INDOZONE.ID - Sepak bola merupakan olahraga paling digemari di seluruh dunia. Dalam sepak bola, waktu permainan normal terbagi dua babak yang masing-masing berdurasi 45 menit.
Di antara kedua babak itu, ada jeda istirahat untuk pemulihan tenaga para pemain. Selain itu, jeda istirahat juga dimanfaatkan pelatih untuk memberi arahan ke para pemainnya.
Lalu, sebenarnya berapa menit waktu istirahat dalam sepak bola? Meski terlihat singkat, durasi jeda ini telah diatur secara resmi oleh FIFA.
Baca juga: Liga Sepak Bola Paling Bergengsi di Dunia: Tempat Berkumpulnya Para Pemain Bintang!
Dalam artikel ini, Indozone akan bahas durasi istirahat sepak bola sesuai regulasi FIFA dan juga fungsi halftime.
Durasi Istirahat Sepak Bola
Sesuai dengan Law 7: The Duration of the Match, durasi istirahat babak pertama (halftime) adalah maksimal 15 menit.
Pemain berhak mendapatkan jeda istirahat ini dan durasinya tidak boleh diubah kecuali atas persetujuan wasit.
Durasi jeda istirahat ini dihitung ketika wasit meniup peluit akhir babak pertama. Jadi kalau dihitung saat pemain meninggalkan lapangan menuju locker room, maka mereka cuma punya waktu istirahat sekitar 12 menit.
Selain itu, jeda minum singkat juga diperbolehkan saat jeda babak pertama dalam perpanjangan waktu, dengan durasi maksimal satu menit.
Di sepak bola juga ada tambahan waktu 2 babak dengan masing-masing babak selama 15 menit. Hal ini berlaku jika pertandingan 2x45 menit berakhir seri.
Fungsi Halftime Sepak Bola
Jeda istirahat selama 15 menit ini punya peran penting dalam sepak bola. Selain memberi waktu pemain untuk memulihkan stamina, mereka juga mendengar evaluasi taktik dari pelatih, dan bertukar sisi lapangan.
Selain itu, jeda istirahat kerap digunakan kapten tim untuk kembali membakar semangat para pemain di tengah tensi pertandingan yang berjalan panas.
Tambahan Waktu Lainnya
Wasit akan memberikan tambahan waktu pada setiap babak untuk mengganti waktu bermain yang hilang akibat berbagai hal berikut:
- Pergantian pemain
- Pemeriksaan dan/atau penanganan pemain yang cedera
- Tindakan mengulur waktu
- Sanksi disiplin (seperti kartu kuning atau merah)
- Penghentian pertandingan karena alasan medis sesuai regulasi kompetisi, misalnya drinks break (maksimal satu menit) atau cooling break (sekitar 90 detik hingga tiga menit)
- Penundaan akibat proses pengecekan atau peninjauan VAR
- Selebrasi gol
- Alasan lain yang menyebabkan keterlambatan signifikan saat memulai kembali pertandingan, misalnya gangguan dari pihak luar
Ofisial keempat akan menunjukkan minimal tambahan waktu yang ditentukan wasit pada akhir menit terakhir setiap babak. Tambahan waktu tersebut bisa ditambah oleh wasit jika diperlukan, tetapi tidak boleh dikurangi.
Wasit juga tidak diperkenankan mengompensasi kesalahan pencatatan waktu pada babak pertama dengan cara mengubah durasi babak kedua.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: FIFA, FA