Sabtu, 27 SEPTEMBER 2025 • 12:10 WIB

Komentar Pedas Eks Bos Besar Ferrari: Kangen Duet "Mantan Kandung", Evaluasi Manajemen Era Vasseur vs Binotto!

Author

Tim Ferrari. (Reuters/Mark Ralston)

INDOZONE.ID - Dunia Formula 1 lagi-lagi dihebohkan oleh komentar pedas dari salah satu figur paling legendaris di paddock. 

Kali ini, datangnya dari sang mantan bos besar tim Ferrari, Luca Cordero di Montezemolo. 

Buat yang belum tahu, Montezemolo ini bukan orang sembarangan, dialah arsitek di balik era keemasan Ferrari bersama Michael Schumacher. 

Jadi, kalau dia sudah angkat bicara, semua orang pasti pasang telinga.

Melansir dari Crash.net, Montezemolo seolah membuka kembali luka lama dan menyindir kondisi Ferrari saat ini. 

Baca juga: Sempat Dihujat, Calvin Verdonk Kini Dipuji Media Prancis Usai Tampil Apik Bersama LOSC Lille di Liga Europa

Ia secara blak-blakan bilang kangen dengan duet "mantan kandung" Charles Leclerc dan Carlos Sainz, sambil secara implisit mempertanyakan keputusan manajemen tim saat ini. Drama apa lagi ini? 

Poin pertama yang jadi sorotan adalah pujian Montezemolo untuk komposisi pembalap Ferrari musim lalu. 

Seperti yang kita tahu, Ferrari membuat keputusan besar dengan mendepak Carlos Sainz untuk memberi jalan bagi sang juara dunia tujuh kali, Lewis Hamilton, di musim 2025 ini. 

Keputusan ini sempat jadi pro-kontra, dan kini Montezemolo seolah menuangkan bensin ke dalam api.

"(Carlos) Sainz dan (Charles) Leclerc adalah pasangan yang sangat bagus," kata Montezemolo dengan tegas.

Baca juga: Skandal Pemalsuan Dokumen Naturalisasi 7 Pemain, FIFA Hukum Federasi Sepakbola Malaysia

Komentar ini bukan sekadar nostalgia. Ada data pendukung yang memperjelas bahwa duet "mantan kandung" ini sangat istimewa di mata Montezemolo. 

Mari kita kilas balik ke musim 2024. Dengan duet Sainz-Leclerc, Ferrari tampil super kompetitif dan nyaris merebut gelar juara dunia konstruktor. 

Mereka finis di posisi kedua, hanya terpaut 14 poin dari McLaren. Jarak setipis itu menunjukkan betapa solidnya performa kedua pembalap tersebut. Mereka saling mendorong dan konsisten menyumbang poin.

Sekadar informasi, istilah "mantan kandung" sendiri telah melekat pada Carlos Sainz dan Charles Leclerc sejak Grand Prix Azerbaijan 2025 lalu. 

Baca juga: Atlet Muda Gimnastik Indonesia Meninggal Dunia Usai Dirawat 12 Hari di Rusia

Sehari setelah balapan melelahkan, keduanya tampak asik healing. Netizen Indonesia pun kemudian menyematkan gelar "mantan kandung" kepada mereka. 

Selain itu, kedekatan mereka pascaberpisah dari Kuda Jingkrak pun beberapa kali tertangkap kamera yang menambah kesan bahwa chemistry mereka masih terhubung seakan-akan bilang: "Aku nggak mau bye-bye!"

Setelah menyentil pilihan pembalap, Montezemolo beralih ke area manajemen. Lagi-lagi, tanpa menyebut nama, ia memberikan "kode keras" yang jelas ditujukan kepada Prinsipal Tim saat ini, Frederic Vasseur.

"Jika besok pagi saya diwajibkan untuk kembali bekerja di Ferrari, dalam waktu satu minggu, saya sudah punya gambaran jelas siapa yang harus ditempatkan di posisi yang berbeda," jelas Montezemolo.

Baca juga: FIFA Pertimbangkan Piala Dunia 2030 dengan 64 Negara Peserta, Jadi Turnamen Terbesar Sepanjang Sejarah?

Secara tidak langsung, ia mengatakan bahwa struktur tim saat ini tidak ideal di matanya. 

Ia merasa tahu persis apa yang salah dan bisa memperbaikinya dengan cepat. Komentar ini jelas menempatkan Vasseur di bawah tekanan, seolah-olah kepemimpinannya sedang dievaluasi dan dinilai kurang oleh sang mantan bos besar. 

Di tengah kritik terselubungnya untuk manajemen saat ini, Montezemolo justru memberikan pujian setinggi langit untuk mantan Prinsipal Tim Ferrari, Mattia Binotto. 

Binotto, yang posisinya digantikan oleh Vasseur, kini memegang jabatan CEO di proyek F1 Audi yang akan debut pada 2026.

"Saya turut senang untuk (Mattia) Binotto sekarang dia berinvestasi di masa depan dengan pembalap muda Brasil (Gabriel Bortoleto) yang bagus untuk masa depan," tutupnya.  

Baca juga: Jelang Hadapi PSM Makassar, PSIM Yogyakarta Boyong 23 Pemain ke Parepare

Pujian ini punya makna ganda. Pertama, ini adalah bentuk dukungan untuk orang yang pernah ia percaya di Ferrari. 

Kedua, ini adalah sindiran halus bahwa Ferrari mungkin telah melepas orang yang tepat. 

Dengan memuji visi jangka panjang Binotto di Audi, Montezemolo seolah ingin bilang: "Lihat, orang yang kalian depak sekarang sedang membangun proyek masa depan yang solid, sementara kalian masih berkutat dengan masalah saat ini." 

Komentar Montezemolo bukanlah sekadar obrolan ringan seorang pensiunan. Ia menggunakan status legendarisnya untuk menyuarakan ketidakpuasan dan menekan manajemen Ferrari saat ini.

Pesan utamanya jelas: Apakah keputusan membongkar pasangan pembalap yang nyaris juara demi seorang superstar yang berada di penghujung karier adalah langkah yang tepat? Apakah kepemimpinan saat ini sudah berada di jalur yang benar?

Baca juga: UEFA Akan Adakan Voting untuk Bekukan Israel terkait Kejahatan Genosida di Gaza

Kini, bola panas ada di tangan Fred Vasseur dan Lewis Hamilton. Mereka punya satu tugas berat: membuktikan bahwa Montezemolo salah dan pilihan yang mereka ambil akan membawa Ferrari kembali ke puncak kejayaan. 

Jika tidak, suara-suara kritis seperti ini akan terus menghantui Maranello.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Crash.net

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU