INDOZONE.ID - Piala Dunia 2026 yang akan diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko menandai sebuah era baru yang sangat ambisius bagi sepak bola di benua Asia.
Dengan adanya ekspansi jumlah peserta turnamen, perwakilan dari konfederasi AFC kini memiliki peluang yang jauh lebih besar untuk membuktikan bahwa kualitas teknis dan kedalaman taktis mereka telah berkembang pesat dan mampu bersaing di level tertinggi global.
Fokus utama tidak hanya tertuju pada kekuatan tradisional seperti Jepang dan Korea Selatan yang sudah langganan menembus babak gugur, tetapi juga pada munculnya kekuatan-kekuatan baru yang siap memberikan kejutan besar di panggung dunia.
Turnamen ini akan menjadi pembuktian sejauh mana tim-tim Asia mampu menjaga konsistensi permainan mereka dalam format kompetisi yang lebih panjang dan kompetitif.
Berikut adalah prediksi langkah sembilan kekuatan utama AFC di Piala Dunia 2026:
Baca juga: Profil Timnas Yordania di Piala Dunia 2026: Skuad, Jadwal, dan Peluang Lolos
Jepang diprediksi tetap menjadi standar tertinggi sepak bola Asia. Dengan mayoritas pemain yang berkarier di kompetisi elite Eropa, mereka memiliki kedalaman skuad yang luar biasa untuk menghadapi jadwal turnamen yang padat.
Setelah konsistensi di babak 16 besar pada edisi-edisi sebelumnya, pada edisi Piala Dunia 2026 adalah momentum bagi tim berjuluk Samurai Blue tersebut untuk menciptakan sejarah baru bagi perwakilan AFC.
Profil Timnas Korea Selatan (REUTERS)
Korea Selatan diprediksi akan mengandalkan transisi cepat dan fisik yang kuat untuk meredam tim-tim besar. Ketajaman lini depan mereka akan menjadi penentu keberhasilan di fase grup yang kompetitif.
Meski memiliki mentalitas pemenang serta rutin ikut Piala Dunia, tantangan di fase gugur kemungkinan besar akan menjadi tembok yang sulit ditembus Son Heung-min dan kolega kala bertemu raksasa dunia lainnya.
Baca juga: Profil Timnas Portugal di Piala Dunia 2026: Skuad, Jadwal, dan Peluang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan