Pelatih Argentina, Lionel Scaloni memegang trofi Piala Dunia. (REUTERS/Stephanie)
INDOZONE.ID - Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyampaikan permintaan maaf kepada pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, setelah terjadi kekeliruan dalam acara undian Piala Dunia 2026 pada Jumat (5/12/2025).
Di acara yang megah tersebut, Scaloni diminta menggunakan sarung tangan ketika menyentuh trofi Piala Dunia.
Untuk menebus kesalahan itu, Infantino mengundang Scaloni ke acara pengumuman jadwal pertandingan Piala Dunia 2026 pada Sabtu (6/12/2025), di mana ia diperbolehkan mengangkat trofi tanpa sarung tangan.
Insiden ini bermula ketika panitia undian tampak tidak mengenali Scaloni sebagai pelatih yang membawa Argentina meraih juara Piala Dunia 2022.
Situasi tersebut memicu kebingungan, terlebih karena Scaloni adalah figur penting dalam kesuksesan Albiceleste beberapa tahun terakhir.
Baca juga: Lionel Scaloni Ungkap Strategi Timnas Argentina di Piala Dunia 2026
Scaloni yang terlihat terkejut, menyampaikan bahwa panitia tampaknya tidak mengetahui siapa dirinya. Kejadian itu kemudian menuai perhatian, mengingat status Scaloni sebagai pelatih juara dunia.
Pada hari berikutnya, dalam acara pengumuman jadwal pertandingan Piala Dunia 2026, Infantino berupaya memperbaiki kesalahan tersebut.
Momen permintaan maaf itu dilakukan secara terbuka untuk memastikan klarifikasi tersampaikan dengan jelas.
“Saya meminta maaf atas nama FIFA. Saya benar-benar tidak tahu,” ujar Infantino sambil memanggil Scaloni ke atas panggung dan menyerahkan trofi Piala Dunia untuk diangkat.
“Tentu saja, juara dunia boleh menyentuh trofi. Saya minta maaf, saya tidak tahu. Betapa memalukannya! Itu hanya karena ketika Anda juara dunia, Anda terlihat semakin muda setiap hari,” kata Infantino sambil bercanda.
Setelah insiden tersebut mereda, fokus kembali tertuju pada persiapan Argentina untuk Piala Dunia 2026.
Sang juara bertahan dijadwalkan memulai perjalanan mereka pada 16 Juni dengan menghadapi Aljazair. Setelah itu, Argentina akan bertemu Austria dan Yordania dalam lanjutan fase grup.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters