Rabu, 24 JUNI 2026 • 13:17 WIB

Tampil Buruk Lawan Ghana, Jude Bellingham akui Gak Pantas Dapat Penghargaan Player of the Match

Author

Pemain Inggris, Jude Bellingham (REUTERS)

INDOZONE.ID - Pemain Timnas Inggris, Jude Bellingham akui bahwa ia tidak pantas mendapatkan penghargaan Player of the Match setelah tampil buruk dalam laga melawan Ghana pada pertandingan kedua Grup L pada Rabu (24/6/2026) dini hari WIB.

Dalam pertandingan yang digelar di Boston Stadium, Inggris harus rela bermain imbang 0-0 melawan Ghana, yang mana hasil tersebut mewajibkan mereka untuk meraih kemenangan di laga terakhir melawan Panama guna amankan tiket lolos ke babak 32 besar.

Pada pertandingan melawan Ghana, The Three Lions sebetulnya tampil cukup dominan namun mereka gagal menembus rapatnya lini pertahanan tim besutan Carlons Queiroz itu, meskipun anak asuh Thomas Tuchel beberapa kali mampu menciptakan peluang.

Pada pertandingan ini, penampilan Jude Bellingham menjadi sorotan karena gagal menunjukkan penampilan terbaiknya untuk Timnas Inggris, meskipun pada akhir pertandingan ia mendapatkan penghargaan Player of the Match.

Baca juga: Philipp Lahm Tuduh Gianni Infantino Jual Piala Dunia Demi Tingkatkan Pendapatan

Jude Bellingham saat perkuat Inggris di laga kontra Kroasia (Reuters)

Namun, Bellingham menyadari bahwa penampilannya melawan Ghana tidak cukup baik, hingga akhirnya pemain Real Madrid itu akui bahwa ia tidak pantas mendapatkan penghargaan Player of the Match.

Hal tersebut diakui oleh Jude Bellingham dalam wawancaranya seusai pertandingan melawan Ghana yang berakhir tanpa gol.

"Sejujurnya, saya tidak pantas mendapatkannya [penghargaan Player of the Match]. Seharusnya penghargaan itu diberikan kepada salah satu pemain mereka yang bermain bertahan dengan sangat baik," ujar Jude Bellingham dalam wawancaranya seusai laga yang dikutip dari TNT Sports pada Rabu (24/6/2026).

"Saya mengalami beberapa momen sulit untuk masuk ke dalam permainan dan saya berterima kasih kepada siapa pun yang memberikan suara, tetapi seharusnya penghargaan itu diberikan kepada salah satu pemain mereka. Seperti biasa, demam pertandingan kedua melanda Inggris. Menang di pertandingan pertama, bermain bagus, dan seri di pertandingan kedua," tutur pemain berusia 23 tahun itu melanjutkan.

"Tidak apa-apa, mereka bermain untuk hasil imbang yang akan membuat mereka lolos, dan itu patut dipuji," imbuhnya.

Baca juga: 4 Fakta Pertandingan Portugal vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Brace Sang 'Goat' Cristiano Ronaldo Jadi Sorotan

Pada pertandingan tersebut, Inggris cukup mendominasi pertandingan dengan mencatatkan 79 persen penguasaan bola dan 19 tembakan, 4 diantaranya on target. Meskipun, mampu mendominasi jalannya laga tetapi The Three Lions gagal menciptakan gol.

Mungkin satu-satunya peluang emas yang didapatkan Inggris adalah dari Harry Kane menjelang akhir pertandingan, yang mana penyerang Bayern Munich itu hampir saja mencetak gol kemenangan The Three Lions setelah memanfaatkan bola rebound dari tandukan Nico O'Reilly, namun peluang yang seharusnya menjadi gol harus sirna setelah sepakan eks pemain Tottenham Hotspur itu melambung.

Hasil imbang melawan Ghana, membuat Inggris harus gagal meraih kemenangan di pertandingan kedua fase grup dalam 4 turnamen besar secara berturut.

Declan Rice sepakat bahwa emosi secara keseluruhan adalah rasa frustrasi para pemain Timnas Inggris untuk menembus pertahanan Ghana. Namun, pemain berusia 27 tahun itu enggan untuk berkecil hati meskipun harus melihat rekor 100 persen mereka berakhir.

Baca juga: Cetak Brace ke Gawang Uzbekistan, Berapa Total Gol Ronaldo Selama Edisi Piala Dunia?

"Banyak negara top yang bermain imbang di pertandingan pertama mereka, jadi tidak perlu berpikir negatif. Kita perlu tetap positif, terus maju, dan memulihkan diri sebelum pertandingan berikutnya [melawan Panama pada hari Sabtu," kata Declan Rice.

"Kita harus memberikan pujian kepada Ghana, mereka bermain 5-4-1 tanpa bola, sangat kompak, ruang gerak yang sempit, tetapi tentu saja, di sisi lain, mungkin kita bisa berbuat lebih banyak dengan bola dan menciptakan lebih banyak peluang," ujar pemain Arsenal melanjutkan.

Kendati begitu, Declan Rice tetap berpikir positif setelah Inggris ditahan imbang. Apalagi, The Three Lions juga masih memiliki satu pertandingan yang bisa dimenangkan yakni melawan Panama di laga terakhir fase grup.

"Tapi ini sulit karena mereka pemain bagus dan ini tidak akan pernah menjadi pertandingan yang mudah. ​​Sekarang kita masih punya satu pertandingan lagi di grup untuk finis di puncak, jadi kita harus tetap positif," ujar pemain berusia 27 tahun itu memaparkan.

Baca juga: Lionel Messi Pecahkan Rekor Top Skor Piala Dunia, Wartawan Ini Dapat Momen Tak Terlupakan

Rice juga akui timnya cukup kesulitan untuk bermain melawan Ghana yang menerapkan garis pertahanan low-block. Ia menyebut bahwa dalam 10 menit terakhir Inggris mulai menemukan solusi.

Meskipun, Inggris gagal meraih kemenangan tetapi mantan kapten West Ham United itu masih optimis The Three Lions bisa menang atas Panama dan memuncaki klasemen grup L.

"Selalu sulit ketika Anda bermain melawan 11 pemain yang bertahan sangat dalam seperti mereka. Anda harus menemukan solusi, dan dalam 10 menit terakhir kami mungkin menemukan lebih banyak solusi daripada sepanjang pertandingan," ujar Declan Rice menambahkan.

"Kami kurang beruntung karena tidak mencetak gol, tetapi kami tetap positif, kami terus berjuang, dan kami masih memiliki peluang besar untuk memuncaki grup melawan Panama," tutur Rice menutup wawancara.

Inggris sendiri dijadwalkan akan melakoni partai terakhir fase grup melawan Panama pada Minggu (28/6/2026) pukul 04.00 WIB. Sementara itu, Ghana akan menghadapi Kroasia. Kemenangan atas Panama nanti tentunya akan membuat tim besutan Thomas Tuchel itu untuk amankan tiket ke babak 32 besar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: TNT Sports

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU