INDOZONE.ID - Transfer Noni Madueke dari Chelsea ke Arsenal menjadi salah satu kejutan di bursa transfer musim panas ini.
Hal ini tidak hanya memicu diskusi hangat di kalangan penggemar, tetapi juga menimbulkan pertanyaan soal alasan sebenarnya di balik keputusan Chelsea melepas Madueke ke Arsenal.
Arsenal Dapatkan Madueke dari Chelsea
Madueke disebut-sebut sebagai salah satu pemain muda asal Inggris yang punya memiliki potensi besar.
Di usia 23 tahun, ia sudah mengoleksi pengalaman bersama Timnas Inggris junior dan tampil reguler di Premier League.
Fleksibilitasnya dalam bermain di kedua sisi sayap membuatnya menjadi aset berharga di lini depan.
Baca juga: Chelsea Siap Lepas Noni Madueke ke Arsenal, Tapi Minta £50 Juta
Arsenal melihatnya sebagai opsi rotasi yang baik untuk memperdalam skuad, terutama karena mereka akan berlaga di beberapa kompetisi musim depan.
Meski begitu, keputusan Arsenal mengucurkan dana sebesar £52 juta untuk mendatangkan Madueke cukup mengejutkan, mengingat mereka belum juga mendapatkan striker utama yang diincar sejak awal jendela transfer dibuka.
Tak sedikit fans Arsenal yang mempertanyakan keputusan ini.
Dengan anggaran terbatas dan prioritas yang belum terpenuhi, harga transfer Madueke dianggap terlalu tinggi, apalagi jika melihat statistiknya yang belum benar-benar mengesankan di Chelsea.
Masalah Disiplin Bayangi Kepindahan Madueke
Terlepas dari urusan teknis, Madueke juga sempat mendapat perhatian karena masalah kedisiplinan di Chelsea.
Ia pernah dua kali dicoret dari skuad utama, termasuk karena performa latihan yang dianggap kurang serius oleh staf pelatih.
Bahkan, pada laga semifinal Piala Dunia Antarklub melawan Fluminense, Madueke tak masuk daftar starter sebuah indikasi bahwa kepercayaan pelatih Enzo Maresca terhadapnya mulai memudar.
Maresca dikabarkan tidak yakin akan fokus dan komitmen sang pemain terhadap tim. Hal ini memperkuat asumsi bahwa kepergian Madueke bukan semata soal teknis, tetapi juga berkaitan dengan kondisi internal yang tidak ideal.
Chelsea Dikejar Sanksi UEFA
Alasan terbesar di balik penjualan Noni Madueke tampaknya datang dari masalah keuangan yang sedang dialami Chelsea.
Klub asal London Barat itu baru saja dijatuhi denda sebesar €31 juta oleh UEFA karena pelanggaran terhadap aturan keuangan.
Angka tersebut bahkan bisa melonjak hingga €91 juta jika Chelsea gagal memenuhi target dalam empat tahun ke depan.
Baca juga: Chelsea Didenda 31 Juta Euro oleh UEFA dan Terancam Sanksi Tambahan karena Melanggar Aturan Keuangan
UEFA juga mengancam akan melarang Chelsea mendaftarkan pemain baru di kompetisi Eropa, termasuk Liga Champions, jika neraca keuangan mereka tidak segera diseimbangkan.
Oleh karena itu, penjualan pemain menjadi solusi tercepat untuk menghindari sanksi yang lebih berat.
Chelsea menyepakati denda awal sebesar €20 juta dan berpotensi membayar tambahan €80 juta.
Selain itu, mereka juga dikenai denda sebesar €11 juta terkait pelanggaran biaya skuad. Ini menjadi bukti bahwa Chelsea sedang berada dalam masalah keuangan.
Madueke Jadi Korban Kebijakan Finansial Chelsea
Selama dua setengah musim bersama Chelsea, Madueke mencatatkan 92 penampilan, mencetak 20 gol, dan menyumbang sembilan assist.
Meski sempat bersinar di beberapa momen penting, seperti gol di final UEFA Conference League, performanya secara keseluruhan dinilai belum memenuhi ekspektasi klub sejak didatangkan dari PSV Eindhoven dengan harga £26 juta.
Dengan menjualnya ke Arsenal seharga £52 juta, Chelsea menggandakan investasi awal mereka, sekaligus membantu menambal keuangan klub yang tengah bermasalah.
Apalagi, musim panas ini mereka juga merekrut beberapa pemain muda seperti Liam Delap dari Ipswich, Joao Pedro dari Brighton, dan Jamie Gittens dari Borussia Dortmund. Aktivitas belanja ini menambah beban neraca keuangan klub.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The Guardian