Kamis, 15 JANUARI 2026 • 12:05 WIB

CEO F1 Beri Peringatan pada Ferrari agar Jangan Jadi Tim Medioker Jelang F1 2026

Author

Stefano Domenicali

INDOZONE.ID - Menjelang bergulirnya era baru Formula 1 (F1) pada musim 2026, Presiden sekaligus CEO F1, Stefano Domenicali, memberikan peringatan keras sekaligus nasihat berharga kepada mantan timnya, Scuderia Ferrari

Peringatan ini muncul sebagai respons atas performa tim Kuda Jingkrak yang sangat mengecewakan sepanjang musim 2025. 

Domenicali, yang memiliki ikatan emosional kuat dengan skuad Maranello, menekankan bahwa Ferrari tidak boleh membiarkan diri mereka terbiasa menjadi tim papan tengah atau medioker. 

Orang nomor 1 ajang balap jet darat paling prestisius ini menegaskan bahwa mentalitas juara harus segera dipulihkan agar tim tersukses dalam sejarah F1 ini tidak semakin tenggelam dalam persaingan.

Baca juga: Prediksi Mengkhawatirkan Max Verstappen Jelang Era Regulasi Baru F1 2026

Sorotan tajam memang sedang mengarah ke garasi Ferrari setelah mereka menutup kampanye tahun 2025 dengan catatan yang bisa dibilang sebagai bencana. 

Tim yang dipimpin oleh Fred Vasseur ini tergelincir ke peringkat keempat dalam klasemen konstruktor, sebuah posisi yang jauh dari ekspektasi awal musim. 

Mirisnya, Ferrari gagal mencatatkan satu pun kemenangan Grand Prix sepanjang tahun, menandai musim tanpa kemenangan pertama mereka sejak tahun 2021. 

Statistik ini tentu menjadi alarm bahaya bagi tim yang memiliki ambisi untuk kembali mendominasi puncak motorsport dunia.

Kekecewaan semakin terasa mengingat musim 2025 adalah tahun debut megabintang Lewis Hamilton berseragam merah. 

Baca juga: Tingkatan Sabuk Karate dan Artinya: Dari Sabuk Putih hingga Hitam

Kedatangan juara dunia tujuh kali itu diharapkan membawa angin segar dan mentalitas pemenang, namun realitas di lintasan berkata lain. 

Musim debut Hamilton di Ferrari justru menjadi musim yang ingin segera dilupakan. 

Untuk pertama kalinya dalam karir panjangnya di Formula 1, pembalap Inggris itu gagal finis di podium dalam satu pun balapan utama (Grand Prix) sepanjang musim. 

Hal ini menjadi noda sejarah tersendiri bagi Hamilton dan juga indikasi betapa bermasalahnya mobil Ferrari tahun lalu.

Meskipun demikian, musim 2025 tidak sepenuhnya gelap gulita tanpa secercah harapan. 

Baca juga: Mengulik Pencak Silat Beserta Alirannya, Olahraga Bela Diri yang Sudah Jadi Warisan Budaya Indonesia

Hamilton masih sempat menunjukkan sisa-sisa kejeniusannya dengan merebut posisi pole dan memenangkan Sprint Race di China. 

Di sisi garasi lain, rekan setimnya, Charles Leclerc, menjadi penyelamat wajah Ferrari dengan memberikan beberapa hasil positif yang langka. 

Pembalap asal Monako itu berhasil meraih pole position yang mengejutkan di Hungaria dan mengamankan tujuh podium di tengah performa mobil yang tidak konsisten. 

Namun, bagi standar tinggi Ferrari, pencapaian tersebut jelas belum cukup untuk memuaskan dahaga para Tifosi.

Stefano Domenicali, yang pernah menjabat sebagai Kepala Tim Ferrari dari tahun 2008 hingga 2014, merasa perlu untuk angkat bicara. 

Baca juga: Jumlah Penonton BRI Super League 2025/2026 Capai Rekor di ASEAN : Persib Penyumbang Terbesar

Sebagai bos terakhir yang merasakan manisnya gelar juara dunia konstruktor bersama Ferrari, Domenicali memahami betul tekanan dan ekspektasi yang ada di Maranello. 

Dalam wawancaranya dengan Sky Sports News, ia mengingatkan bahwa tim harus memiliki rencana yang matang dan energi yang tepat untuk menyongsong regulasi baru 2026. 

Ia tidak ingin melihat mantan timnya pasrah dengan keadaan dan menganggap posisi keempat sebagai sesuatu yang normal.

Domenicali menegaskan bahwa dirinya merupakan orang yang positif dan tidak melihat gunanya terus-menerus meratapi kegagalan masa lalu. 

Menurutnya, tidak perlu ada air mata, yang dibutuhkan sekarang adalah strategi konkret. 

Baca juga: Demi Menata Ulang Karir Balapnya, Jack Doohan Resmi Berpisah dari Alpine F1 Team

Ia menaruh kepercayaan pada Fred Vasseur, Lewis Hamilton, dan Charles Leclerc untuk merumuskan rencana kebangkitan tersebut. 

Poin krusial yang disampaikan Domenicali adalah pentingnya reaksi cepat dari tim. 

Ferrari tidak boleh membiarkan momentum negatif ini berlanjut hingga mereka perlahan meredup dan hilang dari persaingan papan atas. 

Posisi keempat di kejuaraan tidak boleh dianggap sebagai standar baru bagi tim dengan sejarah sebesar Ferrari.

Menatap musim 2026, tantangan akan semakin berat namun juga membuka peluang baru karena adanya perombakan regulasi besar-besaran. 

Baca juga: Profil Martina Ayu Pratiwi, Si Ratu Endurance Asia Tenggara yang Raih 7 Medali di SEA Games 2025 Thailand

Domenicali mengingatkan bahwa di tahun 2026, peta kekuatan bisa berubah total karena tidak ada yang benar-benar tahu di mana posisi mereka sampai mobil turun ke lintasan. 

Semua orang membicarakan regulasi baru, namun kepastian baru akan terlihat saat balapan dimulai. 

Oleh karena itu, Ferrari membutuhkan energi yang tepat dan fokus penuh untuk memastikan mereka berada di jalur yang benar. 

F1 membutuhkan Ferrari yang kuat, dan mereka pantas berada di posisi yang lebih baik daripada hanya sebagai "topping" di barisan depan. 

Evolusi akan terjadi di setiap balapan, dan Ferrari harus siap untuk beradaptasi jika tidak ingin tertinggal lebih jauh lagi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Sky Sports News

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU