Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 12 JUNI 2026 • 20:14 WIB

PSSI Resmi Bekerja Sama dengan International Labour Organization untuk Menolak Pekerja Anak

PSSI Resmi Bekerja Sama dengan International Labour Organization untuk Menolak Pekerja AnakKampanye PSSI bersama ILO untuk menolak pekerja anak (PSSI)

INDOZONE.ID - PSSI baru saja mencatatkan sejarah sebagai federasi sepak bola kelima yang ikut berpartisipasi dalam upaya global menolak pekerja anak.

PSSI melalui PT Garuda Sepak Bola Indonesia (GSI) telah resmi bekerja sama dengan International Labour Organization (ILO), untuk menggaungkan gerakan global yang bertajuk Red Card to Child Labour.

Kampanye tersebut telah digaungkan saat pertandingan Garuda Championship 2026 antara Timnas Indonesia kontra Mozambik di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Selasa 9 Juni 2026. Kampanye tersebut juga dalam rangka menyambut hari menentang pekerja anak dunia yang selalu diperingati setiap 12 Juni.

Dalam aksi yang digelar di sela-sela pertandingan melawan Mozambik, ditayangkan juga pesan-pesan edukasi di layar besar di dalam stadion. Lalu, dilanjutkan dengan pembacaan manifesto oleh announcer hingga maskot Timnas Indonesia yang membentangkan banner bertuliskan Red Card to Child Labour.

Baca juga: Bukan Asal Pukul! Membedah Aturan Skor dan Penentuan Kemenangan KO dalam Pertandingan Silat

PSSI Resmi Bekerja Sama dengan International Labour Organization untuk Menolak Pekerja AnakMaskot Timnas Indonesia saat bentangkan banner "Red Card to Child Labour" pada laga melawan Mozambik di GBK pada Selasa (9/6/2026) (PSSI)

Oleh karena itu, PSSI akhirnya berkolaborasi dengan ILO untuk berpartisipasi dalam gerakan tersebut. Kolaborasi di laga Timnas Indonesia tersebut untuk membidik tingkat kesadaran publik terkait pekerja anak yang masih sering terjadi di sektor pertanian dan informal. Kolaborasi ini diharapkan bisa mengembalikan hak para anak-anak untuk belajar dan bermain.

Ketua umum PSSI Erick Thohir mengatakan keputusan untuk bergabung dengan ILO dan menggaungkan gerakan menolak pekerja anak, sebagai komitmen federasi untuk percepatan penghapusan pekerja anak.

Ia juga berharap bahwa gerakan ini bisa berkontribusi besar bagi masa depan anak-anak di Indonesia dan dunia.

"Keikutsertaan kami dalam kampanye Red Card to Child Labour merupakan bentuk komitmen nyata PSSI dalam mendukung percepatan penghapusan pekerja anak. Kami berharap gerakan dari lapangan hijau ini mampu memberikan kontribusi besar bagi masa depan anak-anak di Indonesia dan dunia," ujar Erick Thohir, dilansir dari keterangan pers PSSI, Jumat (12/6/2026).

Baca juga: Raul Jimenez Cetak Gol di Laga Kontra Afrika Selatan, Javier Aguirre: Ini Hari yang Sempurna Baginya!

Melalui langkah konkret tersebut, PSSI mengukuhkan diri sebagai federasi kelima dunia yang turut berpartisipasi dalam gerakan global menolak pekerja anak.

Sebelumnya, gerakan tersebut sudah berjalan di level Internasional. Gerakan ini diadopsi oleh FIFA, Konferderasi Sepak Bola Afrika (CAF), Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) hingga Federasi Sepak Bola China (CFA).

Sementara itu, Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor Leste, Simrin Singh, mengatakan bahwa seluruh elemen masyarakat dunia harus bahu-membahu untuk menghentikan praktik pekerja anak. Menurutnya, setiap anak memiliki hak untuk bermain, belajar dan tumbuk berkembang sehingga jauh dari segala bentuk eksploitasi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: PSSI

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

PSSI Resmi Bekerja Sama dengan International Labour Organization untuk Menolak Pekerja Anak

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!