Ilustrasi seorang pesepak bola sedang mengunyah permen karet. (Foto dibuat menggunakan Gemini AI.)
INDOZONE.ID - Kamu mungkin pernah melihat pesepak bola atau atlet cabang olahraga lain mengunyah permen karet saat sedang bertanding. Nah ternyata, mengunyah permen karet bukan sekadar gaya atau kebetulan lho!
Ada alasan ilmiah di balik kebiasaan atlet profesional mengunyah permen karet saat bertanding. Di mana kebiasaan ini memiliki manfaat medis dan psikologis bagi sang atlet.
Artikel ini akan mengungkap alasan di balik kebiasaan tersebut, serta bagaimana aktivitas sederhana seperti mengunyah bisa membantu meningkatkan performa pemain di atas lapangan.
Tidak ada aturan yang melarang pemain mengunyah permen karet saat pertandingan sepak bola berlangsung.
Para pemai hanya dilarang mengenakan aksesori seperti cincin dan anting demi alasan keselamatan sebelum masuk ke lapangan. Namun, risiko tersedak akibat permen karet tidak dianggap cukup berbahaya hingga harus dilarang.
Ada beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengunyah permen karet bisa memberikan manfaat kecil bagi pemain.
Jika dilihat dari segi biologis, pemain sepak bola profesional bisa berlari lebih dari 10 kilometer dalam satu pertandingan. Aktivitas fisik tinggi tersebut dapat menyebabkan tubuh berkeringat dan mulut menjadi kering.
Mengunyah permen karet dapat merangsang produksi air liur sehingga membantu menjaga kelembapan mulut.
Jika kondisi mulut nyaman, fokus dan performa pemain tetap terjaga selama pertandingan.
Mengunyah permen karet selama bertanding juga terbukti membantu menurunkan kadar kortisol dalam tubuh. Kortisol adalah hormon yang dilepaskan saat seseorang mengalami stres.
Dengan begitu, pemain akan merasa tetap tenang, kecemasan berkurang akibat tekanan pertandingan, dan mental mereka stabil di momen-momen krusial.
Baca juga: Viral Fans Minta Permen Karet ke Carlo Ancelotti
Sementara jika dilihat dari sisi kognitif, hasil penelitian dari Manchester Metropolitan University tahun lalu menunjukkan bahwa permen karet yang mengandung kafein dapat membantu meningkatkan waktu reaksi pemain, terutama saat pertandingan memasuki babak tambahan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan