertandingan pembuka grup B Piala Dunia 2026 pada Sabtu (13/6/2026) dini hari WIB.
Dalam pertandingan yang digelar di BMO Fields, Kanada harus puas bermain imbang 1-1 melawan Bosnia, yang mana hasil tersebut menjadi poin pertama bagi Les Rogues di Piala Dunia 2026.
Pada laga tersebut, Kanada meman sempat tertinggal dulu oleh Bosnia melalui gol yang dicetak oleh Jovo Lukic pada menit ke-21.
Sementara itu, Kanada berhasil menyamakan kedudukan melalui gol pemain pengganti Cyle Larin pada menit ke-78, yang mana gol tersebut berhasil membawa mereka meraih satu poin berharga pada pertandingan pembuka Piala Dunia 2026.
Baca juga: Tak Mau Terlena Popularitas, Ravianto dan Raviandi Ramadhan Selalu Ingat Perjuangan dari Nol
Namun, antusias para penonton khususnya penggemar Kanada menjadi salah satu motivasi utama bagi Les Rogues untuk menahan imbang salah satu tim kuda hitam Eropa itu, dan hal tersebut menjadi sorotan sang pelatih Jesse Marsch.
Mantan pelatih Leeds United itu memuji antusias para penonton dan penggemar pada pertandingan melawan Bosnia, yang mana dalam laga tersebut dihadiri sebanyak 43.000 penonton.
Menurut Marsch, pertandingan pembuka melawan Bosnia menjadi hari yang spesial bagi Kanada, yang mana para penggemar cukup totalitas dalam mendukung timnya.
"Pekan di Toronto sungguh luar biasa. Para penggemar sangat hebat," ujar Jesse Marsch dalam konferensi persnya setelah pertandingan yang dilansir dari ESPN pada Sabtu (13/6/2026).
Baca juga: Ini 5 Otot yang Dilatih dalam Gerakan Push-Up, Apa Saja Ya?
"Stadion bergemuruh saat kami mencetak gol. Ini adalah poin [Piala Dunia] pertama dalam sejarah Kanada, jadi kami harus senang dan menikmatinya. Kami berusaha membuka jalan untuk masa depan, tetapi juga memanfaatkan momen saat ini," lanjutnya.
Tak cuma itu, Jesse Marsch juga menyoroti andil dari para penggemar yang membantu Kanada bangkit dari ketertinggalan dan sukses menyamakan kedudukan melalui sepakan Cyle Larin pada menit ke-78.
"Saat penonton mulai merasakan bahwa tim semakin berkembang dalam permainan, khususnya di babak kedua, Anda bisa merasakan mereka bersorak lebih keras dan lebih berpartisipasi serta mendorong tim. Itulah yang kita butuhkan," ujar mantan pelatih RB Leipzig itu menambahkan.
"Kami membutuhkan dukungan penonton tuan rumah untuk menyemangati tim, memberi tekanan pada wasit, dan menciptakan suasana yang penuh tekanan. Kami juga akan membutuhkannya di Vancouver. Penonton yang luar biasa, tetapi juga tim yang menunjukkan kepercayaan pada kelompok kami, dan itu sangat penting bagi kami," ujarnya lagi.
Baca juga: Thomas Tuchel Angkat Bicara Soal Tawaran Manchester City Kepada Elliot Anderson
Kanada sendiri selanjutnya akan menghadapi Qatar pada Jumat (19/6/2026) mendatang di Vancouver, yang mana kemenangan di laga kedua akan menjadi membuka jalan bagi Kanada untuk lolos ke babak 32 besar.
Jesse Marsch pun juga memperkirakan bahwa pertandingan di Vancouver melawan Qatar, stadion di prediksi akan kembali penuh dan banyak masyarakat Kanada yang hadir di stadion untuk mendukung negaranya secara langsung.
"Para penggemar di Vancouver, saya mengenal mereka. Ini adalah kota sepak bola. Mereka mencintai tim nasional mereka. Jadi saya memperkirakan stadion akan penuh lagi, dengan jersey merah. Betapa menakjubkannya melihat sekeliling hari ini dan melihat semua jersey merah ini dan lautan warna merah di stadion," kata pelatih kelahiran Amerika Serikat itu.
Baca juga: PSSI Resmi Bekerja Sama dengan International Labour Organization untuk Menolak Pekerja Anak
"Dan untuk melakukan hal yang sama, untuk mendorong tim, sejak awal pertandingan membuat mereka merasa dicintai dan percaya diri. Itu adalah faktor besar mengapa kami mampu mendapatkan satu poin hari ini," imbuhnya.
Marsch akui bahwa ia belum cukup untuk mempersiapkan timnya untuk menghadapi babak pertama pada laga kontra Bosnia. Namun, respon timnya di babak kedua cukup bagus ditambah lagi pesan darinya cukup membantu timnya untuk bangkit di babak kedua,
Meski begitu, Jesse Marsch menyebut bahwa hasil imbang melawan Bosnia merupakan hasil yang cukup adil bagi timnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ESPN