Jumat, 24 APRIL 2026 • 09:00 WIB

Panduan Nutrisi Lari 10K: Menu Sebelum Race agar Performa Maksimal

Author

Ilustrasi lari 10K. (Freepik/scphotograph)

INDOZONE.ID - Lari jauh sepanjang 10K bukan hanya soal kekuatan fisik. Namun asupan yang dikonsumsi sebelum lari jadi penentu performa di lintasan.

Makan terlalu banyak sebelum lari juga bisa bikin mual. Tapi kalau nggak makan sama sekali bisa membuat tubuh lemas di tengah jalan.

Apalagi kalau kamu pelari pemula yang sudah berlatih berbulan-bulan dan mengikuti lomba 10K, sangat penting mempersiapkan diri terutama dari sisi nutrisi.

Baca juga: Apa Itu Pacer dalam Lari? Ini Pengertian, Tugas dan Manfaatnya

Dalam artikel ini, Indozone akan memberikan rekomendasi jenis makanan yang cocok dikonsumsi sebelum lari 10K.

Makanan saat Latihan Menuju 10K

Ilustrasi berlari. (Freepik/only_kim)

Jika kamu sedang dalam masa latihan menuju lomba 10K, pola makan memegang peranan penting dalam menunjang kualitas latihan.

Untuk sesi latihan dengan intensitas tinggi misalnya lari cepat yang ingin dipertahankan dalam waktu lama, konsumsi karbohidrat sebelum latihan sangat disarankan. Karbohidrat menjadi sumber energi utama untuk aktivitas intens.

Contohnya, semangkuk oatmeal sekitar 2 jam sebelum latihan bisa menjadi pilihan ideal jika kamu berlari di pagi hari setelah sarapan.

Sebaliknya, untuk latihan ringan atau pemulihan, kamu tidak perlu banyak karbohidrat. Bahkan, latihan dalam kondisi perut kosong di pagi hari (fasted training) bisa memberikan manfaat tertentu bagi tubuh.

Menu Sarapan Ideal Sebelum Lari 10K

Oatmeal dengan buah beri. (Freepik/chachamps)

Masih bingung sarapan apa sebelum lomba? Kuncinya adalah kombinasi seimbang antara karbohidrat, protein, dan lemak sehat.

Hindari makanan tinggi gula seperti sereal manis atau kue. Sebagai gantinya, pilih menu berikut:

Oatmeal dengan Buah Beri

Oatmeal memberikan energi yang dilepaskan perlahan, cocok untuk daya tahan. Tambahkan buah seperti blueberry atau stroberi untuk rasa manis alami dan tambahan nutrisi.

Telur

Telur adalah sumber protein berkualitas tinggi yang membantu perbaikan otot. Kandungan nutrisinya juga mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Pisang dengan Selai Kacang

Pisang kaya akan kalium dan karbohidrat sebagai sumber energi. Tambahkan selai kacang atau almond untuk lemak sehat dan protein tambahan.

Kopi

Minum secangkir kopi (sekitar 235 ml) sebelum berlari bisa memberikan dorongan energi dari kafein. Kafein membantu meningkatkan daya tahan tubuh dengan cara melepaskan lebih banyak asam lemak ke dalam aliran darah untuk digunakan sebagai bahan bakar.

Selain itu, kafein juga merangsang sistem saraf pusat sehingga membuat kamu lebih fokus dan waspada saat berlari.

Untuk menjaga energi tetap stabil selama lomba, kamu juga bisa membawa gel energi berkafein dalam sabuk lari. Produk ini praktis dikonsumsi di tengah lomba dan membantu menjaga stamina hingga garis finis.

Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Lari

Ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari sebelum berlari agar tidak mengganggu kenyamanan dan performa di tengah lintasan.

1. Makanan Tinggi Lemak

Lemak membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna, sehingga bisa membuat perut terasa penuh dan berat. Makanan seperti gorengan, daging berlemak, keju, atau dessert tinggi lemak sebaiknya dihindari sebelum lari. Mengonsumsi sedikit kacang masih aman, tetapi jangan berlebihan.

2. Makanan Pedas

Makanan yang terlalu pedas berisiko menyebabkan gangguan pencernaan. Saat dikombinasikan dengan aktivitas lari, efeknya bisa semakin terasa, seperti sensasi panas di dada (heartburn) atau kram perut, hal yang tentu ingin dihindari saat berlari.

Baca juga: Mengenal Shuttle Run: Latihan Lari Bolak-Balik untuk Melatih Kelincahan dan Kecepatan

3. Minuman Bersoda

Minuman berkarbonasi bisa memicu rasa mual, kembung, atau meningkatkan risiko asam lambung naik saat berlari. Meski tidak semua orang merasakan efek yang sama, sebaiknya tetap dibatasi sebelum aktivitas fisik.

4. Makanan Tinggi Serat

Serat memang penting untuk kesehatan, tetapi sebaiknya tidak dikonsumsi dalam jumlah banyak tepat sebelum berlari. Makanan tinggi serat membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna, yang bisa menyebabkan perut terasa penuh atau kembung.

Tetaplah Terhidrasi

Hidrasi adalah faktor penting yang sering dianggap sepele. Saat berlari, tubuh mengeluarkan cairan melalui keringat untuk menjaga suhu tubuh.

Jika kamu memulai lomba dalam kondisi dehidrasi, jantung akan bekerja lebih keras, dan kamu akan lebih cepat lelah.

Hidrasi juga membantu penyimpanan glikogen di otot, sehingga wajar jika berat badan sedikit meningkat sebelum lomba.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Webber-nutrition, Highfive.co.uk

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU