Minggu, 31 MEI 2026 • 08:35 WIB

PSG Back to Back Juara Liga Champions, Arsenal Tumbang dalam Drama Adu Penalti

Author

Para pemain dan ofisial PSG mengangkat trofi Liga Champions 2026. (REUTERS/Phil Noble)

INDOZONE.ID - Paris Saint-Germain (PSG) berhasil menjuarai Liga Champions 2026 setelah mengalahkan Arsenal dalam drama adu penalti di final yang digelar di Puskas Arena, Budapest, Hungaris, pada Sabtu (30/5/2026) pukul 23.30 WIB.

PSG menang 4-3 dalam adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 1-1 hingga akhir babak tambahan waktu. Momen penentu kemenangan PSG terjadi ketika bek Arsenal, Gabriel Magalhaes gagal mengeksekusi penalti usai tendangannya melambung di atas mistar gawang.

Bagi PSG, kemenangan ini sekaligus mencatatkan sejarah dengan mempertahankan gelar Liga Champions. PSG kini jadi tim kedua yang mampu mempertahankan gelar Liga Champions sejak kompetisi berganti format pada 1992.

Baca juga: Final Liga Champions: Mikel Arteta Sebut Arsenal Jadikan Laga Kontra PSG Musim Lalu sebagai Pelajaran

Sebelumnya, hanya Real Madrid yang mampu melakukannya saat meraih tiga gelar beruntun pada 2016 hingga 2018. Secara keseluruhan, PSG jadi klub ke-10 dalam sejarah Piala Champions Eropa sejak 1955 yang berhasil memenangkan gelar secara beruntun.

Jalannya Pertandingan

Laga baru berjalan lima menit, Arsenal sudah unggul lewat gol Kai Havertz. Skema gol berawal dari sapuan bola Marquinhos yang justru memantul mengenai Leandro Trossard sebelum jatuh ke kaki Havertz.

Mantan pemain Chelsea itu berlari menuju kotak penalti dan melepaskan tembakan dari sudut sempit yang bersarang di atap gawang. Skor 1-0 Arsenal memimpin.

Setelah tertinggal 0-1, PSG langsung meningkatkan intensitas serangan dan mulai mendominasi jalannya pertandingan. Peluang pertama datang pada menit ke-13 ketika Fabian Ruiz menerima umpan dari Desire Doue. Namun, tendangan yang dilepaskannya masih belum mengarah tepat ke gawang.

Arsenal hampir menambah keunggulan pada menit ke-26. Berawal dari umpan silang Bukayo Saka ke depan gawang, Leandro Trossard bersiap menyambut bola. Akan tetapi, kiper PSG, Safonov, dengan sigap keluar dari posisinya untuk memotong umpan tersebut sebelum membahayakan gawangnya.

PSG terus menekan pertahanan Arsenal sepanjang babak pertama. Pada menit ke-37, Ousmane Dembele melepaskan tembakan keras dari depan kotak penalti, tetapi upayanya berhasil diblok Gabriel Magalhaes sehingga tidak membuahkan hasil.

Hingga jeda turun minum tak ada gol tambahan tercipta. Skor 1-0 untuk keunggulan Arsenal.

Di babak kedua, PSG main agresif untuk mengejar skor. Namun sejumlah peluang belum membuahkan hasil. Bahkan sepakan bebas Achraf Hakimi di menit ke-55 berhasil ditepis David Raya.

Setelah hampir satu jam meredam serangan PSG, pertahanan The Gunners akhirnya ditembus ketika Cristhian Mosquera menjatuhkan Khvicha Kvaratskhelia di dalam kotak penalti.

Setelah dilakukan pengecekan VAR, wasit memutuskan penalti untuk PSG. Peraih Ballon d'Or Ousmane Dembele sukses mengecoh Raya untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Setelah gol itu, PSG semakin agresif. Terbukti dengan penguasaan bola Arsenal yang hanya 26 persen, menjadikannya angka terendah dalam sejarah final Liga Champions, menurut Opta.

Meski demikian, tak ada gol tambahan tercipta. Laga terpaksa dilanjutkan ke babak tambahan. 

Babak tambahan berlangsung sengit dengan kedua tim bermain lebih hati-hati. Peluang berbahaya pun tidak banyak tercipta karena masing-masing tim berusaha menghindari kesalahan yang bisa berakibat fatal.

Kiper Arsenal, David Raya, beberapa kali tampil gemilang dengan menggagalkan upaya pemain PSG. Di sisi lain, Arsenal nyaris memastikan kemenangan saat Jurrien Timber mendapatkan ruang tembak dari sudut sempit. Namun, bola hasil sepakannya masih melenceng tipis dari sasaran.

Hingga 120 menit pertandingan berakhir, skor tetap bertahan 1-1. Alhasil, penentuan juara Liga Champions harus dilakukan melalui babak adu penalti.

Drama Adu Penalti

Drama adu penalti PSG vs Arsenal di final Liga Champions 2026. (REUTERS/Marton Monus)

Goncalo Ramos, Desire Doue, Achraf Hakimi, dan Lucas Beraldo sukses menjalankan tugasnya. Sementara dari Arsenal, Viktor Gyokeres, Declan Rice, dan Gabriel Martinelli berhasil mencetak gol. 

Arsenal sebenarnya memiliki peluang menjaga asa setelah Eberechi Eze gagal mengeksekusi penalti dan David Raya berhasil menggagalkan tendangan Nuno Mendes.

Namun, Lucas Beraldo sukses mencetak gol dari tendangan penalti terakhir PSG. Situasi itu membuat Gabriel Magalhaes wajib mencetak gol agar adu penalti berlanjut ke babak sudden death.

Alih-alih mencetak gol, tendangan Gabriel justru melambung tinggi ke tribun yang dipenuhi pendukung PSG. 

Momen itu langsung membuat para pemain dan ofisial PSG merayakan status juara mereka di lapangan. Mereka bergembira, menangis, saling berpelukan karena berhasil back to back juara Liga Champions.

Para pemain PSG merayakan juara Liga Champions. (REUTERS/Andrew Boyers)

Baca juga: Khvicha Kvaratskhelia Optimis PSG Bisa Pertahankan Gelar Liga Champions

Sementara di tribun, para suporter langsung berpesta merayakan keberhasilan tim kesayangan mereka mempertahankan gelar juara Eropa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ESPN

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU