Kamis, 11 SEPTEMBER 2025 • 10:10 WIB

Kylian Mbappe Sebut Jadi Atlet Sulit Bicara tentang Kesehatan Mental karena Takut Dihakimi

Author

Kylian Mbappe saat bermain di Timnas Prancis. (REUTERS/Benoit Tessier)

INDOZONE.ID - Kapten Timnas Prancis, Kylian Mbappe, menilai masalah kesehatan mental masih jarang dibicarakan secara terbuka di kalangan atlet profesional.

Menurutnya, banyak atlet terkenal enggan mengungkapkan kondisi mental mereka, karena khawatir mendapat penilaian buruk.

Mbappe menegaskan, kecintaannya pada sepak bola adalah alasan utama ia tetap bersemangat hingga kini.

Baca juga: Kylian Mbappe: Menyamai Rekor Gol Thierry Henry Adalah Suatu Kehormatan

Kesehatan Mental Masih Tabu

Dalam wawancara eksklusif bersama L’Equipe Magazine pada Rabu, (10/9/2025) kemarin, penyerang berusia 26 tahun itu berbicara tentang tekanan yang kerap dihadapinya.

Mbappe terkadang harus mengontrol diri dari pandangan orang-orang, yang menilai seorang atlet tidak boleh menunjukkan kelemahan.

“Masalahnya, orang sulit menerimanya. Kamu tidak boleh memperlihatkannya,” kata Mbappe.

Baca juga: Hokky Caraka Di Bully Netizen, Erick Thohir: Saya Yakin Dia Punya Mental yang Kuat

Tekanan dan Pandangan Publik

Kylian Mbappe saat bermain di Timnas Prancis. (REUTERS/Kacper Pempel)

Mbappe menjelaskan, orang-orang sering kali hanya melihat hasil akhir tanpa memahami kondisi sebenarnya yang dialami seorang atlet.

“Kalau dia mengatakannya sejak awal, mungkin dia akan dihujat. Tapi ketika kamu menang, kamu nyaris tak tersentuh," ungkapnya.

"Sebaliknya, jika kamu kalah dan mengatakan lelah, orang hanya akan menilai kamu bermain buruk, meski sebenarnya rasa itu sudah ada sebelumnya,” lanjutnya.

Baca juga: Kylian Mbappe Sempat Pertimbangkan Pensiun dari Timnas Prancis

Mbappe baru saja tampil luar biasa dengan mencetak dua gol dalam dua kemenangan Prancis di Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Ukraina dan Islandia.

Meski begitu, ia mengaku selalu menuntut standar tinggi untuk dirinya sendiri.

“Saya tidak pernah mau menerima kegagalan. Jadi saya tidak masalah jika orang mengkritik saya. Saya justru jauh lebih keras pada diri sendiri dibanding orang lain, dan itu membuat saya tenang,” ujarnya.

Jarak antara Ekspektasi dan Perasaan Pribadi

Mbappe juga menyoroti betapa sulitnya menyeimbangkan ekspektasi publik dengan emosi pribadi seorang atlet.

“Di rumah, saya bisa mengatakannya. Atau ketika momennya tepat. Misalnya setelah saya juara Piala Dunia, lalu tiga hari kemudian Anda bertanya, saya bisa menjawab dengan jujur," jelas Mbappe.

Baca juga: PSG Tuntut Penanganan Medis Timnas Prancis Setelah Dembele dan Doue Cedera

"Tapi setelah kekalahan? Orang-orang tidak akan mau mendengarnya. Jujur saja, kalau saya tidak punya semangat ini, sepak bola sudah membuat saya muak sejak lama,” tambahnya.

Masalah Tekanan Mental

Kylian Mbappe saat membela Real Madrid di Piala Dunia Antarklub 2025. (IMAGN IMAGES via Reuters/Hannah Mckay)

Selain berbicara soal kesehatan mental, wawancara tersebut juga menyinggung perjalanan karier Mbappe.

Baca juga: Bukan Mbappe, Real Madrid Kehilangan Sosok Striker Seperti Joselu di Lini Depan

Dari sukses bersama Timnas Prancis, Paris Saint-Germain, hingga kini bermain untuk Real Madrid, ia menegaskan, pertarungan terberat seorang atlet justru ada di dalam diri sendiri.

“Sebagai atlet, kamu tidak diberi ruang untuk kalah atau salah. Tapi justru karena itulah orang menghargai kamu, karena kamu menerima semua tekanan itu, tetap kuat, dan selalu ingin menang,”  tutup Mbappe.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: L’Equipe

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU