Sabtu, 11 JULI 2026 • 19:52 WIB

Jelang Argentina vs Swiss, Granit Xhaka: Sebuah Kehormatan Bermain Lawan Messi, tapi Kami Ingin Menang!

Author

Argentina akan menghadapi tim 'Kuda Hitam' Swiss di babak perempatifnal Piala Dunia 2026. (fifa.com)

INDOZONE.ID - Gelandang andalan sekaligus kapten Swiss, Granit Xhaka, memberikan komentar jelang duel kontra Lionel Messi pada perempatfinal Piala Dunia 2026. Ia mengaku sangat merasa terhormat berkesempatan satu lapangan dengan La Pulga.

Seperti diketahui, Argentina memang bakal melakoni babak perempatfinal Piala Dunia 2026 kontra Swiss. Pertandingan ini sendiri berlangsung di Arrowhead Stadium, Kansas City, Minggu (12/7/2026) pagi WIB. 

"Merupakan sebuah kehormatan juga bisa bermain melawan Messi," kata Xhaka, seperti INDOZONE sadur dari laman resmi FIFA, Sabtu (11/7/2026).

Laga melawan Argentina yang diperkuat sang pencetak gol terbanyak sementara Piala Dunia 2026 dengan delapan gol dan pencetak gol terbanyak sepanjang Piala Dunia dengan 21 gol itu, akan menjadi spesial untuk Swiss.

Baca juga: Argentina vs Swiss di Perempat Final Piala Dunia 2026, Lionel Messi Cetak Gol Lagi?

Pasalnya, selain karena faktor Messi itu sendiri, kemenangan pada laga nanti membuat mereka mencetak sejarah baru di Piala Dunia, karena untuk pertama kali mencapai babak semifinal.

Sebelumnya, laju terbaik Swiss dalam 12 kali keikutsertaan di Piala Dunia adalah mencapai perempat final dalam edisi 1934, 1938, dan 1954.

Artinya, kemenangan melawan Kolombia pada adu penalti yang membawa mereka ke perempat final ini secara tidak langsung juga menjadi prestasi sendiri untuk La Nati, karena mereka kembali berada di titik ini setelah 70 tahun lamanya.

"Kami ingin memberikan segalanya dan memainkan pertandingan yang nantinya bisa kami kenang dengan rasa bangga, apa pun hasilnya. Kami ingin bisa berkata bahwa kami telah melakukan segala cara untuk mengalahkan Argentina,” kata pemain Sunderland yang mencatatkan 151 caps untuk Swiss dengan 18 gol dan 14 assist tersebut.

Baca juga: Kocak! Bek Cape Verde Ini Sengaja Dorong Lionel Messi Cuma Buat Cek 'Beneran Manusia atau Bukan'

Sementara itu, perjalanan Argentina menuju perempat final juga tidak semulus yang terlihat. Meski melaju sempurna di fase grup, sang juara bertahan harus bekerja keras di fase gugur. 

Cape Verde memberi perlawanan sengit sampai babak tambahan waktu, sementara Mesir berhasil membuat La Albiceleste berjuang sangat keras untuk membalikkan keadaan setelah tertinggal dua gol sampai menit 78.

Karena itu, pasukan Murat Yakin diperkirakan akan menerapkan pendekatan serupa, yakni mengandalkan organisasi pertahanan yang disiplin untuk meredam permainan Argentina dan berusaha menyakiti mereka dengan serangan balik mematikan.

"Hanya ada satu cara untuk mengalahkan Argentina dan Messi, yaitu bermain sebagai sebuah tim,” kata Yakin dengan penuh keyakinan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: FIFA

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU