INDOZONE.ID - Push-up merupakan salah satu gerakan workout yang cukup populer bagi semua orang di seluruh dunia. Sebab, melakukan gerakan ini memiliki banyak manfaat bagi semua orang dan juga bisa melatih beberapa otot.
Diketahui, push-up sendiri merupakan salah satu latihan yang berbasis bodyweight yang sangat efektif dan sederhana. Bahkan, gerakan ini juga tidak hanya sekedar naik-turun tubuh, tetapi juga melibatkan banyak otot sekaligus, termasuk otot dada, bahu, lengan dan juga bagian inti tubuh.
Otot yang bekerja saat push-up sangat membantu membangun kekuatan upper body secara menyeluruh. Bahkan, push-up juga melatih koordinasi antar otot.
Lantas apa saja sih otot yang dilatih saat melakukan push-up? Pada artikel ini, tim INDOZONE akan memberikan ulasan terkait 5 otot yang dilatih saat melakukan gerakan push-up, sebagaimana yang dilansir dari SVRG pada Jumat (12/6/2026). Yuk simak!
Baca juga: Alih-alih Gabung Barcelona, Bernardo Silva Justru Setuju Join Real Madrid
5 Otot yang dilatih Dalam Gerakan Push-Up
1. Otot Dada (Pectoralis Major dan Minor)
Pertama, gerakan push up dapat melatih otot dada, dalam hal ini pectoralis major merupakan otot utama yang bekerja saat anda melakukan gerakan mendorong tubuh ke atas. Tentu saja, gerakan horizontal adduction pada sendi bahu membuat dada bekerja keras, khususnya saat posisi tangan lebih lebar dari bahu.
Sementara itu, pectoralis minor memiliki tugas untuk menstabilkan scapula agar tetap terkontrol saat melakukan gerakan naik dan turun. Dari hal itulah, hubungan kedua otot ini memastikan gerakan push-up tidak cuma melatih kekuatan saja, tetapi juga membuat tubuh lebih stabil.
2. Otot Bahu (Deltoid)
Deltoid anterior cukup berperan aktif dalam memberi dorongan pada sendi bahu. Jadi, saat tubuh naik dan turun, deltoid ini bekerja sama dengan dada untuk menjaga kontrol gerakan.
Stabilitas pada bahu sangatlah penting karena posisi siku yang melebar akan memberikan dorongan pada sendi, dengan kerja deltoid yang baik membuat gerakan push-up kalian lebih efektif dan juga aman bagi sendi bahu kalian.
3. Otot Lengan Atas (Triceps)
Selanjutnya, gerakan push-up juga dapat melatih otot lengan atas atau triceps. Triceps brachi bertugas untuk meluruskan siku saat gerakan ke atas. Aktivasi triceps ini lebih besar ketika tangan dekat seperti pada diamond push-up.
Peran triceps ini sangatlah krusial untuk merampungkan fase akhir dorongan. Hubungannya dengan otot dada dan bahu memastikan gerakan push-up lebih tetap kuat dan stabil dari awal hingga repetisi.
Baca juga: Bentuk Gerakan Kaki pada Renang Gaya Bebas: Begini yang Benar!
4. Otot Core dan Perut
Gerakan push up juga melatih otot inti dan perut. Otot inti disini bertugas untuk menjaga tubuh tetap lurus dari kepala hingga tumit. Sementara itu, Rectus Abdominis dan Oblique bekerja untuk mencegah pinggul turun atau punggung melengkung.
Aktivasi core yang baik tentunya meningkatkan efektivitas latihan dan juga melindung tulang belakang dari tekanan. Tentu saja, hubungan core dengan dada, bahu dan triceps membuat push up cukup komprehensif untuk melatih tubuh bagian atas.
Baca juga: Timnas Indonesia Sempurna di FIFA Matchday Juni 2026, John Herdman Bangun Standar Baru: Apa Itu?
5. Otot Punggung dan Stabilizer
Terakhir, push up juga dapat melatih otot punggung. Serratus anterior menjaga scapula tetap stabil, mencegah scapula winging. Sementara itu, Erector spimae berfungsi mempertahankan tulang belakang tetap netral.
Tentu saja, kombinasi otot stabilisator ini menunjukkan bahwa push-up melatih koordinasi tubuh bagian atas dan inti secara menyeluruh. Keterlibatan semua otot ini membuat push up cukup efektif untuk kekuatan, stabilitas dan juga kontrol gerakan secara bersamaan.
Itu tadi sobat INDOZONE 5 otot yang dilatih saat push-up yang membuat otot tubuhmu menjadi lebih kuat dan juga kokoh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: SVRG