INDOZONE.ID - Kalian tentunya sudah tidak asing lagi dengan olahraga lempar cakram? Yaps, olahraga ini merupakan salah satu cabang olahraga yang sering diperlombakan di event olahraga internasional, salah satunya Olimpiade.
Olahraga lempar cakram merupakan salah satu bagian dari cabang olahraga atletik, yang mana dalam olahraga ini kita melakukannya dengan menggunakan alat bantu berupa kayu dengan bentuk seperti piring yang dilengkapi dengan sabuk besi.
Olahraga ini bisa juga menggunakan bahan dasar lain dengan bentuk pipih dan bundar untuk dilemparkan. Dalam bahasa inggris olahraga ini disebut sebagai discus throw.
Baca juga: Indonesia Resmi Ajukan Diri sebagai Tuan Rumah Piala Asia 2031
Secara bahasa, lempar cakram dapat diartikan secara terpisah, lempar memiliki arti sebagai olahraga yang dilakukan dengan cara melempar. Sementara itu, cakram merupakan sebuah benda atau alat bantu untuk melakukan olahraga lempar cakram. Cakram ini merupakan benda berbentuk piringan yang dilengkapi dengan sabuk besi.
Jadi, olahraga lempar cakram ini merupakan olahraga yang berupa melempar cakram dengan lapangan yang sudah ditentukan. Untuk menentukan pemenang dalam olahraga ini ditentukan dari seberapa jauh cakram yang dilemparkan oleh pelempar dari posisi awal.
Olahraga lempar cakram ini tentunya memiliki beberapa teknik dasar. Namun, sebelum membahas teknik dasar olahraga ini, tim INDOZONE akan mengulas sedikit sejarah olahraga lempar cakram sebagaimana yang dilansir dari Gramedia Blog pada Rabu (4/2/2026). Yuk simak!
Baca juga: Hubungan dengan Pemilik Al Nassr Mulai Renggang, Cristiano Ronaldo Dirumorkan akan Kembali ke Eropa
Sejarah Lempar Cakram
Belum banyak yang tahu kapan olahraga lempar cakram ditemukan, tapi yang pasti olahraga ini sudah muncul sejak abad ke-5 sebelum masehi. Lempar cakram merupakan olahraga tertua di Yunani. Hal tersebut ditandai dengan adanya peninggalan patung kuno seorang lelaki yang melemparkan cakram, yaitu patung Myron Discobolus.
Lempar cakram ini merupakan salah satu cabang olahraga yang selalu ada di setiap event olahraga seperti PON, Olimpiade, Asian Games dan juga SEA Games. Selain itu, olahraga ini juga merupakan salah satu ikon olahraga dunia.
Olahraga lempar cakram sebenarnya sempat hilang sejak kejayaan Eropa Kuno runtuh. Namun, olahraga ini kembali ditemukan oleh Christian Georg Kohlrausch bersama muridnya pada tahun 1870 lalu melalui riset sejarah.
Pada penelitiannya, Georg tak cuma meneliti riset olahraga lempar cakram saja, tetapi juga teknik-tekniknya yang kemudian riset tersebut dipublikasikan pada tahun 1880.
Olahraga lempar cakram pertama kali dipertandingkan di Olimpiade modern pada tahun 1896, tetapi saat itu hanya dipertandingkan untuk kategori laki-laki saja. Sementara itu, untuk kategori putri baru dipertandingkan pada tahun 1928 lalu.
Baca juga: Mauro Zijlstra Siap Sambut Tantangan Bersama Persija Jakarta!
Teknik Dasar Lempar Cakram
Meskipun olahraga ini terlihat sederhana, namun olahraga lempar cakram ini memiliki beberapa teknik dasar yang wajib kamu ketahui dan pelajari, diantaranya:
1. Teknik Memegang Cakram
Letakkan tepi cakram pada lekuk pertama pada tangan kalian. Usahakan sedikit untuk merenggangkan jari dengan jarak yang sama antar jarinya pada tangan kalian. Kamu harus tahu, makin panjang jari yang kalian miliki, maka akan semakin mudah pula untuk memegang cakram.
2. Sikap Tubuh saat Melempar Cakram
Ada dua cara yang bisa kalian gunakan dalam sikap tubuh kalian saat melempar cakram. Kedua cara tersebut adalah menggunakan gaya menyamping dan juga menggunakan gaya membelakangi. Di saat kalian hendak melakukan sebuah lemparan, usahakan untuk berdiri tegak menyamping mengarah ke lemparan dengan membuka lebar kedua kaki kalian.
Untuk kaki kiri dihadapkan lurus ke depan sesuai dengan arah lemparan. Sedangkan untuk kaki kanan di belakang tepat di samping kiri. Jangan lupa untuk sedikit membengkokkan lutut serta arahkan ke serong samping kanan. Kaki kanan digunakan sebagai tumpuan dan condongkan ke kanan.
Sementara, tangan kanan digunakan untuk membawa cakram tepat di samping badan dengan lengan yang lurus serta lemas, untuk tangan kiri dan siku cukup dibengkokkan. Taruh tangan kiri dan siku tadi di depan badan kalian yang sudah dilemaskan, tujuannya untuk jaga keseimbangan.
Baca juga: Resmi! Persija Jakarta Datangkan Mauro Zijlstra dari Volendam, Ini Detail Kontraknya
3. Sikap Lanjutan
Untuk teknik ketiga ini hampir mirip dengan tolak peluru dan lempar lembing. Ketika cakram akan dilemparkan dari tangan, kaki kanan kalian ditolakkan dan tubuh diinjakkan ke arah atas dan ke depan. Lalu, akhiri dengan sikap akhir, saat cakram dilepas, usahakan mendaratkan kaki kanan secepat mungkin.
Sementara itu, untuk kaki kiri di angkat lurus ke belakang dan dilepaskan, disertai dengan membungkukkan badan ke depan. Semua itu bertujuan untuk menjaga keseimbangan kalian agar tidak jatuh ke depan.
4. Langkah saat Mengambil Awalan
Untuk pengambilan sikap awal pada lempar cakram diketahui hampir sama dengan saat mengambil awalan pada olahraga tolak peluru.
5. Langkah Akhir
Sementara itu untuk langkah akhir dalam olahraga lempar cakram adalah gerakan lanjut yang akan dilakukan oleh para atlet guna memulihkan stabilitas tubuh serta berguna untuk menghindari adanya kesalahan. Gerakan langkah akhir ini dilakukan dengan alasan mengerem, dimana hal itu sangatlah berguna untuk menjaga dan menghindarkan atlet dari pelanggaran dan supaya atlet bisa tetap berada di lingkaran.
Baca juga: Arsenal Lolos ke Final Carabao Cup, Mikel Arteta Sebut Sebagai 'Vitamin' Bagi Timnya
Ukuran Lapangan Lempar Cakram
Kamu harus tahu. lapangan lempar cakram memiliki bentuk lingkaran, yakni dari titik tengah lingkaran. Kemudian, ditarik dua garis keluar dan arah depan membentuk sudut 40 derajat. Olahraga lempar cakram ini dilakukan di atas lapangan berbentuk lingkaran dengan diameter sebesar 2,5 meter.
Berikut ini detail ukuran lapangan lempar cakram sesuai dengan standar Internasional:
- Ukuran garis tengah lapangan sebesar 2,50 meter
- Lingkaran yang digunakan untuk melempar menggunakan baja atau metal (dalam perlombaan resmi)
- Ukuran perpanjangan dari garis tengah sebesar 0,75 meter
- Besar sudut melempar berbentuk 40 derajat
- Ukuran garis batas melempar sebesar 5 cm.
Itu tadi sobat INDOZONE, ulasan terkait olahraga lempar cakram beserta dengan sejarah, teknik dasar dan juga ukuran lapangan lempar cakram. Tentu saja, sejarah dan teknik dasar olahraga ini wajib kalian ketahui dan juga pelajari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Gramedia