Sabtu, 14 FEBRUARI 2026 • 14:01 WIB

Talenta Besar, tapi Ego Lebih Besar: Mengenang 7 Calon Bintang Dunia yang Terseret Skandal!

Author

Mason Greenwood. (REUTERS/OLI SCARFF)

INDOZONE.ID - Dunia sepak bola sering kali menyuguhkan narasi romantis tentang pemain muda berbakat yang naik kasta dari jalanan menuju puncak dunia. 

Namun, tidak sedikit dari mereka yang dijuluki "Wonderkid" justru terjembab ke dalam lubang kegelapan. Bakat sebesar apa pun sering kali tak mampu menyelamatkan karier yang digerogoti oleh kontroversi, gaya hidup, hingga masalah hukum.

Berikut adalah ulasan mengenai beberapa pemain bertalenta luar biasa yang kariernya hancur atau meredup akibat kontroversi di luar lapangan.

Baca juga: Agama Lamine Yamal: Wonderkid Barcelona yang Kian Curi Perhatian!

1. Mason Greenwood (Inggris)

Mason Greenwood. (Instagram/masongreenwood)

Greenwood sempat disebut sebagai talenta murni terbaik yang pernah dihasilkan akademi Manchester United dalam satu dekade terakhir. Kemampuan penyelesaian akhir dengan kedua kaki yang sama baiknya membuat banyak pengamat menyamakannya dengan legenda Robin van Persie.

Pada awal 2022, ia terlibat skandal hukum terkait dugaan kekerasan domestik yang tersebar luas lewat rekaman audio dan foto di media sosial.

Meski tuntutan hukum akhirnya dibatalkan, ia didepak dari skuad utama United dan harus "mengungsi" ke liga luar Inggris (Getafe dan Marseille) untuk membangun ulang kariernya yang terlanjur rusak di mata publik Inggris.

Baca juga: Cari Suksesor Son Heung-min, Tottenham Hotspur Bidik Wonderkid Manchester City

2. Mario Balotelli (Italia)

Penyerang Brescia, Mario Balotelli. (REUTERS/Daniele Mascolo)

Pemenang Golden Boy 2010 ini memiliki segalanya: fisik kuat, teknik hebat, dan kepercayaan diri tinggi. Namun, kepalanya lebih sering dipenuhi berita miring daripada prestasi.

Daftar ulahnya sangat panjang, mulai dari membakar rumahnya sendiri dengan kembang api, berselisih fisik dengan pelatih Roberto Mancini, hingga perilaku indisipliner di setiap klub yang ia bela.

Alih-alih menjadi legenda di klub besar, Balotelli justru menjadi musafir yang berpindah-pindah ke klub semenjana di Turki, Swiss, hingga liga kasta bawah, tanpa pernah mencapai potensi maksimalnya.

3. Ravel Morrison (Inggris)

Ravel Morrison ketika masih berseragam MU. (REUTERS)

Sir Alex Ferguson pernah menyebut Ravel Morrison sebagai pemain muda terbaik yang pernah ia lihat di akademi United, bahkan jauh lebih berbakat daripada Paul Pogba.

Morrison tidak bisa lepas dari pengaruh lingkungan buruk di masa mudanya. Ia sering berurusan dengan polisi, terlibat pencurian di ruang ganti, hingga masalah sikap yang sulit diatur oleh pelatih mana pun.

Kariernya habis di usia muda sebagai pemain "nomaden" yang membela lebih dari 10 klub berbeda tanpa pernah menetap lama di satu tempat.

4. Adriano (Brasil)

Adriano melanjutkan kariernya di Sao Paolo. (Facebook/Sao Paolo)

Adriano adalah pewaris takhta sejati Ronaldo Nazario. Di masa jayanya bersama Inter Milan, ia adalah monster di kotak penalti dengan tendangan kiri yang sanggup merobek jaring gawang.

Setelah ayahnya meninggal, Adriano jatuh ke dalam depresi berat yang ia lari kan ke alkohol dan pesta malam yang liar. Ia sering mangkir dari latihan dan terlihat bergaul dengan kelompok berbahaya di kawasan kumuh Brasil, yakni favelas.

Pada saat Adriano berusia 27 tahun, masa yang seharusnya menjadi puncak karier, fisiknya hancur dan ia kehilangan gairah bermain di level tertinggi.

5. Adam Johnson (Inggris)

Adam Johnson pada saat diperkenalkan sebagai pemain anyar Manchester City. (Dok. Manchester City)

Johnson adalah winger lincah yang menjadi andalan Manchester City dan timnas Inggris. Kariernya sedang berada di jalur yang tepat untuk menjadi bintang besar Premier League.

Pada tahun 2016, ia terbukti melakukan aktivitas seksual dengan anak di bawah umur yang merupakan penggemarnya. 

Ia dijatuhi hukuman penjara, kontraknya diputus seketika oleh Sunderland, dan namanya dihapus secara permanen dari peta sepak bola profesional Inggris.

Talenta adalah anugerah, namun karakter adalah pilihan. Para wonderkid ini telah menunjukkan bahwa jalan menuju puncak dunia sangatlah terjal, dan musuh terbesar terkadang bukanlah lawan di lapangan, melainkan diri sendiri.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Sportskeeda

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU