Minggu, 13 OKTOBER 2024 • 19:20 WIB

Kontroversi Salman bin Ibrahim Al Khalifa, Presiden AFC Keluarga Kerajaan Bahrain yang Diduga Melanggar HAM

Author

Sheikh Salman Bin Ebrahim Al-Khalifa dari Bahrain berpidato dalam Kongres Luar Biasa FIFA di Zurich, Swiss (REUTERS/Arnd Wiegmann)

INDOZONE.ID - Salman bin Ibrahim Al Khalifa, Presiden AFC, menjadi topik panas di kalangan netizen Indonesia setelah kontroversi yang terjadi dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 antara Timnas Indonesia melawan Bahrain.

Sebagai presiden di sepakbola Asia, latar belakang Salman yang berasal dari keluarga kerajaan Bahrain dan tuduhan pelanggaran hak asasi manusia (HAM), membuatnya semakin disorot.

Pertandingan Kontroversi Bahrain vs Indonesia

Pertandingan yang digelar di Bahrain National Stadium pada 10 Oktober 2024 menjadi peristiwa yang memicu reaksi kemarahan para pendukung Timnas Indonesia.

Timnas Indonesia hampir saja memenangkan laga dengan skor 2-1, tetapi Bahrain berhasil menyamakan kedudukan di masa injury time.

Yang membuat publik geram adalah keputusan wasit Ahmed Al Kaf asal Oman, yang dinilai membiarkan pertandingan berlangsung lebih lama dari waktu yang ditentukan.

Baca Juga: Protes PSSI Bisa Bawa Laga Timnas Indonesia vs Bahrain Diulang dan Wasit Ahmed Al Kaf Terancam Sanksi Seumur Hidup!

Akibat keputusan tersebut, netizen Indonesia menuding ada ketidakadilan. Banyak yang mempertanyakan kenapa wasit asal Timur Tengah dipilih untuk memimpin laga ini.

Dugaan adanya praktik mafia di dalam AFC pun mencuat, apalagi mengetahui bahwa Salman bin Ibrahim Al Khalifa adalah bagian dari keluarga kerajaan Bahrain, yang diduga mempengaruhi hasil pertandingan.

Profil Salman bin Ibrahim Al Khalifa

Salman bin Ibrahim Al Khalifa lahir pada 2 November 1965 dari keluarga Kerajaan Bahrain. Ia merupakan putra Ibrahim bin Hamad Al Khalifa dan Aisha binti Salman Al Khalifa.

Salman menjabat sebagai Presiden AFC sejak 2013,. Ia memiliki sejarah panjang di dunia sepakbola, termasuk peran penting di Federasi Sepakbola Bahrain dan juga di FIFA.

Namun, karier Salman di sepakbola tidak lepas dari kontroversi. Ia dituduh terlibat dalam pelanggaran HAM selama protes pro-demokrasi yang terjadi di Bahrain pada tahun 2011.

Tuduhan Pelanggaran HAM Terhadap Salman bin Ibrahim Al Khalifa

Pada tahun 2011, saat terjadi demonstrasi besar-besaran di Bahrain, beberapa pemain sepakbola yang ikut dalam aksi tersebut menjadi sasaran tindakan penindasan dari pemerintah.

Salman bin Ibrahim Al Khalifa dituduh berperan dalam penangkapan dan penyiksaan terhadap para pemain sepakbola yang terlibat dalam protes tersebut.

Menurut informasi dari Independent, beberapa organisasi HAM di Bahrain bahkan mengirimkan surat kepada FIFA pada 2013, meminta agar pencalonan Salman sebagai Presiden AFC dibatalkan.

Mereka menuduh Salman menggunakan posisinya untuk melakukan tindakan balas dendam terhadap individu dan klub yang ikut serta dalam demonstrasi.

Bantahan Salman bin Ibrahim Al Khalifa

Meskipun banyak tuduhan yang dilayangkan kepadanya, Salman bin Ibrahim Al Khalifa selalu membantah terlibat dalam pelanggaran HAM tersebut.

Baca Juga: Presiden AFC Ternyata Berasal dari Bahrain, Emosi Netizen Indonesia Makin Membara!

Ia menegaskan bahwa tidak ada bukti kuat yang mengaitkannya dengan insiden tersebut.

Dalam salah satu wawancaranya, Salman bahkan menantang para pengkritiknya untuk menunjukkan bukti konkret yang mendukung tuduhan tersebut.

"Jika ada bukti bahwa Asosiasi Sepakbola Bahrain melanggar aturan FIFA atau AFC, tunjukkan. Jika tidak ada, kami akan lanjutkan pekerjaan kami," kata Salman.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Independent

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU