Kamis, 14 AGUSTUS 2025 • 16:20 WIB

Premier League Minta Publik Bersabar Soal Kasus 115 Pelanggaran Manchester City

Author

CEO Premier League, Richard Masters berdiri di samping trofi Premier League sebelum upacara penyerahan ke Manchester City. (REUTERS/Carl Recine)

INDOZONE.ID - CEO Premier League, Richard Masters, meminta publik bersabar terkait proses hukum yang sedang berlangsung dalam kasus dugaan 115 pelanggaran aturan keuangan oleh Manchester City.

Kasus ini menjadi salah satu isu terpanas di sepak bola Inggris dalam beberapa tahun terakhir.

Kasus Manchester City Ditangani Panel Independen

Dalam acara peluncuran musim baru Premier League di Liverpool, Rabu (13/8/2025), Masters menjelaskan bahwa setelah tuduhan diajukan, penanganan sepenuhnya berada di tangan panel independen yang bekerja secara otonom.

“Ini pada dasarnya adalah sistem peradilan independen. Mereka yang mengatur proses dan waktunya, mendengarkan perkara, lalu memutuskan hasilnya. Kami tidak punya kendali atas jalannya atau lamanya proses itu,” ujar Masters kepada Sky Sports.

Baca juga: Jose Mourinho Balas Sindiran Pep Guardiola: Saya Juara dengan Adil, Bukan dengan Pelanggaran 115 Kasus

Meski enggan berspekulasi kapan putusan akan keluar, Masters mengakui bahwa proses hukum yang panjang seringkali menimbulkan rasa frustrasi di kalangan pecinta sepak bola di Inggris.

“Kekecewaan saya tidak terlalu penting. Yang jelas, saya hanya bisa menunggu. Proses hukum jarang selesai lebih cepat dari perkiraan. Kita harus bersabar,” katanya.

Respons Terhadap Daya Saing Tim Promosi

CEO Premier League, Richard Master. (Dok. Premier League)

Selain membahas kasus Manchester City, Masters juga menanggapi kekhawatiran soal daya saing tim-tim promosi.

Musim lalu, tiga klub yang terdegradasi adalah Leicester City, Ipswich Town, dan Southampton, pernah kembali ke Premier League.

Baca juga: Detail 115 Dakwaan untuk Manchester City: Dugaan Pelanggaran dan Potensi Hukuman dari Premier League

Fenomena ini bukan yang pertama. Pada musim 2023–2024, Luton Town, Burnley, dan Sheffield United juga langsung kembali ke Championship setelah hanya satu musim di kasta tertinggi Liga Inggris.

Klub yang Bertahan di Premier League

Meski banyak tim promosi kesulitan bertahan, Masters menyoroti kisah sukses Nottingham Forest, Bournemouth, dan Fulham.

Ketiga klub ini promosi pada musim 2022–2023 dan kini, tiga tahun kemudian, mampu bersaing dengan baik di Premier League.

Baca juga: Leeds United di Premier League 2025-26: Bisik-Bisik Promosi dan Tantangan yang Menanti

“Premier League semakin kompetitif, dan Championship juga merupakan liga yang luar biasa. Kami ingin keduanya sukses. Kami ingin ada perputaran klub yang sehat antara kedua divisi, dan itu akan terus kami pantau,” ujar Masters.

Dengan situasi ini, publik sepak bola Inggris dihadapkan pada dua isu besar sekaligus: menunggu hasil kasus Manchester City dan menyaksikan ketatnya persaingan klub-klub di Premier League.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Sky Sports

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU