Kisah Haru Mostafa Zico, Mantan Penjual Sepatu yang Bobol Gawang Argentina di Piala Dunia 2026!
INDOZONE.ID - Sepak bola selalu punya cara tersendiri untuk melahirkan cerita keajaiban. Di balik gemerlapnya panggung Piala Dunia 2026, sebuah kisah perjuangan yang menguras air mata datang dari penyerang Timnas Mesir, Mostafa Zico.
Meski Mesir harus menelan kekalahan dalam laga sengit melawan Argentina dan tersingkir dari Piala Dunia 2026, malam itu sepenuhnya menjadi milik Zico.
Gol yang ia sarangkan ke gawang Emiliano Martinez tersebut bukan sekadar angka di papan skor, melainkan puncak dari sebuah pengorbanan keluarga yang luar biasa.
Baca juga: Disingkirkan Argentina di Babak 16 Besar, Pelatih Mesir Merasa Timnya Dicurangi Wasit
Dari Toko Sepatu dan Kompetisi Kasta Kedua
Mundur satu dekade lalu, nama Mostafa Zico sama sekali tidak ada dalam radar persaingan dalam sepak bola dunia.
Pada 10 tahun yang lalu, ia hanyalah seorang pemuda biasa yang bertahan hidup dengan berjualan sepatu, sambil mengasah bakatnya di kompetisi kasta kedua Liga Mesir. Impiannya untuk menjadi pesepak bola profesional terasa sangat jauh dan berkabut.
Kondisi semakin pelik ketika badai besar menimpa keluarganya pada saat sang ayah wafat, meninggalkan lubang besar sekaligus beban finansial yang berat bagi keluarga Zico. Di titik kritis ini, sebuah keputusan besar harus diambil.
Baca juga: Striker Mesir Kecam Wasit di Laga Versus Argentina: Laga Mungkin Sudah Diatur!
Pengorbanan Sang Kakak demi Sebuah Mimpi
Melihat potensi besar dalam diri Zico, saudara lak-lakinya mengambil langkah berani yang mengubah garis takdir mereka.
Sang kakak memilih untuk membunuh impiannya sendiri sebagai pesepakbola profesional. Ia gantung sepatu lebih awal dan beralih mencari pekerjaan lain demi menafkahi keluarga.
Satu-satunya alasan sang kakak melakukan pengorbanan sebesar itu adalah agar Zico tidak perlu berhenti, agar Zico bisa terus berlari mengejar si kulit bundar tanpa harus mencemaskan urusan dapur di rumah.
Kemenangan Terbesar di Panggung Dunia
Sepuluh tahun keringat, air mata, dan pengorbanan itu akhirnya lunas dibayar tunai. Pada laga tersebut , di bawah lampu stadion yang megah dan disaksikan jutaan pasang mata di seluruh dunia, Zico berdiri di panggung tertinggi. Ia berhasil membobol gawang sang juara bertahan, yakni Argentina.
Mesir mungkin kalah dalam pertandingan tersebut, namun kisah hidup Mostafa Zico merupakan sebuah kemenangan mutlak.
Gol tersebut adalah persembahan terbaik Zico untuk mendiang ayahnya, dan bukti bakti luar biasa untuk kakaknya yang telah merelakan mimpi demi kesuksesannya.
Zico membuktikan bahwa dengan pengorbanan dan kerja keras, seorang penjual sepatu dari divisi dua pun bisa mengguncang dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Sportskeeda