Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 21 MEI 2026 • 11:14 WIB

Cara Memilih Tarikan Senar Raket Badminton yang Tepat untuk Pemain Harian

Cara Memilih Tarikan Senar Raket Badminton yang Tepat untuk Pemain HarianBadminton. (Freepik/korarkar)

INDOZONE.ID - Di Indonesia, badminton jadi salah satu olahraga yang cukup diminati. Olahraga ini bisa dimainkan anak-anak hingga orang dewasa, baik untuk rekreasi  hingga ajang kompetisi.

Namun, banyak pemain harian (fun match) lebih  memilih main dengan raket mahal atau outfit keren. Padahal dalam permainan, hal paling penting adalah tension atau tarikan senar raket badminton.

Tarikan senar menjadi salah satu faktor penting yang sangat memengaruhi performa pemain di lapangan. Jika salah memilih tarikan senar akan membuat smash melempem, kontrol berantakan hingga berisiko mematahkan frame raket.

Baca juga: Ini Jadwal Tim Bulutangkis Indonesia di Thomas & Uber Cup 2026, Badminton Lovers Jangan Sampai Ketinggalan!

Untuk itu, artikel ini akan membahas apa itu tarikan senar, ukuran hingga memilih tension yang cocok untuk pemain harian.

Mengenal Tarikan Senar Raket Badminton 

String tension atau tarikan senar merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan seberapa kencang senar raket badminton dipasang pada frame raket. Besaran tension biasanya diukur menggunakan satuan pound (lbs).

Umumnya, tarikan senar berkisar mulai dari 18 lbs hingga 34 lbs, dan perbedaan di antara angka tersebut sangat terasa saat digunakan bermain.

Semakin tinggi tarikan senar, maka pemain akan mendapatkan kontrol dan feeling pukulan yang lebih presisi. Namun, keuntungan ini hanya bisa dirasakan jika pemain mampu secara konsisten mengenai sweet spot atau titik ideal di tengah raket.

Masalahnya, semakin tinggi tension yang digunakan, area sweet spot akan semakin kecil. Artinya, pemain harus memiliki teknik, timing, dan kecepatan ayunan yang sangat baik agar pukulan tetap optimal.

Selain itu, senar dengan tension tinggi juga cenderung lebih cepat putus, terutama jika jenis senar yang digunakan cukup tipis atau pemain sering melakukan miss-hit.

Berbeda dengan tension tinggi, tarikan senar rendah membuat permukaan senar terasa lebih lentur seperti trampolin. Senar akan menyerap shuttlecock lebih banyak sehingga menghasilkan efek pantulan atau power yang lebih besar.

Keuntungan lainnya adalah area sweet spot menjadi lebih luas. Ini membuat pemain lebih mudah menghasilkan pukulan bersih meski timing belum sempurna.

Karena lebih fleksibel, risiko senar putus juga lebih kecil, terutama bagi pemain yang belum konsisten mengenai sweet spot. Semakin rendah tension yang digunakan, umumnya umur senar juga akan lebih panjang.

Bagaimana Memilih Tarikan Senar yang Tepat?

Cara Memilih Tarikan Senar Raket Badminton yang Tepat untuk Pemain HarianIlustrasi melakukan smash dalam badminton. (Freepik/master1305plus)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Badminton Insight, Decathlon

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Cara Memilih Tarikan Senar Raket Badminton yang Tepat untuk Pemain Harian

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!