INDOZONE.ID - Pelatih Pantai Gading, Emerse Fae, mengecam sikap pemain Jerman yang dinilainya tidak menjunjung tinggi fair play saat timnya kalah 1-2 dari Jerman pada laga kedua Grup E Piala Dunia 2026, Minggu (21/6/2026) dini hari WIB.
Bertanding di BMO Field, Toronto, Kanada, Pantai Gading harus mengakui keunggulan Der Panzer setelah dua gol Deniz Undav pada babak kedua membalikkan keadaan sekaligus memastikan Jerman lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026.
Pantai Gading sebenarnya sempat unggul lebih dulu lewat gol Franck Kessie pada menit ke-30. Namun, tim berjuluk The Elephants itu gagal mempertahankan keunggulan hingga akhir pertandingan.
Meski kalah, Fae menyoroti momen yang menurutnya menunjukkan kurangnya sportivitas dari Jerman. Insiden tersebut terjadi ketika bek Pantai Gading, Wilfried Singo, mengalami cedera dan mengeluarkan bola dari lapangan agar mendapatkan perawatan.
Baca juga: Ini Dia 5 Perbedaan Road Bike dan MTB yang Wajib Kamu Ketahui Sebelum Beli Sepeda!
Akan tetapi, bek kiri Jerman Nathaniel Brown memutuskan untuk tidak mengembalikan bola ke Pantai Gading dan tetap melancarkan serangan Jerman dengan lemparan ke dalam.
"Saya menyuruhnya (Brown) untuk tetap rendah hati. Dia bermain bagus, dan dia tidak perlu berbicara buruk kepada kami karena dia kalah atau skor imbang 1-1 karena dia ingin menang," ujar Emerse Fae dalam wawancaranya yang dikutip dari ESPN pada Minggu (21/6/2026).
Lebih lanjut, pelatih yang juga pernah menjadi bagian dari skuad Pantai Gading di Piala Dunia 2006 itu meminta permainan yang sportif dari Jerman. Namun, ia merasa kecewa dengan skuad Der Panzer yang bermain kurang sportif.
"Kami mengharapkan permainan yang lebih sportif dari Jerman. Kami ingin mereka mengembalikan bola kepada kami ketika Singo cedera. Mereka adalah negara sepak bola yang hebat, dan kami mengambil contoh dari mereka, jadi saya kecewa dengan kurangnya permainan sportif dari mereka," ujar pelatih berusia 42 tahun itu menambahkan.
Baca juga: Dibantai Belanda 5-1, Graham Potter Tegaskan Swedia akan Petik Pelajaran Berharga
Pantai Gading sendiri sebetulnya selangkah lagi akan lolos ke babak 32 besar setelah Franck Kessie membuat para pendukung tim Gajah Afrika itu bersorak setelah mencetak gol di menit ke-30.
Akan tetapi, memasuki babak kedua, para pendukung tim pengoleksi 3 gelar Piala Afrika itu harus tertunduk lesu setelah Deniz Undav mencetak gol di menit ke-68 dan 90+4, yang memaksa Amad Diallo dan kolega harus berjuang lagi di pertandingan berikutnya melawan Curacao pada Jumat (26/6/2026).
Dalam kesempatan yang sama, Emerse Fae mengatakan bahwa kedua tim pantas meraih kemenangan. Pelatih yang juga menghabiskan sebagian kariernya di Prancis bersama Nantes itu juga memuji para pemain Pantai Gading yang telah menunjukkan permainan yang hebat pada laga kontra Jerman.
"Kedua tim pantas menang dan memiliki peluang untuk memenangkan pertandingan," tutur Fae malanjutkan.
"Selamat kepada Jerman. Mereka memenangkan pertandingan karena pengalaman mereka. Kami memainkan pertandingan yang hebat, dan saya sangat bangga dengan bagaimana para pemain saya bermain melawan salah satu favorit kompetisi ini. Kita harus menggunakan kekalahan ini untuk sisa turnamen," tutur mantan pemain Nice itu.
Fae mengatakan bahwa timnya bisa saja menggandakan keunggulan saat kedudukan masih imbang 1-1. Namun, timnya justru melewatkan peluan emas tersebut, dan akhirnya Deniz Undav dengan tenang mencetak gol kedua untuk Jerman pada laga tersebut.
"Kami bisa saja mencetak gol kedua saat skor 1-1, tetapi kami melewatkan kesempatan itu. Tapi mereka mencetak gol. Undav sangat tenang saat mengambil kesempatannya. Itu adalah pengalaman. Kami akan menggunakan ini untuk terus berkembang dan memperbaiki kesalahan-kesalahan kecil yang kami buat. Nasib kami masih ada di tangan kami, dan kami bisa lolos tanpa harus bergantung pada hasil pertandingan lain," ujar Fae menutup wawancara.
Sementara itu, penyerang Pantai Gading Amad Diallo meminta rekan-rekannya untuk melupakan kekalahan atas Jerman dan segera bangkit jelang pertandingan terakhir fase grup melawan Curacao. Apalagi, jika Pantai Gading menang di laga terakhir mereka akan mencatatkan sejarah untuk pertama kalinya lolos ke fase knockout Piala Dunia.
"Kami menghargai diri kami sendiri, tetapi kami ingin membuat sejarah untuk Pantai Gading, dan kami akan pergi ke sana dengan mentalitas yang baik dan mencoba untuk hidup kembali," ujar Amad Diallo dalam wawancara terpisah.
"Ini akan menjadi momen besar bagi semua orang, bagi generasi baru ini, karena kami tahu kami memiliki kualitas dalam tim. Tetapi prioritas sekarang adalah kami benar-benar fokus pada diri kami sendiri. Ini akan menjadi pertandingan yang sangat sulit," ujar winger Manchester United itu menutup wawancara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ESPN