Kamis, 02 JULI 2026 • 14:30 WIB

Thomas Tuchel Gak Yakin Timnas Inggris Bisa Adaptasi dengan Ketinggian Meksiko Jelang Laga 16 Besar

Author

Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel. (REUTERS/Jeenah Moon)

INDOZONE.ID - Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel menyebut Timnas Inggris mustahil untuk bisa beradaptasi dengan ketinggian di Meksiko jelang laga babak 16 besar kontra Meksiko di Stadion Azteca pada Senin (6/7/2026) pukul 06.00 WIB.

Diketahui, Inggris baru saja memastikan pertemuan dengan tim tuan rumah Meksiko setelah mengalahkan RD Kongo dengan skor 2-1 di babak 32 besar Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium pada Rabu (1/7/2026) malam WIB, dengan Harry Kane menjadi pahlawan kemenangan The Three Lions dengan mencetak brace pada menit ke-75 dan 86.

Sebelumnya, RD Kongo sendiri sempat mendapat angin segar setelah unggul terlebih dulu melalui gol Brian Cipenga di menit ke-7, sebelum akhirnya Harry Kane mencetak dua gol dalam kurun 15 menit untuk melampaui rekor gol Pele dan mengoleksi 13 gol di Piala Dunia, termasuk mengoleksi 5 gol di Piala Dunia 2026.

Meksiko sendiri telah memainkan 3 dari 4 pertandingan di Stadion Azteca yang terletak di ketinggian 2.240 meter (7.200 kaki) di atas permukaan laut. Sementara itu, Inggris bermarkas di Kansas City dan melakukan perjalanan ke setiap lokasi pertandingan.

Baca juga:  Jurgen Klopp Terbuka untuk Latih Timnas Jerman

Timnas Inggris (Instagram @england)

Dalam wawancaranya seusai pertandingan, Thomas Tuchel mengatakan bahwa pertandingan melawan RD Kongo sangatlah menarik. Akan tetapi, pelatih asal Jerman itu juga menyebut bahwa laga melawan Meksiko akan menjadi tantangan tersendiri bagi Timnas Inggris. Apalagi, ketinggian di Mexico City akan menjadi kerugian besar bagi skuad The Three Lions.

"Saya baru saja pulang dari pertandingan ini, dan mencoba menikmatinya, tetapi ini mungkin salah satu pertandingan terindah, pertandingan paling menarik yang bisa Anda saksikan," ujar Thomas Tuchel dalam wawancaranya seusai pertandingan yang dilansir dari ESPN pada Kamis (2/7/2026).

"Anda akan bermain melawan Meksiko di Azteca, dan akan ada banyak sekali rintangan yang menunggu kita. Belum lagi ketinggian tempat tersebut tentu akan menjadi kerugian besar, karena kami tidak dapat beradaptasi secara fisik dalam empat hari. Itu mustahil dan mungkin akan ada lebih banyak rintangan lagi," tutur pelatih berusia 53 tahun itu melanjutkan.

"Tapi kami siap untuk itu, mungkin kami membutuhkannya. Kami sekarang memiliki landasan yang ideal untuk benar-benar percaya bahwa kami siap untuk itu, dan ketika keadaan menjadi sulit, kami akan menemukan jawabannya," imbuhnya.

Baca juga: Harry Kane Resmi Lampaui Rekor Gol Pele di Piala Dunia usai Cetak Brace Lawan RD Kongo

Labih lanjut, mantan pelatih Chelsea itu mengatakan bahwa ia tidak yakin apakah semuanya akan berjalan lancar jelang pertandingan melawan Meksiko. Apalagi, Ekuador sendiri juga baru saja menjadi korban kebisingan suporter Meksiko yang mana para suporter tim tuan rumah menyalakan kembang api diluar hotel mereka di Mexico City sebelum mereka kalah 2-0 atas tim asuhan Javier Aguirre itu.

"Saya tidak yakin apakah perjalanan akan lancar, apakah tidur akan nyenyak, apakah ada kebisingan di luar hotel. Oke, mari kita mulai. Ini pertandingan yang sangat indah dan menarik. Akan ada banyak rintangan, tetapi tim ini akan siap menghadapi apa pun yang terjadi," ujar Tuchel menambahkan.

Kendati begitu, Tuchel juga menegaskan bahwa Inggris telah melakukan adaptasi iklim sebelum Piala Dunia 2026 di mulai, yang mana mereka memulai kamp pelatihan sebelum turnamen di Florida.

Tuchel mengatakan bahwa timnya datang ke Amerika Serikat lebih awal untuk membekali kondisi para pemainnya dengan pelatihan ketahanan panas yang baik. Oleh karena itu, Tuchel mengatakan bahwa hal tersebut cukup menghadapi timnya dalam menghadapi kelembaban cuaca.

Baca juga: 4 Orang Tewas dalam Perayaan Kemenangan Bersejarah Meksiko di Piala Dunia 2026

"Kami datang sangat awal ke negara ini, kami datang sangat awal ke AS, dan membekali tubuh kami dengan pelatihan ketahanan terhadap panas yang baik. Pada dasarnya itulah idenya, untuk beradaptasi, sehingga para pemain sudah memiliki banyak pelatihan ketahanan terhadap panas di dalam tubuh mereka," ujar Tuchel menjelaskan.

"Itu akan membantu mereka, jadi saya rasa panas dan kelembapan tidak akan menjadi masalah bagi kami. Kami sudah terbiasa dengan itu. Kami sudah terbiasa dengan itu sejak latihan, dan kami sudah terbiasa dengan itu sejak kamp persiapan kami di Florida," ujarnya lagi.

Meski begitu, Tuchel mengatakan bahwa timnya tidak bisa beradaptasi pada ketinggian dalam waktu singkat, yang mana hal tersebut menjadi keuntungan bagi tim tuan rumah Meksiko. Sebab, untuk beradaptasi dengan ketinggian cukup membutuhkan banyak waktu bagi Harry Kane cs.

"Pemahaman saya adalah kita tidak bisa beradaptasi dengan ketinggian. Itu adalah keuntungan besar yang akan dimiliki Meksiko. Itu membutuhkan terlalu banyak waktu. Kami hanya punya waktu tiga hari antara pertandingan ini. Secara fisik, sangat tidak mungkin untuk beradaptasi dengan ketinggian, yang cukup tinggi," kata Tuchel memaparkan.

"Kami sudah tahu itu sebelumnya, jadi ini hanyalah sesuatu, ini hanyalah sebuah kerugian, yang harus kami hadapi, dan saya pikir kami telah menunjukkan sikap bahwa kami siap untuk itu, dan dari situ kami akan melangkah maju," ujar mantan pelatih Borussia Dortmund itu menutup wawancara.

Tentu saja laga melawan Meksiko akan jadi tantangan tersendiri bagi Timnas Inggris. Pemenang pada laga ini nantinya akan menghadapi pemenang antara Brasil atau Norwegia di babak perempat final.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ESPN

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU