Rabu, 08 JULI 2026 • 13:10 WIB

Disingkirkan Argentina di Babak 16 Besar, Pelatih Mesir Merasa Timnya Dicurangi Wasit

Author

Pelatih Mesir, Hossam Hassan mengatakan timnya dicurangi. (Instagram/@fabriziorom)

INDOZONE.ID - Pelatih Timnas Mesir, Hossam Hassan mengatakan bahwa timnya menjadi korban ketidakadilan dalam kekalahan atas Argentina dengan skor 3-2, dengan menyebut bahwa FIFA ingin Lionel Messi tetap bermain di Piala Dunia 2026.

Diketahui, pada pertandingan yang digelar di Atlanta Stadium, laga berlangsung sangat dramatis. Argentina mampu bangkit dari ketertinggalan dari 2-0 untuk memenangkan pertandingan setelah adanya intervensi dari Messi di menit-menit akhir, yang menciptakan satu gol dan satu assist pada laga tersebut.

Namun, Mesir juga merasa marah karena gol mereka dianulir setelah tinjauan VAR dan kemudian kegagalan untuk memeriksa VAR setelah Mohammed Salah dilanggar oleh Alexis Mac Allister sebelum proses gol kemenangan Enzo Fernandez di waktu injury time. 

Dan setelah pertandingan berakhir, pelatih Mesir Hossam Hassan mengatakan adanya faktor eksternal serta beberapa kejadian janggal di lapangan.

Baca juga: Ricardo Quaresma Kritik Pedas Roberto Martinez Setelah Portugal Tersingkir dari Piala Dunia 2026

Timnas Mesir sebelum laga kontra Argentina di babak 16 besar Piala Dunia 2026 (Instagram @egyptnt)

"Kami tampil lebih baik daripada juara bertahan -- lebih baik dalam segala hal -- tetapi hasilnya dipengaruhi oleh faktor internal di lapangan dan faktor eksternal di luar lapangan. Mungkin mereka ingin mempertahankan juara dunia di kompetisi ini. Mungkin mereka ingin Messi tetap berada dalam persaingan," ujar Hossam Hassan dalam wawancaranya yang dikutip dari ESPN pada Rabu (8/7/2026).

"Dalam sepak bola, terkadang ada faktor eksternal yang melampaui aspek teknis. Sang juara dunia menerima dukungan di setiap tingkatan," lanjutnya.

Tak hanya itu, Hossam Hassan juga mengatakan bahwa timnya telah keberatan dengan penunjukan Francois Letexier sebagai pemimpin laga Argentina kontra Mesir. Ia juga menyayangkan asisten VAR tidak merasa perlu meminta Letexier untuk meninjau pelanggaran yang dilakukan oleh Mac Allister.

"Sepertinya ada tekanan dari pihak Argentina terkait hasil ini. Kami keberatan dengan pemilihan wasit karena situasi dengan Prancis [Argentina mengalahkan Prancis di final Piala Dunia 2022], tetapi setiap orang harus menderita pada suatu titik, dan kami menderita," ujar pelatih berusia 59 tahun itu menambahkan.

Baca juga: MU Mundur dari Perburuan Wonderkid Meksiko Gilberto Mora, Ini Alasannya

Hassan juga mengatakan bahwa timnya belum pernah melihat permainan yang adil. Ia juga merasa geram pelanggaran terhadap Mohamed Salah tidak diperiksa oleh VAR dan gol kedua Mesir dianulir.

"Kami belum melihat rasa hormat atau permainan yang adil. Penalti dianulir [dugaan pelanggaran terhadap Mo Salah ]. Itu bahkan tidak diperiksa oleh VAR, dan gol kedua kami secara mengejutkan, entah karena alasan apa, dianulir," tutur Hossam Hassan memaparkan.

"Saya ingin mengungkapkannya dengan kata-kata yang indah dan mengatakan, 'Nasib buruk,' tetapi kami telah diperlakukan tidak adil dan ini merupakan suatu ketidakadilan," ujarnya lagi.

Di menit-menit akhir pertandingan, Hossam Hassan juga terlibat konfrontasi dengan Francois Letexier, ia juga menuduh wasit asal Prancis itu menyembunyikan sesuatu.

"Yang saya katakan kepada wasit adalah, 'Ini tidak adil. Saya bilang mungkin dia membawa bekas luka atau menyembunyikan sesuatu. Jika seseorang mencoba menyembunyikan sesuatu, mereka sering kali gagal menyembunyikannya," ujar Hassan menutup wawancara.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ESPN

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU