INDOZONE.ID - Timnas Kanada sukses mengukir tinta emas dalam sejarah sepak bola mereka di panggung Piala Dunia 2026.
Bermain di hadapan publik sendiri yang memadati BMO Field, Toronto, skuad berjuluk Les Rouges ini berhasil mengamankan poin pertama mereka sepanjang sejarah keikutsertaan di Piala Dunia.
Kanada berhasil berbagi angka 1-1 melawan Bosnia dan Herzegovina pada laga pembuka Grup B Sabtu dini hari tadi.
Hasil ini sekaligus memutus kutukan kelam Kanada yang selalu menelan kekalahan dalam enam laga beruntun pada dua edisi Piala Dunia sebelumnya.
Baca juga: Thomas Tuchel Angkat Bicara Soal Tawaran Manchester City Kepada Elliot Anderson
Pasukan Jesse Marsch kini menatap optimis misi besar mereka untuk bisa lolos dari fase grup untuk pertama kalinya sepanjang sejarah.
Atmosfer pertandingan di Toronto sebenarnya sudah memanas sejak sebelum kick-off dimulai.
Penonton disuguhkan dengan opening ceremony yang meriah dan dipimpin oleh penyanyi legendaris Michael Buble.
Kanada pun langsung tampil menggebrak sejak menit awal babak pertama. Apesnya, gawang tuan rumah justru kebobolan duluan lewat skema bola mati.
Baca juga: Preview USA vs Paraguay: Duel Negara Amerika Utara dan Selatan Tersaji di Grup D!
Berawal dari situasi sepak pojok, mantan bek Arsenal Sead Kolasinac melepaskan umpan flick-on cerdik di tiang dekat yang langsung disambar oleh Jovo Lukic menjadi gol.
Skor 0-1 bertahan hingga half time bagi keunggulan Bosnia.
Memasuki babak kedua, Jesse Marsch sebagai head coach Kanada mengambil keputusan yang terbilang sangat berani dan mengejutkan pada menit ke-60.
Di saat tim sedang mengejar ketertinggalan, mantan pelatih Leeds United itu justru menarik keluar dua pemain bintang utama mereka, Jonathan David dan Tajon Buchanan.
Marsch memasukkan tiga tenaga baru sekaligus, yaitu Jacob Shaffelburg, Promise David, dan Ali Ahmed.
Perjudian taktik ini terbukti jitu karena masuknya trio tersebut langsung menaikkan intensitas serangan Kanada secara masif.
Kanada sebenarnya sempat apes ketika Richie Laryea melepaskan sepakan yang sayangnya membentur mistar gawang setelah dihalau Kolasinac.
Tak lama berselang, sundulan Tani Oluwaseyi juga sempat disapu bersih oleh bek Bosnia tepat di garis gawang.
Baca juga: Bungkam Afrika Selatan, Meksiko Lanjutkan Rekor Gak Pernah Kalah di Laga Pembuka Piala Dunia!
Gol penyama kedudukan yang dinanti publik Toronto akhirnya pecah berkat keputusan Marsch memasukkan Cyle Larin menggantikan Oluwaseyi.
Hanya beberapa saat setelah menginjakkan kaki di lapangan hijau, striker berpengalaman asal Southampton tersebut langsung melepaskan sepakan keras yang menghujam deras ke dalam gawang Nikola Vasilj.
Gol penyeimbang di paruh kedua ini langsung membuat seisi BMO Field bergemuruh hebat dan mengunci skor imbang 1-1 hingga laga usai.
Statistik pertandingan menggambarkan duel sengit yang mempertemukan dua gaya bermain berbeda.
Kanada mengambil inisiatif menyerang sejak awal dengan memegang 60 persen penguasaan bola dan membombardir pertahanan lawan lewat 13 kali percobaan tembakan.
Di sisi lain, Bosnia-Herzegovina memilih bermain lebih sabar dengan 40 persen penguasaan bola.
Walau kalah dalam jumlah intensitas serangan, Bosnia justru tampil jauh lebih efektif dengan mencatatkan 4 shots on target dari 8 shots mereka.
Sedangkan Kanada yang hanya mampu mengarahkan 3 shots on target dari 13 peluang yang mereka miliki.
Baca juga: Bentuk Gerakan Kaki pada Renang Gaya Bebas: Begini yang Benar!
Setelah melewati laga pembuka yang penuh drama ini, kedua tim dipastikan bakal langsung mengalihkan fokus ke pertandingan berikutnya demi menjaga peluang lolos ke babak gugur:
Bosnia dan Herzegovina vs Swiss
Jumat, 19 Juni 2026 pukul 02.00 WIB
Kanada vs Qatar
Jumat, 19 Juni 2026 pukul 05.00 WIB
Melihat perjuangan gigih tanpa kenal menyerah dari anak-anak Kanada malam tadi, kans mereka buat melaju jauh di rumah sendiri rasanya terbuka lebar!
Baca juga: Preview Kanada vs Bosnia-Herzegovina: Pertemuan Pertama Sepanjang Sejarah Kedua Negara!
Menurut kalian, apakah Larin bakal dipasang jadi starter di laga berikutnya lawan Qatar?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The Standard