Pep Guardiola Anggap Liverpool Asuhan Jurgen Klopp sebagai Lawan Terberatnya di Premier League
INDOZONE.ID - Mantan pelatih Manchester City, Pep Guardiola sebut laga melawan Liverpool asuhan Jurgen Klopp merupakan mimpi buruk baginya, hal itu tentunya tak terlepas dari tim asuhan pelatih asal Jerman itu selalu menyulitkan.
Diketahui, Pep Guardiola baru saja meninggalkan jabatannya sebagai pelatih Manchester City setelah pertandingan terakhirnya di Premier League musim ini melawan Aston Villa pada Minggu (24/5/2026) lalu. Kekalahan 2-1 atas Aston Villa mengakhiri karier Guardiola di City yang bergelimang prestasi setelah ia mempersembahkan 20 trofi bagi The Citizens dalam kurun waktu 10 tahun.
Meski begitu, rivalitas antara Guardiola dan Klopp sangat menarik, karena mereka telah berhadapan sebanyak 30 kali di semua kompetisi. Pelatih asal Spanyol itu hanya mampu 11 kemenangan dari pertemuan tersebut. Sementara itu, Klopp telah memenangkan 12 pertandingan dari pertemuan tersebut.
Rivalitas Guardiola dan Klopp dimulai sejak keduanya masih berkarier di Jerman, yang mana Pep melatih Bayern dan Klopp melatih Borussia Dortmund antara periode 2013-2015, yang kemudian persaingan mereka berlanjut di Inggris ketika keduanya melatih Manchester City dan Liverpool.
Baca juga: Ronald Koeman Prediksi Inggris akan Bermain Seperti Arsenal di Piala Dunia 2026
Mereka bersaing selama beberapa tahun di puncak klasemen Premier League, yang dimulai pada musim 2018/19 saat Liverpool meraih 97 poin, namun kalah dalam perebutan gelar dari City yang unggul satu poin atas The Reds.
Liverpool kemudian menjuarai Premier League pada musim 2019/20, tetapi setelah itu Manchester City asu"han Pep Guardiola berhasil memanangkan 4 trofi liga secara beruntun dari musim 2020/21 hingga 2023/24.
Namun, meskipun City berhasil mengalahkan Liverpool dalam sebagian perebutan gelar, tetapi Guardiola menyebut lawan-lawan tersebut sulit dikalahkan.
Dalam wawancaranya eksklusifnya bersama pentolan Oasis, Noel Gallagher melalui laman resmi Manchester City, Pep Guardiola mengatakan bahwa lawan-lawannya di Premier League tangguh semua, tetapi ia menyebut bahwa laga melawan Liverpool merupakan mimpi buruk sesungguhnya.
Baca juga: Dilelang Lebih dari Rp22 Milyar, Helm Milik Gilles Villeneuve Jadi Helm Termahal Formula 1
"Untuk kualitas lawan yang kami hadapi, kami menghadapi banyak lawan tangguh, tetapi Liverpool adalah mimpi buruk. Setiap kali, itu adalah mimpi buruk," ujar Pep Guardiola kepada Noel Gallagher dalam wawancaranya yang dikutip dari laman resmi Manchester City pada Jumat (29/5/2026).
Lebih lanjut, Guardiola mengatakan bahwa ia juga sangat menghormati Jurgen Klopp dan ia berencana untuk bertemu dengan mantan rivalnya itu setelah keduanya meninggalkan dunia kepelatihan.
"Hubungan kami sangat baik. Hubungan kami selalu sangat baik, bahkan sejak di Jerman. Kami sering berhadapan saat dia masih di Dortmund," tutur mantan pelatih Barcelona dan Bayern Munich itu menjelaskan hubungannya dengan Klopp.
"Kita belum pernah makan malam bersama, tapi sekarang akan terjadi. Hubungan ini adalah salah satu hal yang paling saya banggakan, menurut saya," lanjutnya.
Baca juga: 5 Fakta Final Liga Champions Musim Ini: PSG vs Arsenal Saling Bunuh di Hungaria!
Guardiola juga menyebut bahwa Liverpool asuhan Jurgen Klopp merupakan tim yang sangat bagus. Bahkan, The Reds selalu menunjukkan penampilan terbaiknya setiap menghadapi Manchester City.
"Pertama-tama, mereka benar-benar sangat bagus. Tetapi pada saat mereka menghadapi kami, mereka tahu bahwa ini adalah pertandingan yang akan menampilkan kemampuan terbaik mereka dan yang terbaik di Anfield," ujar Guardiola memaparkan.
Pep Guardiola juga menyebut bahwa pertandingan di Anfield merupakan pertandingan yang paling sulit bagi pelatih berusia 55 tahun itu sepanjang kariernya melatih Manchester City. Apalagi, atmosfer di Anfield juga memberikan tenaga dan motivasi tersendiri bagi Liverpool.
"Anfield memiliki sejarah yang tak dimiliki stadion lain. Hanya sedikit tim yang bisa menang di Anfield. Ini adalah tempat yang sangat sulit bagi saya karena cara mereka bermain, bukan hanya karena stadionnya," tuturnya lagi.
"Mereka adalah tim yang istimewa. Anda lengah sedetik saja dan mereka akan menghukum Anda. Margin seperti itu, bisa saja terjadi pada kami," ujar Pep Guardiola menutup wawancara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mancity.com