Sabtu, 17 JANUARI 2026 • 08:30 WIB

India Open 2026 Banjir Kritik: Lapangan Dipenuhi Kotoran Burung hingga Gangguan Monyet

Author

Unggahan atlet bulu tangkis Kang Min Hyuk membagikan potret monyet yang masuk ke venue saat sesi pemanasan India Open 2026 (Instagram @k_kang m.h).

INDOZONE.ID - India Open 2026, salah satu turnamen prestisius dalam kalender BWF World Tour Super 750, tengah berlangsung di Indira Gandhi Indoor Stadium, New Delhi, pada 13–18 Januari. 

Dengan total hadiah mencapai USD 950.000 atau hampir Rp16 miliar, turnamen ini seharusnya menjadi panggung ideal bagi para pebulutangkis dunia untuk unjuk kualitas.

Namun, gemerlap hadiah besar itu justru kontras dengan gelombang kritik India Open 2026 yang datang langsung dari para pemain.

Suasana pertandingan di New Delhi tidak sepenuhnya menghadirkan kenyamanan. 

Sejumlah atlet menyoroti kondisi arena yang dinilai kurang layak, mulai dari minimnya fasilitas hingga persoalan kebersihan yang mengganggu jalannya pertandingan.

Baca juga: 4 Pemain Keturunan dengan Status 'Grade A' yang Masih Berpeluang Bela Timnas Indonesia

Tunggal putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani, mengungkapkan bahwa arena pertandingan kekurangan penghangat ruangan, padahal wilayah India Tengah sedang dilanda musim dingin. 

Akibatnya, para pemain terpaksa melakukan pemanasan dengan jaket dan celana tebal, kondisi yang jelas tidak ideal bagi atlet profesional.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh tunggal putri Thailand, Ratchanok Intanon, serta tunggal putri Kanada, Michelle Li.

“Kita (atlet) mungkin butuh alat penghangat ruangan di sini,” ujar Intanon.

“Di sini sangat dingin, sulit bagi kami untuk melakukan pemanasan dan menjaga tubuh tetap hangat,” tambah Michelle Li dalam wawancaranya dengan Indian Express.

Baca juga: Latih Timnas Indonesia, John Herdman Pilih Jadikan Tekanan sebagai Berkah

Tak berhenti di situ, kritik India Open 2026 semakin memanas setelah muncul persoalan kebersihan yang dinilai ekstrem. 

Pada laga babak 16 besar antara Loh Kean Yew (Singapura) melawan H.S. Pranoy (India), pertandingan sempat dihentikan karena kotoran burung berjatuhan ke area lapangan. 

Situasi tersebut membuat Loh Kean Yew hampir muntah dan meminta laga dipindahkan ke lapangan lain.

Keluhan serupa juga datang dari tunggal putri Denmark, Mia Blichfeldt, yang secara terbuka menyoroti kondisi arena.

“Lantainya kotor dan banyak debu di lapangan. Selain itu, burung-burung berterbangan di dalam arena, dan ada kotoran burung juga,” ungkap Mia, dikutip dari Indian Express.

Baca juga: Teknik-teknik Dasar Bulu Tangkis yang Wajib Kamu Ketahui Beserta Pengertiannya

“Sebagai pemain dari Eropa, saya merasa lebih sensitif terhadap hal-hal seperti ini,” tambahnya.

Masalah tak berhenti pada fasilitas dan kebersihan. Keamanan venue pun ikut dipertanyakan. 

Pemain ganda putra Korea Selatan, Kang Min Hyuk, mengunggah foto monyet yang masuk ke area venue saat sesi pemanasan melalui akun Instagram pribadinya (@k_kang.m.h). 

Sebuah pemandangan yang semakin memperkuat kritik India Open 2026 dari berbagai sisi.

Serangkaian sorotan negatif ini menjadi tamparan keras bagi penyelenggara. 

Baca juga: Sempat Menghilang Akibat Dicuri, Gokart Bersejarah Milik Mendiang Jules Bianchi Kembali ke Pangkuan Keluarga

Besarnya hadiah dan status turnamen elite jelas menuntut standar profesional yang sepadan. 

Badminton Association of India (BAI) bersama BWF diharapkan menjadikan kritik India Open 2026 sebagai bahan evaluasi serius agar turnamen-turnamen besar ke depan tidak kembali tercoreng oleh persoalan non-teknis.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Badminton World Federation

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU