Berapa Jumlah Wasit dalam Pertandingan Sepak Bola? Ini Penjelasannya Menurut FIFA dan IFAB
INDOZONE.ID - Wasit merupakan perangkat penting dalam pertandingan sepak bola. Menurut Laws of the Game, wasit tidak bekerja sendirian dalam sebuah pertandingan. Ada sejumlah ofisial lain yang ditunjuk untuk membantu jalannya laga.
Di pertandingan besar seperti Piala Dunia atau liga top Eropa, umumnya terdapat satu wasit utama, dua asisten wasit (hakim garis), satu wasit cadangan, serta tim tambahan seperti Video Assistant Referee (VAR), dan minimal satu Assistant VAR (AVAR).
Artikel ini akan membahas berapa jumlah wasit dalam pertandingan resmi sepak bola beserta ofisial tambahan, serta masing-masing perannya.
Baca juga: Jenis-Jenis Pelanggaran dan Sanksi Sepak Bola Lengkap Sesuai Aturan FIFA dan IFAB
1. Ofisial Lapangan (On-field Match Officials)
Ofisial lapangan adalah tim inti yang berlari di area lapangan. Wasit, asisten wasit, ofisial keempat, asisten wasit tambahan, dan asisten wasit cadangan disebut sebagai ofisial pertandingan.
Mereka bertugas langsung di lapangan dan membantu wasit utama mengontrol pertandingan seperti melihat dan menilai pelanggaran, terutama ketika mereka memiliki sudut pandang yang lebih jelas dibanding wasit utama.
Tak cuma itu, ofisial lapangan juga membantu wasit utama dalam memeriksa kondisi lapangan pertandingan, memastikan kesiapan bola dan perlengkapan pemain (termasuk memastikan masalah yang ada sudah diselesaikan) dan mencatat waktu pertandingan, gol, pelanggaran, serta insiden lainnya.
Meski begitu, keputusan akhir tetap berada di tangan wasit utama yang berada di dalam lapangan.
Apabila terjadi campur tangan yang tidak semestinya atau perilaku yang tidak pantas, wasit berhak memberhentikan tugas ofisial tersebut dan membuat laporan kepada otoritas yang berwenang.
Aturan kompetisi harus menjelaskan secara tegas siapa yang akan menggantikan ofisial pertandingan yang tidak dapat memulai atau melanjutkan tugasnya, serta perubahan apa saja yang menyertainya.
Secara khusus, harus dijelaskan apakah jika wasit utama tidak dapat bertugas, maka yang mengambil alih adalah ofisial keempat, asisten wasit paling senior, atau asisten wasit tambahan paling senior.
Ofisial Video (Video Match Officials)
Video Assistant Referee (VAR)dan Assistant Video Assistant Referee (AVAR) termasuk dalam kategori ofisial video (VMO). Mereka membantu wasit melalui tayangan ulang video sesuai dengan protokol VAR dan aturan permainan.
Tugas Masing-Masing Ofisial
1. Asisten Wasit
Sesuai namanya, asisten wasit bertugas membantu wasit utama dalam mengontrol pertandingan.
Tugas asisten wasit adalah:
- Bola sepenuhnya keluar dari lapangan dan menentukan tim mana yang berhak atas lemparan ke dalam, tendangan sudut, atau tendangan gawang.
- Ada pemain dalam posisi offside yang perlu dihukum.
- Ada permintaan pergantian pemain.
- Dalam situasi penalti: jika kiper bergerak meninggalkan garis sebelum bola ditendang dan apakah bola melewati garis gawang.
Jika ada asisten wasit tambahan, maka asisten wasit utama akan berdiri sejajar dengan titik penalti saat eksekusi.
Selain itu, mereka juga mengawasi prosedur pergantian pemain. Mereka juga boleh masuk ke lapangan untuk membantu mengatur jarak 9,15 meter (10 yard) saat tendangan bebas.
2. Ofisial Keempat
Tugas ofisial keempat adalah:
- Mengawasi prosedur pergantian pemain.
- Memeriksa perlengkapan pemain atau pemain pengganti.
- Mengawasi pemain yang kembali masuk lapangan setelah mendapat izin wasit.
- Mengawasi bola cadangan.
- Menunjukkan tambahan waktu di akhir babak (termasuk perpanjangan waktu).
- Melaporkan perilaku tidak bertanggung jawab dari penghuni area teknis (bangku cadangan).
3. Asisten Wasit Tambahan
Mereka biasanya berada di dekat garis gawang dan dapat memberi tanda jika:
- Bola sepenuhnya melewati garis gawang (termasuk situasi gol)
- Menentukan tim yang berhak atas tendangan sudut atau tendangan gawang
- Dalam penalti, apakah kiper bergerak sebelum tendangan dilakukan dan apakah bola melewati garis
4. Asisten Wasit Cadangan
Ofisial ini dapat menggantikan asisten wasit, ofisial keempat, atau asisten wasit tambahan yang tidak bisa melanjutkan tugasnya.
Asisten wasit cadangan juga bisa membantu wasit seperti ofisial lapangan lainnya.
5. VAR (Video Assistant Referee)
VAR hanya boleh terlibat jika terjadi “kesalahan yang jelas dan nyata” (clear and obvious error) atau “insiden serius yang terlewat” (serious missed incident).
Intervensi VAR dibatasi pada empat situasi krusial, yaitu:
- Gol atau tidak gol
- Penalti atau tidak penalti
- Kartu merah langsung (bukan kartu kuning kedua)
- Salah identitas, misalnya saat wasit memberi kartu kepada pemain yang keliru dari tim pelanggar
Sementara itu, Assistant Video Assistant Referee (AVAR) adalah ofisial yang bertugas membantu VAR, terutama dalam hal-hal teknis dan komunikasi. Tugas AVAR meliputi:
- Memantau tayangan televisi saat VAR sedang melakukan proses “check” atau “review”
- Mencatat semua insiden yang berkaitan dengan VAR, termasuk gangguan komunikasi atau masalah teknologi
- Membantu komunikasi antara VAR dan wasit, khususnya saat proses “check” atau “review” berlangsung, misalnya dengan menyampaikan pesan agar wasit menghentikan permainan atau menunda dimulainya kembali pertandingan
- Mencatat waktu yang terbuang akibat penundaan pertandingan karena proses “check” atau “review”
- Menyampaikan informasi terkait keputusan berbasis VAR kepada pihak-pihak yang berkepentingan
Koordinasi Antar Wasit
Setelah mengetahui jumlah wasit dan masing-masing perannya, tentu kita penasaran bagaimana mereka berkoordinasi selama pertandingan.
Apalagi suasana stadion yang riuh, tentu bukan hal mudah bagi para wasit untuk saling mendengar satu sama lain secara langsung.
Nah sesuai dengan regulasi FIFA dan IFAB, koordinasi dilakukan dengan sistem komunikasi headset, sinyal bendera, hingga bantuan tayangan ulang video.
Kerja sama ini memastikan keputusan yang diambil akurat, cepat, dan sesuai regulasi. Tanpa koordinasi yang baik, pertandingan bisa dipenuhi kontroversi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: IFAB, FIFA